Nabire, Jubi – Kapolres Dogiyai Kompol Sarraju SH menepis isu yang sedang berkembang bahwa Kepolisian Resort Dogiyai menahan atau menangkap para siswa SMA Negeri 2 Dogiyai pasca aksi jalan kaki dengan seragam sekolah yang dicoreti motif Bintang Kejora sambil menandu Kepala Sekolah Fredi Yobe setelah pengumuman kelulusan mereka pada Senin (6/5/2024).
“Untuk siswa tidak ada yang ditahan, yang diminta klarifikasi hanya kepala sekolah dan guru-guru,” kata Kapolres Dogiyai Kompol Sarraju SH ketika dikonfirmasi Jubi melalui pesan WhatsApp pada Kamis (9/5/2024).
Kompol Sarraju mengatakan pihaknya sama sekali tidak pernah menahan. “Info dari mana itu. Kalau di Dogiyai tidak ada siswa yang kita amankan. Mungkin di Nabire-(kah),” katanya.
Ia membenarkan pihaknya memanggil Kepala SMA Negeri 2 Dogiyai Fredi Yobe dan empat guru sekolah itu dengan maksud untuk meminta keterangan atas aksi spontan yang dilakukan para siswa tersebut.
“Kami panggil kepala sekolah dan guru-guru hanya minta keterangan saja,” katanya.
Pada kesempatan itu, lanjut dia, pihaknya telah menegaskan kepada para guru agar kasus serupa tak boleh terjadi lagi, sehingga ditugaskan kepada pihak sekolah untuk memiliki tanggung jawab atas perilaku para siswa.

“Kami sudah komunikasikan dengan kepala sekolah dan guru-guru agar lebih menekankan tentang sikap dan perilaku sebagai warga negara terpelajar yang ada dalam bingkai negara,” ujarnya.
Selain itu pihaknya juga menyampaikan kepada para orang tua agar mendidik anak agar tidak terpengaruh kepada ajakan sesat.
“Dan juga orang tua memiliki tanggung jawab yang lebih besar sehingga anak-anak mereka tidak terpengaruh kepada ajakan-ajakan negatif,” kata Sarraju.
Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim Polres Nabire AKP Bertu Haridyka Eka Anwar yang dikonfirmasi Jubi mengatakan para siswa telah dikembalikan kepada keluarga.
“Sudah dikembalikan,” jawabnya singkat.
Seperti diberitakan Jubi, puluhan siswa Kelas III SMA Negeri 2 Dogiyai yang baru dinyatakan lulus mengarak kepala sekolah mereka Fredi Yobe dengan menggotong kursi yang diduduki Pak Yobe pada Senin (6/5/2024). Mereka dengan sebagian besar baju seragam putih telah dicoreti cat pilox bermotif Bintang Kejora mengarak Pak Yobe dari sekolah ke jalan raya di pasar, lalu kembali ke sekolah.
Foto-foto peristiwa itu ramai di media sosial. Atas kejadian tersebut Kepsek Fredi Yobe dan empat guru SMA Negeri Dogiyai dipanggil ke Polres Dogiyai. Kemudian sebuah video klarifikasi atas perisitiwa itu muncul di akun Tiktok @humasdogiyai dengan nama @humaspolresdogiyai. Dalam video itu Fredy Yobee didampingi empat guru memberikan penjelasan atas peristiwa itu.
Salah seorang guru kepada Jubi mengatakan mereka diperiksa di Polres Dogiyai selama 7 jam pada Selasa, 7 Mei 2024. Mereka diperiksa sejak pukul 09.00 sampai pukul 15.00 Waktu Papua.

Sementara itu, di Nabire sejumlah siswa SMA dan SMK yang baru mendengar hasil kelulusan dari sekolah mereka juga melakukan aksi jalan kaki berombongan di jalan raya. Sebagian dari mereka juga dengan baju seragam yang telah dicat pilox dengan motif Bintang Kejora. Mereka kemudian dikejar dan ditangkap oleh polisi dan dibawa ke Polres Nabire.
Direktur LBH-TKP Ricardani Nawipa mengatakan sebanyak 14 pelajar Nabire ditahan Polisi Resort Nabire (Polres Nabire), namun ke-14 pelajar itu setelah menjalani pemeriksaan kemudian dibebaskan pada Selasa (7/5/2024) malam. (*)





















Discussion about this post