• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Seni & Budaya

Warga Kampung Tua Depapre rencanakan gelar Tiyatiki, upacara tutup laut

June 30, 2024
in Seni & Budaya
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus Mampioper - Editor: Syam Terrajana
Tiyatiki

 Laut di Teluk Tanah Merah, Depapre- Jubi/christ Ansaka/nieuwguinea.co

0
SHARES
241
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi- Masyarakat adat di Kampung Tablasufa, alias Kampung Tua (Bitoyo) hendak melakukan kembali tradisi tutup laut, atau dalam bahasa lokal Depapre disebut Tiyatiki.

“Iya masyarakat sudah merencanakan untuk kembali lagi mengaktifkan Tiyatiki di lokasi Kampung Tua, Bitoyo,”kata Amos Sumaliena kepada Jubi,  di Jayapura pekan lalu.

“Saya sudah dengar warga mau bikin Tiyatiki di Kampung Tua tapi sekarang belum ada informasi lebih lanjut. Saya harap segera terlaksana,”kata tokoh adat yang juga pengacara itu.

Era 1990 an tepatnya pada Oktober 1999 turis dari Jepang sempat ikut dalam upacara buka sasi Tiyatiki di Kampung Bitoyo.

Sebenarnya sejak 1999 sampai dengan era 2018-2019 , upacara Tiyatiki di pesisir Kampung Tablasufa telah beberapa kali dilaksanakan. Tradisi ini telah berlaku sejak nenek moyang.

Tiyatiki sendiri sangat penting bagi masyarakat di Tablasufa karena bertujuan  pertama, menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat yang berlaku dalam masyarakat adat suku Tepera khususnya Kampung Tablasufa. Kedua, mengingatkan  generasi muda agar tradisi Tiyatiki harus dilanjutkan dari generasi ke generasi.

Ketiga,  melindungi sumber daya laut yang hampir punah alias rusak karena peristiwa alam maupun perbuatan manusia dalam menangkap ikan, teripang dan lobster dengan memakai bahan perusak, bahan peledak, obat bius dan akar tuba.

BERITATERKAIT

Gubernur Nawipa: Pengelolaan kawasan konservasi tidak boleh mengabaikan masyarakat adat

Benteng konservasi terakhir di Papua Selatan terancam rusak

Tingkat air bendungan Sirinumu PNG mencapai level konservasi darurat

Otsus Papua: Regulasi Kuat, Kurikulum Kearifan Lokal Masih Mandek

“Jadi upacara Sasi atau Tiyatiki di Kampung Tablasufa ini telah dilaksanakan sejak nenek moyang untuk melindungi potensi sumber daya alam laut terutama habitatnya dan ekosistem,”kata   mantan pengurus adat Deponsero Utara di wilayah Depapre itu.

Apa itu tradisi Sasi ?

Pelaksanaan upacara adat berupa larangan terhadap penangkapan  ikan, bia, teripang dan lobster di dalam suatu areal tertentu selama beberapa waktu,  merupakan salah satu model konservasi trasional di tanah Papua. Sasi sendiri memang berasal dari Maluku yang artinya melarang warga mengambil (tutup) lokasi tertentu selama beberapa waktu yang ditentukan dan akan dibuka kembali untuk warga.

“Biasanya dalam acara tutup sasi atau Tiyatiki harus melalui upacara, zaman sekarang biasanya pendeta yang berdoa dalam buka maupun tutup sasi,”kata JR Mansoben.

Menurut JR Mansoben, MA antroplog dari Unversitas Cenderawasih,  di tanah Papua tradusu sasi dikenal luas. Mulai   dari Kabupaten Raja Ampat, Fakfak, Kaimana sampai dengan di teluk Cenderawasih termasuk Kabupaten Teluk Wondama, Biak Numfor sampai ke Sarmi.   Mereka semua mengenal tradisi sasi ini dengan nama yang berbeda beda.  Tetapi fungsinya sama, yaitu menjaga agar habitat dan ekosistem selalu lestari dari generasi ke generasi.

Misalnya masyarakat di Teluk Depapre mengenal tradisi sasi dengan sebutan Tiyatiki, warga Suku Matbat di Pulau Misool mengenal tradisi pelarangan ini adalah, Samsom, sedangkan di Fakfak disebut Rojaha dan di Kaimana Suku Mairasi disebut Gama.

“Meskipun namanya berbeda beda tetapi fungsinya sama yaitu menjaga dan melindungi sumber daya alam laut, habitat dan ekosistem. Mungkin lebih tepatnya model konservasi tradisional suku-suku di tanah Papua,”kata Mansoben.

Sementara itu Yunus Paulangan, Ketua Pusat Studi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan [PS2KP] Universitas Cenderawasih mengatakan Tiyatiki terbagi dua, yakni umum dan khusus.

Dia mengatakan Tiyatiki Umum itu adalah penutupan area oleh pemiliki ulayat atau suku klan, sedangkan Tiyatiki khusus hanya untuk pemilik keluarga atau klan atau marga tertentu saja.

Selanjutnya kata dia untuk penentuan areal lokasi Tiyatiki biasanya ditentukan berdasarkan dua indikator antara lain, keberadaan ikan target dan hak ulayat komunitas atau keluarga.

Tantangan kini dan ke depan lanjut peneliti perikanan dari FMIPA Uncen itu,  adalah kondisi terumbu karang di kawasan tersebut, khususnya di Depapre, mengalami degradasi.

Padahal ekosistem terumbu karangnya besar dan bervariasi, relatif asli. Di saat bersamaan, pengaruh luar masuk ke kampung, memperkenalkan praktik pengambilan ikan dengan cara merusak seperti menggunakan bom dan akar tuba.

“Kerusakan lain disebabkan kegiatan wisata bahari seperti snorkeling dan diving yang kurang profesional serta pemasangan jangkar oleh nelayan,” kataYunus Paulangan dalam penelitian terbarunya “Distribution and condition of coral reef ecosystem in Tanah Merah Bay, Jayapura, Papua, Indonesia” tahun 2019.

Selain itu, ancaman lain adalah pengembangan kawasan Teluk Depapre sebagai pelabuhan kontainer,   dikhawatirkan pula akan berpengaruh terhadap populasi ikan akibat rusaknya terumbu karang oleh  aktivitas bongkar muat dan lainnya.(*)

 

Tags: Kampung TablasufaKearifan LokalKonservasiTiyatikiUpacara adat
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Pengelolaan kawasan konservasi

Gubernur Nawipa: Pengelolaan kawasan konservasi tidak boleh mengabaikan masyarakat adat

October 21, 2026
Benteng konservasi

Benteng konservasi terakhir di Papua Selatan terancam rusak

October 17, 2026

Tingkat air bendungan Sirinumu PNG mencapai level konservasi darurat

October 9, 2026

Otsus Papua: Regulasi Kuat, Kurikulum Kearifan Lokal Masih Mandek

September 14, 2026

PAPEDA Summit 2026: Kepentingan ekstraktif dan konservasi di Tanah Papua

September 3, 2026

Pemerintah PNG didesak memperhatikan manfaat dari konservasi

July 20, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Film dokumenter pesta babi di Eropa

Film dokumenter Pesta Babi diputar 17 kali di sejumlah negara Eropa

October 21, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara