• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Abraham Wanggai dan kisah penyanderaan Mapenduma 1996

June 11, 2022
in Tanah Papua
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
Abraham Wanggai

Abraham Wanggai mantan ASN Dinas Kehutanan Provinsi Papua-Jubi/dam

0
SHARES
263
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi-Mungkin banyak tak mengira kalau Abraham Wanggai, pensiunan ASN Dinas Kehutanan Provinsi Papua pernah mengalami kisah yang sangat mencekam dalam hidupnya. Ia bersama para peneliti pernah disandera selama 130 hari oleh pentolan Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan, Kelly Kwalik di kawasan Nduga dan Mapenduma.

“Kami hanya berputar- putar selama ratusan hari di sekitar wilayah Kenyam dan Mapenduma,”kata Abraham Wanggai kepada jubi.id disela sela pelatihan Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) se Klasis Port Numbay di GKI Bukit Zaitun, Skyland Jumat (10/6/2022).

Dia menambahkan mereka hanya jalan berputar putar di bawah todongan senjata, mendiang Kelly Kwalik dan kawan kawannya di Bukit Mapenduma, ibukota Kabupaten Nduga sekarang ini.

Lelaki berusia 60 tahun ini menuturkan kala itu, ia disandera bersama tim peneliti Lorenzt 1995 dan mahasiswa Universitas Nasional jurusan Biologi,  di seputar kawasan milik suku Nduga.

“Kami disandera oleh Kelly Kwalik dan Silas Kogoya di Mapenduma harus menghindari dari kepungan militer TNI Indonesia,”kata Wanggai.

Dia mengenang kala itu, ia dan kawan –kawannya harus bersembunyi di ketinggian ribuan meter dari permukaan laut, menahan dingin dan tiupan angin gunung yang kencang dan kuat. “Butiran embun di pagi hari juga menambah bekunya badan ini, apalagi kitorang ini orang pantai ,”kenang Paitua Wanggai ini.

Berbeda dengan Kelly Kwalik dan kawan kawan komandan TPN OPM di kawasan Mapenduma. “Bagi mereka dingin dan berjalan, bahkan berlari di ketinggian adalah hal yang biasa,”kata Wanggai.

BERITATERKAIT

70 Tahun GKI Di Tanah Papua: Pembawa keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan

Koalisi desak akses bagi utusan PBB dan Pasifik ke Tanah Papua

Lumpur, rawa, dan bakau, pelindung warga Papua saat Perang Dunia Kedua

Tanah Papua tak butuh kegaduhan, namun kerja nyata

Dia mengaku kawan kawannya sesama korban sandera sudah tak pernah kontak lagi, bahkan salah seorang rekan dosen antropolog Markus Warip sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu. “Praktis hubungan komunikasi terputus dan saya sendiri sudah pensiun dari ASN Dinas Kehutanan Provinsi Papua 2018 lalu tepat usia 58 tahun,”katanya.

Beruntung, kisah Abraham Wanggai dan kawan- kawasan saat disandera berhasil ditulis oleh Ray Rizal dan Nina Pane sebagaimana dituturkan Adinda Arimbi Saraswati, peneliti bidang hayati dari Universitas Nasional Jakarta. Buku setebal 325 halaman itu diberi judul “Sandera, 130 hari terperangkap di Mapenduma” terbitan Pustaka Sinar Harapan, 1997.

Tujuan penelitian tim Lorentz 95 secara umum adalah untuk memberikan informasi dasar mengenai keberadaan jenis jenis flora dan fauna di sekitar Mapenduma. “Di samping itu kami mempelajari bentuk,  pemanfaatan dan jenis jenisnya, serta masalah masalah utama yang berkaitan dengan Taman Nasional Lorenzt dengan mengkombinasikan pemikiran ilmiah dan kebijakan berpikir tradisional suku Nduga,”kata Adina Arimbi Saraswati peneliti dari Universitas Nasional Jakarta.

Abraham Wanggai
Buku berjudul “Sandera, 130 hari terperangkap di Mapenduma”.-Jubi/dam

Tim Lorenzt 95,  saat itu dibentuk berdasarkan kerja sama Biological Science Club (BScC) dari Indonesia dengan Emanuel College Cambridge University. Kegiatan penelitian ini dilakukan selama November 1995 sampai dengan Januari 1996, berlokasi di Kampung Mapenduma, Kabupaten Jayawijaya, Irian Jaya yang letaknya di bagian Timur Laut Cagar Alam Lorentz yang kini menjadi Taman Nasional Lorenzt.

Menurut Adinda Saraswati tim peneliti dari Indonesia adalah Navy WTH Panekenan, Matheis Y Lasamahu, Jualita Tanasale.Sedangkan anggota tim dari Inggris melibatkan Daniel Start, William Bill Oates, Anette van der Kolk dan Anna McIvor. “Tim kami dibantu oleh antropolog Markus Warip dari Universitas Cenderawasih dan Abraham Wanggai dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kanwil Kehutanan Provinsi Irian Jaya,”kata Adinda.

Dia menuturkan ada pula putra asal Nduga, Jacobus Wandikbo pegawai dari Pemda Kabupaten Jayawijaya yang diperbantukan sebagai pendamping Inpres Daerah Tertinggal (IDT) di Nduga.

Selama dalam penyanderaan di Mapnduma, Silas Kogoya mengawal mereka di kamp dengan sebelumnya melakukan long march mengitari kawasan Kenyam. Silas Kogoya yang selama ini peduli soal makan dan minum para sandera, Namun dia akhirnya meninggalkan mereka karena mungkin sudah jenuh. Terpaksa Abraham Wanggai dan kawan kawan mencari tikus tanah untuk dimakan. Beruntung dosen antropolog Markus Warip punya pengalaman memasak tikus tanah sehingga makanan itu sudah menjadi bekal sarapan dan makan siang selama dalam penyanderaan itu.

Negosiasi Kelly Kwalik dengan ICRC atau International Committee of The Red Cross Regional Delegation in Jakarta pun sia-sia dan tak berhasil membebaskan para sandera. Namun selama sebulan ICRC terus mengikuti perkembangan penyanderaan dari pemberitaan media. Dalam buku itu Adinda mengatakan kekasihnya Navy dan teman lainnya Matheis dibantai hingga akhirnya kehilangan nyawa di dalam peristiwa penyanderaan tersebut.

Di tengah perjuangan menyelamatkan diri dari pembantaian akhirnya suara teriakan minta tolong didengar oleh anggota Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).”Kami terus berlari sampai dari kejauhan kulihat bayangan hitam hitam tapi tak jelas siapa. Aku berteriak-teriak,”Tolong,tolong saya sandera.” Kata Adinda Saraswati dalam buku tersebut. Selanjutnya salah seorang dari anggota ABRI berseru,”Kami ABRI Batalyon 330.” Mereka semua selamat hanya Navy dan Matheis yang menjadi korban dalam akhir penyanderaan itu. Bagi Abraham Wanggai peristiwa penyanderaan ini meninggalkan trauma yang sangat mendalam dan kini sudah mulai melupakan peristiwa mencekam.

Mapenduma kini menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Nduga sejak 2008 awalnya nama sebuah distrik dengan luas adalah 2.202 KM2 atau 17 persen dari total luas wilayah kabupaten Nduga Provinsi Papua.(*)

 

 

Tags: Abraham WanggaiFeaturesKisah Penyanderaan MapendumaTanah PapuaTim Lorentz 95
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kantor Sinode GKI di Tanah Papua

70 Tahun GKI Di Tanah Papua: Pembawa keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan

October 25, 2026
Utusan PBB dan Pasifik ke Tanah Papua

Koalisi desak akses bagi utusan PBB dan Pasifik ke Tanah Papua

October 17, 2026

Lumpur, rawa, dan bakau, pelindung warga Papua saat Perang Dunia Kedua

September 23, 2026

Tanah Papua tak butuh kegaduhan, namun kerja nyata

September 22, 2026

Dialog dan pemahaman sejarah penting untuk perdamaian di Tanah Papua

September 17, 2026

Perbedaan dan keragaman, keniscayaan yang tidak bisa dihindari di Tanah Papua

September 17, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Jayawijaya KNPI calls for independent investigation into fatal Nduga shooting
29 October 2026
Jayawijaya KNPI calls for independent investigation into fatal Nduga shooting

Jayapura, Jubi – The Indonesian National Youth Committee (KNPI) in Jayawijaya Regency, Papua Pegunungan Province, has called for an independent [...]

Bad weather disrupts flights at Sentani Airports, 225 services cancelled
29 October 2026
Bad weather disrupts flights at Sentani Airports, 225 services cancelled

Sentani, Jubi – A total of 225 flights at Sentani International Airport in Jayapura Regency, Papua Province, were cancelled between [...]

Student arrested after clash with Dutch national in Manokwari
28 October 2026
Student arrested after clash with Dutch national in Manokwari

Manokwari, Jubi – A joint team from the Manokwari Police Criminal Investigation Unit and Amban Police have arrested PH, a [...]

West Papua lawmaker urges governor to return special autonomy oil and gas revenue to Jakarta
28 October 2026
West Papua lawmaker urges governor to return special autonomy oil and gas revenue to Jakarta

Manokwari, Jubi – West Papua Provincial Legislative Council Golkar faction leader Amin Ngabalin has urged Governor Dominggus Mandacan to return [...]

Fire destroys sago groves, threatening Indigenous food security in Kimaam
27 October 2026
Fire destroys sago groves, threatening Indigenous food security in Kimaam

Jayapura, Jubi – A fire that swept through sago groves and peatland in Turiram village, Kimaam district, Merauke regency, South [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Hak ekonomi karya jurnalistik

Hak ekonomi karya jurnalistik dalam RUU hak cipta jamin kebebasan pers

October 29, 2026
Indosat

Terus Tumbuh Double-Digit, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Inti Telekomunikasi untuk Kembangkan AI

October 29, 2026
Komoditas perkebunan memperkuat ekonomi masyarakat

Pengembangan komoditas perkebunan untuk memperkuat ekonomi masyarakat Papua Tengah

October 29, 2026
Kolaborasi mengembangkan potensi kopi

Gubernur Nawipa: Perlu kolaborasi mengembangkan potensi kopi Papua Tengah

October 29, 2026
Krisis air di Fiji karena El Nino

Fiji hadapi krisis air berkelanjutan seiring berkembangnya El Niño

October 29, 2026
Peringatan masker di PNG

Peringatan untuk memakai masker di PNG

October 29, 2026
Kemitraan dengan Israel

Pacific Elders’ Voice serukan pembatalan kemitraan dengan Israel

October 29, 2026
Pekerja mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan

Pekerja bukan penerima upah bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan

October 28, 2026
Sekolah di PNG terdampak El Nino

El Nino memaksa sekolah-sekolah di Madang PNG ditutup lebih awal

October 28, 2026
Krisis air di Fiji karena El Nino

Fiji hadapi krisis air berkelanjutan seiring berkembangnya El Niño

October 29, 2026
Kerusakan laut di Kepulauan Solomon

Permukaan rendah timbulkan kerusakan laut di Kepulauan Solomon

October 28, 2026
Kepala Dinas tersangka lakalantas

Kepala Dinas Pemkab Jayapura menjadi tersangka kasus tabrak lari

October 29, 2026
Kemitraan dengan Israel

Pacific Elders’ Voice serukan pembatalan kemitraan dengan Israel

October 29, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Warga Nduga ditembak: KNPI Jayawijaya desak investigasi dan evaluasi keamanan

October 28, 2026
Hak ekonomi karya jurnalistik

Hak ekonomi karya jurnalistik dalam RUU hak cipta jamin kebebasan pers

0
Indosat

Terus Tumbuh Double-Digit, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Inti Telekomunikasi untuk Kembangkan AI

0
Komoditas perkebunan memperkuat ekonomi masyarakat

Pengembangan komoditas perkebunan untuk memperkuat ekonomi masyarakat Papua Tengah

0
Kolaborasi mengembangkan potensi kopi

Gubernur Nawipa: Perlu kolaborasi mengembangkan potensi kopi Papua Tengah

0
Krisis air di Fiji karena El Nino

Fiji hadapi krisis air berkelanjutan seiring berkembangnya El Niño

0
Peringatan masker di PNG

Peringatan untuk memakai masker di PNG

0
Kemitraan dengan Israel

Pacific Elders’ Voice serukan pembatalan kemitraan dengan Israel

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara