• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Satgas Ops Damai Cartenz tetapkan DPO pembunuh pilot, TPNPB bantah terlibat

August 18, 2024
in Polhukam, Meepago
Reading Time: 5 mins read
0
Penulis: Hengky Yeimo & Abeth You - Editor: Syofiardi
Cartenz

Foto lama yang dikirimkan Satgas Humas Ops Damai Cartenz-2024 bersama siaran pers yang memperlihatkan pasukan TPNPB-OPM bersama pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens asal Selandia Baru yang disandera sejak 7 Februari 2023. Pria di samping kanan Pilot Mehrtens dilingkari garis kuning dengan tulisan ‘Malas Gwijangge’. –Jubi/Dok Satgas Humas Ops Damai Cartenz-2024

0
SHARES
18
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jubi, Nabire – Kepala Satuan Tugas Humas Ops Damai Cartenz-2024 Kombes Polisi Dr Bayu Suseno dalam keterangan pers yang diterima Jubi, Jumat (16/8/2024) mengatakan, olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), pengumpulan barang bukti, alat bukti, dan pemeriksaan seluruh saksi terkait kasus pembunuhan pilot helikopter PT Intan Angkasa Air Service Mr Glen Malcolm Conning (berkebangsaan yang berkebangsaan Selandia Baru) di Bandara Distrik Alama, Kabupaten Mimika telah selesai dilakukan.

“Berdasarkan hasil penyelidikan maka identitas pelaku sudah dapat kami ketahui, yaitu Perintah Kola Lokbere alias Malas Lokbere alias Malas Gwijangge, Jeri Wandikbo, Irisim Gwijangge, Jaka Gwijangge, dan Analuk Amisim. KKB [Kelompok Kriminal Bersenjata] ini terdiri dari lima orang dan diduga mereka berasal dari KKB pimpinan Perek Jelas Kogoya yang bermarkas di Yuguru, Kabupaten Nduga,” katanya.

Satgas Humas Ops Damai Cartenz-2024 bersama siaran pers juga melampirkan foto lama pasukan TPNPB-OPM bersama pilot Pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens asal Selandia Baru yang disandera sejak 7 Februari 2023. Pria di samping kanan Pilot Mehrtens dilingkari garis kuning dan di bawahnya tertulis ‘Malas Gwijangge’.

Kombes Bayu mengatakan DPO (Daftar Pencarian Orang) terhadap terduga pelaku tersebut telah diterbitkan dan selanjutnya akan dilakukan upaya penyidikan dan penegakan hukum. Foto surat Daftar Pencarian Orang yang dikirimkan beserta siaran pers memperlihatkan DPO ditandatangani Kapolres Puncak Jaya I Komang Budartha SIK pada 14 Agustus 2024.

Dalam surat DPO disebutkan Perintah Kola Lokbere melanggar pasal Primer Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1, Subsider Pasal 170 KUHP Ayat (2) ke 3, lebih subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP dan Pasal 365 ayat (3) KUHP.

Pembunuhan Pilot Helikopter

Disebutkan, tersangka diduga melakukan tindak pidana kejahatan terhadap jiwa orang dan turut serta melakukan perbuatan yang dapat dihukum dan atau kejahatan terhadap ketertiban umum dan atau Penganiaan dan Pencurain sebagaimana dimaksud dalam primer pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1, Subsider Pasal 170 KUHP Ayat (2) ke 3, lebih subssider pasal 351 ayat (3) KUHP dan Pasal 365 ayat (3) KUHP, yang terjadi di Distrik Alama, Kabupaten Mimika pada Senin, 5 Agustus 2024.

BERITATERKAIT

TPNPB klaim eksekusi aparat keamanan, Satgas Damai Cartenz: Korban warga sipil

TPNPB Kodap Ndugama pelaku penembakan di jalan trans Wamena-Ndugama

TPNPB Kodap Ndugama bertanggung jawab terhadap penembakan ASN di Jayawijaya

TPNPB Kodap Yahukimo umumkan duka nasional setelah empat anggotnya tewas

Satgas 2 hari proses olah TKP

Dalam siaran pers yang dikirimkan Satgas Humas Ops Damai Cartenz-2024 disebutkan Satgas Ops Damai Cartenz-2024 telah diterjukan ke Distrik Alama dan telah melakukan olah TKP selama dua hari, Selasa-Rabu (6/8/2024).

“Tidak hanya olah TKP yang dilakukan, Satgas Ops Damai Cartenz-2024 juga telah melakukan pengejaran terhadap KKB pelaku pembunuh pilot Glen dan penyisiran di Distrik Alama dengan hasil ditemukan sebuah rumah kosong yang berada di ujung bandara,” tulis siaran pers.

Satgas Cartenz
Foto yang dikirimkan Satgas Humas Ops Damai Cartenz-2024 memperlihatkan ‘whiteboard’ dengan gambar yang berada rumah kosong yang diduga digunakan Malas Gwijangge untuk tinggal di Distrik Alama selama satu minggu terakhir. –Jubi/Dok Satgas Humas Ops Damai Cartenz-2024

Diduga rumah kosong tersebut digunakan Perintakola Lokbere alias Malas Lokbere alias Malas Gwijangge untuk tinggal di Distrik Alama selama satu minggu terakhir.

“Perlu diketahui berdasarkan keterangan masyarakat sekitar bahwa rumah kosong tersebut merupakan bekas koperasi yang sudah tidak digunakan lagi,” sebut Satgas Humas Ops Damai Cartenz-2024.

“Hal ini diperkuat bahwa ditemukan di dinding rumah terdapat gambar-gambar senjata, gambar bendera Papua merdeka dan dokumen KKB lainnya.”

Dalam siaran pers disebutkan, Kepala Operasi Damai Cartenz-2024, Brigjen Polisi Dr Faizal Ramadhani mengungkapkan dari hasil olah TKP dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi maka diduga kuat, pelaku penyanderaan dan pembunuh pilot Glen adalah Kelompok Kriminal Bersenjata Perek Jelas Kogoya dan memilki 5 orang dalam kelompok tersebut, yakni Perintah Kola Lokbere alias Malas Lokbere alias Malas Gwijangge dan kawan-kawannya.

“KKB Perek Jelas Kogoya ini bermarkas di Yuguru, Kabupaten Nduga dan diduga memiliki 5 orang KKB dalam kelompok ini sebagai pembunuh pilot Glen, yaitu Perintah Kola Lokbere alias Malas Gwijangge (20 tahun), Jeri Wandikbo (50 tahun), Irisim Gwijangge (20 tahun), Jaka Gwijangge (15 tahun), dan Analuk Amisim (36 tahun),” katanya.

Kelimanya beralamat di Kampung Geselma, Kabupaten Nduga.

Satgas Cartenz
Foto yang dikirimkan Satgas Humas Ops Damai Cartenz-2024 memperlihatkan rumah kayu kosong yang diduga digunakan Malas Gwijangge untuk tinggal di Distrik Alama selama satu minggu terakhir. –Jubi/Dok Satgas Humas Ops Damai Cartenz-2024

TPNPB bantah terlibat membunuh Pilot Glen

Sementara itu, Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB-OPM (Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka) mengeluarkan siaran pers pada Jumat (16/8/2024) yang diteruskan Jubir Komnas TPNPB Sebby Sambom.

Siaran pers itu berjudul “Pasukan Komnas TPNPB tidak bunuh pilot helikopter asal NZ, namun TPNPB curigai bahwa pelaku pembunuhan pilot asal NZ adalah militer dan polisi Indonesia”.

Siaran pers melampirkan pernyataan resmi TPNPB yang dikeluarkan Wakil Komandan Operasi Umum dan Panglima TPNPB Wilayah III Ndugama Darakma, Bridgen Egianus Kogeya dan pasukannya. Pernyataan dalam bentuk video dan ‘audio voice’ oleh Jubir Komnas TPNPB Sebby Sambom.

Sambom atas nama panglima tinggi TPNPB OPM menggumumkan ke publik atas pernyataan komandan operasi umum TPNPB Mayor Jenderal Lekagak Talenggen. Juga pernyataan resmi yang dilanjutkan oleh Wakil Komandan Operasi Bersama Panglima TPNPB Wilayah III Ndugama Derakma Brigader Jenderal Egianus Kogeya dan pasukannya.

Sebby Sambom menyebutkan mereka secara resmi pada 15 Agustus 2024 mengeluarkan pernyataan yang harus diumumkan secara publik oleh Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB.

“Maka hari ini kami mengumumkan pernyataan ini dalam bentuk video dalam dua bahasa. Video pertama dalam bentuk bahasa Suku Lani di mana Wakil Komandan Operasi Umum TPNPB se-Tanah Papua menjelaskan dalam bahasa (Indonesia) bahwa pilot helikopter asal Selandia Baru itu dibunuh oleh Indonesia dengan cara apa itu mereka skenario semua,” katanya.

“Indonesia yang bunuh dan kami TPNPB tidak tahu-menahu dan tidak bertanggung jawab, tapi yang bertanggung jawab penuh atas kematian pilot itu adalah Pemerintah Indonesia dengan institusi TNI-Polri di Papua. Itu kita sampaikan dalam Bahasa Indonesia juga sama,” katanya.

Satgas Cartenz
Surat DPO atau Daftar Pencarian Orang untuk Perintah Kola Lokbere alias Malas Lokbere alias Malas Gwijangge yang dikirimkan sebagai lampiran siaran pers Satgas Humas Ops Damai Cartenz-2024. –Jubi/Dok Satgas Humas Ops Damai Cartenz-2024

Sebby Sambom menjelaskan, Panglima Egianus dan pasukannya secara resmi mengumumkan atas nama organisasi, bahwa TPNPB tidak bertanggung jawab dan jelas-jelas pembunuhan pilot itu dilakukan melalui skenario yang  telah di-setting oleh Pemerintah Indonesia.

Maka, lanjut Sambom, Pemerintah Indonesia dengan institusi TNI-Polri, yaitu Satgas Damai Cartenz di Papua harus bertanggung jawab dan TPNPB menyampaikan kepada publik secara nasional dan internasional yang  terutama kepada keluarga korban, juga kepada Pemerintah Selandia Baru dan warga masyarakat Selandia Baru, di wilayah Pasifik dan dunia.

“Bahwa terkait pilot tersebut, kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap semua pasukan TPNPB, ternyata itu dibunuh oleh Pemerintah Indonesia melalui Satgas Damai Cartenz menggunakan orang hitam. Jadi orang hitam itu tentara dan polisi Indonesia atau mereka punya proxy yang kami sebut namanya TPNPB/KKB binaan TNI-Polri,” katanya.

“Jadi kami juga sangat siap sampaikan ke pengadilan internasional pun, kami tetap berani sampaikan dengan fakta-fakta, jadi Indonesia juga harus memberikan fakta-fakta yang akurat, jangan hanya sebatas saksi memberitakan begitu. Karena mereka harus menangkap pelakunya dan memberitakan kepada publik, supaya publik percaya kepada Pemerintah Indonesia,” kata Sebby Sambom.

Singgung sejarah orang Papua dengan orang Eropa

Jubir Komnas TPNPB Sebby Sambom melalu siaran pers juga menyampaikan, dalam sejarah orang Papua, di mana misionaris Kristen pertama orang Eropa masuk di Papua pada 5 Februari 1855. Setelah 52 tahun penjajah Kolonial Belanda masuk ke Papua pada 1909. Lalu 52 tahun kemudian Indonesia masuk pada 1963.

TPNPB
Foto pasukan TPNPB-OPM (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka) yang dikirimkan bersama siaran pers yang diteruskan Jubir Komnas TPNPB Sebby Sambom pada Jumat (16/8/2024). –Jubi/Dok Jubir Komnas TPNPB

Maka, katanya, Indonesia menjajah Papua selama 62 tahun, misionaris kristen orang Eropa tinggal di Papua selama 52 tahun, dan Pemerintah Kolonial Belanda tinggal di Papua selama 52 tahun.

“52 tahun + 52 tahun + 62 tahun adalah 166 tahun kami di bawah penjajahan oleh dunia kapitalis, imperialis, dan kolonialis. Oleh karena dalam sejarah kami sekian tahun tidak pernah bunuh orang Barat, orang kulit putih, dari Eropa, Amerika, Australia, dan Selandia Baru tidak pernah. Hanya satu misionaris tahun 50-60-an yang masuk di Yali Selatan dibunuh, masak dan dimakan, dan itu maklum karena pada saat itu kami masih dalam primitif dan kanibal,” ujarnya.

Sebby Sambom menyebutkan ia dari suku Yali Besar adalah kanibal dan suku Yali Besar ada di empat kabupaten, yaitu Yalimo, Yahukimo, Pegunungan Bintang, dan Boven Digul.

“Maka kami adalah kanibal di Papua, ras kanibal di Papua yang pernah makan itu, tapi dengan darah misionaris itu, maka Tanah Papua sudah dikuduskan, dan kami sudah bertobat terima Injil, maka mustahil kami bunuh orang-orang Barat dari Eropa, Amerika, Australia yang datang ke Papua,” katanya.

Sebab, lanjut Sambom, mereka itu menyatu dengan orang Papua. “Mereka tidur di honai dengan kami, makan ubi dengan kami, apa pun yang kami makan mereka sesuaikan, tapi, orang Indonesia kulit sawo matang itu tidak. Anda lihat kami makan makanan di kampung, Anda merasa jijik, itu berarti Anda bukan manusia,” ujarnya.

Kalau orang Barat itu, lanjut Sambom, mereka kulit putih tapi mereka manusia. “Karena mereka bisa sesuaikan dengan kami begitu. Oleh karena itu, kematian pilot ini Indonesia bertanggung jawab,” ujarnya. (*)

Tags: Pembunuhan Pilot HelikopterSatgas Ops Damai Cartenz-2024TPNPB
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

TPNPB klaim eksekusi aparat keamanan

TPNPB klaim eksekusi aparat keamanan, Satgas Damai Cartenz: Korban warga sipil

October 15, 2026
Penembakan sopir oleh TPNPB di Wamena

TPNPB Kodap Ndugama pelaku penembakan di jalan trans Wamena-Ndugama

September 16, 2026

TPNPB Kodap Ndugama bertanggung jawab terhadap penembakan ASN di Jayawijaya

September 10, 2026

TPNPB Kodap Yahukimo umumkan duka nasional setelah empat anggotnya tewas

September 3, 2026

Markas TPNPB di Puncak Jaya diserang militer Indonesia

August 20, 2026

KNPB dan TPNPB nyatakan sikap politik menolak Perjanjian New York

August 15, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Bougainville jelang keputusan parlemen PNG

Luka mendalam Bougainville jelang keputusan besar Parlemen PNG

October 25, 2026
Gempa di lepas lantai Vanuatu

Gempa 6,9 SR terjadi di lepas pantai Vanuatu, peringatan tsunami dibatalkan

October 25, 2026
Rencana Tambang dan hak masyarakat adat

Rencana tambang oleh ANTAM, hak masyarakat adat dan pertambangan rakyat di Papua Tengah

October 25, 2026
Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas

Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas memperkuat pemenuhan dokter spesialis

October 25, 2026
Evaluasi aparat keamanan di Nduga

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

October 25, 2026
Greenpeace luncurkan buku

Greenpeace luncurkan buku anak tentang hutan, laut, dan menjaga alam

October 25, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Bougainville jelang keputusan parlemen PNG

Luka mendalam Bougainville jelang keputusan besar Parlemen PNG

0
Gempa di lepas lantai Vanuatu

Gempa 6,9 SR terjadi di lepas pantai Vanuatu, peringatan tsunami dibatalkan

0
Rencana Tambang dan hak masyarakat adat

Rencana tambang oleh ANTAM, hak masyarakat adat dan pertambangan rakyat di Papua Tengah

0
Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas

Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas memperkuat pemenuhan dokter spesialis

0
Evaluasi aparat keamanan di Nduga

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

0
Greenpeace luncurkan buku

Greenpeace luncurkan buku anak tentang hutan, laut, dan menjaga alam

0
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara