• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Aktivis KNPB Yahukimo mengaku dipukul saat ditangkap TNI AL

July 17, 2025
in Polhukam, Lapago
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Larius Kogoya - Editor: Arjuna Pademme
Aktivis KNPB

Empat Aktivis KNPB wilayah Yahukimo yang sempat ditangkap-IST

0
SHARES
36
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Empat aktivis Komite Nasional Papua Barat atau KNPB Wilayah Yahukimo, Papua Pegunungan mengaku dipukul saat ditangkap oleh Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini atau Satgas Pamtas RI-PNG Batalyon Marinir TNI-AL Angkatan Laut atau AL.

Keempat aktivis KNPB itu adalah Sinduk E Kobak, Deko Enggalim, Jek Amosoho dan Rinox Illinggi. Mereka ditangkap di Sekretariat KNPB Yahukimo  Sabtu (12/7/2025) malam.

Salah satu aktivis KNPB Yahukimo yang ditangkap ketika itu, Deko Enggalim mengatakan ketika itu ia bersama rekannya berada di Sekretariat KNPB. Ada di antara mereka yang sudah tidur dan lainnya sedang bermain game di handphone.

“Lalu kesatuan Marinir ini tiba-tiba masuk kepung sekretariat kami. Mereka suruh kami keluar semua. Disuruh angkat tangan setelah itu disuruh jongkok lalu mengikat tangan kami dari belakang. Sambil jongkok [kami] disuruh keluar masuk halaman sekretariat beberapa kali. [Kami diminta melakukan] semua itu sambil pukul-pukul dan ditendang-tendang,” kata Deko Enggalim melalui panggilan telepon kepada Jubi, Rabu (16/7/2025).

Menurut Enggalim, pihaknya tidak tahu alasan kedatangan Satgas Pamtas RI-PNG dari Batalyon Marinir itu ke Sekretariat KNPB. Sebab ia dan rekan-rekannya tidak pernah melakukan aksi anarkistis atau kegaduhan yang meresahkan siapapun di Yahukimo.

“Pas (saat) kami dipukul, ditendang, karena sakit kami merintih dan berteriak. Lalu kami empat orang itu dikasih naik dalam mobil milik Marinir karena suara kami didengar tetangga. Kami dapat setrum pakai alat listrik dalam mobil. Mereka juga pukul kami. Mereka sepak saya, saya langsung pingsan dan tidak sadarkan  diri sampai tiba di Koramil,” ucapnya.

Katanya, setibanya di Komando Rayon Militer atau Koramil, mata mereka ditutup dan mulut empat aktivis itu dilakban. Mereka pun masih mengalami penganiayaan. Ditendang, dipukuk menggunakan ujung senjata dan disetrum.

BERITATERKAIT

KNPB: Kami tak diberi ruang beraudiensi dengan DPR Papua Pegunungan

Polres Yahukimo bebaskan aktivis KNPB yang ditangkap

Aktivis KNPB diingatkan pentingnya membangun kesadaran intelektual dan kolektivitas

Aktivis KNPB Nabire diadang polisi usai galang dana

Mereka kemudian dibawa ke dalam salah satu ruangan di sana dan diinterogasi. Mereka ditanyai apakah mereka terlibat aksi anarkistis di Yahukimo. Akan tetapi keempatnya menyatakan KNPB selalu memilih jalan damai dalam perjuangan mereka.

Enggalim mengatakan, setelah diinterogasi, ia dan rekan-rekannya dibawa keluar ruangan dan kepala mereka dimasukkan ke dalam drum air, sambil dipukul berkali-kali.

Sekira pukul 03.00 pada Minggu (13/7/202/), keempatnya keempanya dibawa ke Polres Yahukimo. Mereka masih dipukul di dalam mobil saat perjalanan  ke Polres.

“Sesampainya kami di Polres Yahukimo itu, kami diserahkan [kepada kepolisian]. Akan tetapi dalam kontrol Marinir. Anggota militer (Marinir) sempat membakar jenggot, dan rambut kami pakai korek. Api rokok dimatikan di kulit. Kami ditampar,” ujarnya.

Katanya, ketika itu pihak Polres memerintahkan agar ia dan kawan-kawannya dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan, luka-luka mereka dibersihkan dan dijahit. Setelah itu barulah kembali ke Polres.

Sekembalinya dari rumah sakit, mereka kemudian dibawa ke ruang Reserse dan Kriminal Umum untuk dimintai keterangan. Namun penyidik tidak menemukan kesalahan atau pelanggaran hukum yang diduga dilakukan keempat aktivis KNPB itu.

“Polres tidak melakukan pemukulan atau yang lain. Yang memukul kami adalah Marinir. Kami diperiksa di Polres tapi tidak ada bukti kami buat pelanggaran, sehingga kami dipindahkan ke tahanan. Hari Senin (14/7/2025) jam 03.00 WP, kami dibebaskan dari Polres,” kata Deko Enggalim.

Aktivis KNPB Yahukimo lainnya, Sinduk Kobak mengatakan hal yang sama.

“Itu kami lihat aparat militer itu dalam keadaan yang dipengaruhi oleh alkohol jadi mereka pukul [kami] sampai membuat kita ini babak belur. Bengkak di wajah, memar dan lain sebagainya. Jadi mereka dalam keadaan mabuk begitu,” kata Kobak.

Menurut Kobak, pihaknya kini masih menjalani pemulihan. Akibat tindakan itu, ia tidak bisa makan, sebab dagunya terasa sakit.

“Kami yang lain juga tidak bisa duduk lama-lama, tapi harus baring begitu. Jadi kami tidak tahu apa alasan dan dasarnya anggota militer Marinir tangkap dan siksa kami,” katanya.

Sementara itu, Direktur Aliansi Demokrasi untuk Papua atau ALDP, Latifah Anum Siregar mengatakan, kewenangan melakukan penangkapan dan penahanan terhadap warga sipil ada pada kepolisian.

“Kalau misalnya masalah kehutanan ada pada polisi kehutanan, masalah perairan ada polisi perairan. Jadi labelnya adalah polisi bukan TNI, karena TNI tidak punya kewenangan dalam menangkap, apalagi menahan masyarakat sipil,”  kata Anum Siregar, Rabu (16/7/2025).

Menurutnya, apabila TNI mengetahui ada peristiwa di lingkup masyarakat, mereka tidak berwenang melakukan penangkapan. Namun mesti berkoordinasi dengan polisi.

“TNI harus lapor ke polisi bahwa ada peristiwa. Ada dugaan [tindak] kejahatan.  Kalau datang orang duduk baik-baik, tidak bikin apa apa, terus apa urgensinya, apa alasannya menangkap orang,” ucapnya.

Katanya, apabila seseorang sedang melakukan tindakan kejahatan dan ditangkap, itu lain hal. Sebab oknum itu tertangkap tangan. Namun apabila tidak dibenarkan menangkap orang dengan alasan tidak jelas.

“Dalam situasi seperti itu berarti harus ada surat perintah penangkapan. Jadi orang tidak bisa ditangkap seenak-enaknya. Aparat TNI tidak mempunyai kewenangan menangkap orang kemudian menahannya dalam institusi TNI entah itu Koramil entah itu pos-pos Satgas. Tidak punya kewenangan,” ujarnya.

Anum Siregar mengatakan, karena ada penyiksaan berulang, sehingga saat keempat aktivis itu dibawa ke Polres Yahukimo, polisi langsung meminta melakukan pemeriksaan kesehatan. Sebab, kepolisian tidak ingin ada dampaknya. Misalnya ada diantara keempatnya meninggal dunia.

“Jadi supaya tahu siapa yang bertanggung jawab yang mengakibatkan penyiksaan  apalagi misalnya luka-luka, sampai meninggal,” katanya.

Sekretaris KNPB Wilayah Yahukimo, Nifal Enggalim mengatakan berdasarkan data KNPB wilayah Yahukimo, dalam dua bulan terakhir, ada 14 warga sipil ditangkap termasuk empat aktivis KNPB.

Menurutnya, mereka ditangkap tanpa prosedur hukum. Warga sipil, aktivis dan orang yang diduga anggota TPNPB yang ditangkap itu, sering mengalami pemukulan dan penyiksaan.

“Mereka yang sering dapat pukul, diintimidasi disiksa kebanyakan rakyat sipil dan status mereka bukan tersangka atau terdakwa melainkan status mereka masih praduga tak bersalah,” kata Enggalim.

KNPB mendesak agar TNI dan Polri di Yahukimo saat melakukan penangkapan dan penggerebekan harus melalui prosedur hukum yang berlaku, tanpa merusak dan merampas harta benda milik rakyat.

Sementara itu, Juru Bicara KNPB Pusat, Ones Suhuniap mengatakan penangkapan dan penyiksaan terhadap empat aktivis KNPB itu tidak manusiawi.

Ones mengatakan, yang melakukan penangkapan dan penyiksaan terhadap aktivis KNPB Yahukimo adalah Marinir. Seakan mereka penjahat atau teroris yang harus ditangani oleh militer atau TNI.

KNPB Pusat mendesak Marinir yang bertugas di Yahukimo menghentikan penangkapan semena-mena.

“Bila perlu anggota marinir yang melakukan penyiksaan terhadap rakyat sipil termasuk empat aktivis KNPB harus diadili atau diberikan sanksi oleh atasan. Mereka punya tugas bukan melakukan penangkapan dan penyiksaan terhadap rakyat sipil dan aktivis pro demokrasi,” kata Suhuniap. (*)

Tags: Aktivis KNPBKekerasan Aparat KeamananPenangkapan aktivis KNPB
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

KNPB

KNPB: Kami tak diberi ruang beraudiensi dengan DPR Papua Pegunungan

August 13, 2026
Aktivis KNPB

Polres Yahukimo bebaskan aktivis KNPB yang ditangkap

May 21, 2026

Aktivis KNPB diingatkan pentingnya membangun kesadaran intelektual dan kolektivitas

May 20, 2026

Aktivis KNPB Nabire diadang polisi usai galang dana

March 28, 2026

LP3BH ingatkan polisi lindungi enam aktivis KNPB yang ditangkap di Sentani

December 7, 2025

Enam aktivis KNPB ditangkap, tujuh lainnya terluka

December 6, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

0
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

0
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara