• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Meepago

101 aktivisnya dilepaskan, KNPB sebut Polres Nabire tidak memberikan ruang kebebasan

August 17, 2024
in Meepago, Polhukam
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Hengky Yeimo - Editor: Syofiardi
KNPB

Aparat kepolisian mendatangi peserta aksi KNPB di KPR Siriwi, Nabire. – Jubi/Hengky Yeimo

0
SHARES
22
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Nabire, Jubi – Anggota Komite Nasional Papua Barat atau KNPB Gerson Pigai menyebutkan ada 101 aktivis KNPB peserta aksi demonstrasi yang ditangkap Polres Nabire pada Kamis (15/8/2024) pagi, termasuk 3 orang yang sebelumnya ditangkap saat membagikan selebaran, semuanya sudah dilepaskan dan kembali ke rumah.

“Dari semua titik, kami jumlahkan ada sekitar 101 orang yang ditangkap. Pada Kamis (15/8/2024) pukul 11 malam sudah dibebaskan,” katanya kepada sejumlah wartawan saat menggelar jumpa pers yang dihadiri anggota dan pimpinan KNPB se-Wilayah Meepago di Kali Bobo, Jumat (16/8/2024).

Sedangkan 2 aktivis KNPB yang mengalami luka tembak, Andy Tebay dan Yosua Pigome, masih dirawat di RSUD Nabire.  Selain itu, kata Pigai, 8 anggota KNPB juga mengalami luka berat akibat pukulan aparat kepolisian dengan menggunakan sepatu laras, besi, rotan, dan popor senjata.

“Ada pula benda-benda milik massa aksi yang hilang saat di titik aksi maupun di Polres Nabire. Barang-barang berupa uang, HP, milik massa aksi yang diambil, kami minta kepada pihak kepolisian agar kembalikan ke pemiliknya segera,” katanya.

Gerson Pigai melaporkan secara umum kronologis aksi yang berbuntut penangkapan massal oleh polisi. KNPB Wilayah Meepago melakukan aksi demonstrasi menentang New York Agrement 15 Agustus 1962 sekaligus memperingati Agustus sebagai Bulan Rasisme di sejumlah titik di Nabire pada Kamis (15/8/2024) pagi.

Massa aksi, kata Pigai, berkumpul di lima titik, yaitu Kali Bobo, Siriwini, Pasar Karang, SP, dan Jepara II. Namun di semua titik mereka didatangi aparat polisi dari Polres Nabire, aksi dibubarkan, dan mereka diangkut ke Kantor Polres Nabire.

“Massa mulai turun ke titik-titik kumpul sekitar pukul 7 pagi. Massa di Kalibobo sudah melakukan orasi sekitar 10 menit, langsung aparat polisi datang mengangkut mereka,” katanya.

BERITATERKAIT

Unjuk rasa tolak makan bergizi gratis, pelajar di Nabire diangkut ke mapolres

Pelaku pembakaran sekolah di bawah umur, polisi hormati UU Perlindungan Anak

Polres Nabire didesak ungkap hasil uji lab kematian perawat RSUD Deiyai

95 peserta aksi KNPB ditangkap Polres Nabire, satu lagi ditembak di punggung

Menurutnya aparat kepolisian menangkap massa dengan jumlah yang banyak. Lalu dibawa ke Kantor Polres Nabire. “Brutalnya massa aksi disuruh buka baju dan berjemur di terik matahari,” katanya.

KNPB
Foto yang beredar di media sosial memperlihatkan peserta aksi KNPB yang disuruh duduk berbaris tanpa baju di lapangan Polres Nabire. –Jubi/Medsos

Zadrak Kudiyai nilai ruang demokrasi di Nabire buruk

Penanggung jawab aksi yang juga Sekretaris KNPB Nabire, Zadrak Kudiyai menjelaskan, dari lima titik aksi, untuk rencana aksi di SP 1 belum melakukan aksi sudah dibubarkan polisi. Sedangkan di Kalibobo massa sudah berada di lokasi, lalu ditangkap polisi. Kemudian di Siriwini polisi membubarkan massa aksi pukul 12.46 WIT.

“Polisi membubarkan tanpa melakukan negosiasi dengan koordinator lapangan di titik kumpul,” ujarnya. “Dari laporan yang kami dapatkan, ada 3 orang yang dapat tangkap,” tambahnya.

Kemudian aksi di Pasar Karang sudah sampai di titik aksi, ketika jalan sampai Jembatan Kali Nabire. “Polisi hadang dari Arah Wonorejo dan dari arah Karang Barat, dan tembak gas air mata, sehingga massa bubar,” ujarnya.

Kudiai menyebutkan, dua peserta aksi terkena tembakan peluru aparat keamanan masih berada di Rumah Sakit Umum Daerah Nabire di Siriwini. Kedua korban bernama Andrias Gobay (anggota KNPB Wilayah Dogiyai) dan Yosua Pigome. Mereka ditembak di resetlemen samping Kali Nabire.

“Kedua korban dalam kondisi kritis,” katanya. “Andrias Gobay dan Yosua Pigome saat ini masih kekurangan darah dan mereka masih harus dirawat di RSUD Nabire,” tambahnya.

Menurut Kudiyai tindakan polisi membubarkan aksi demonstrasi KNPB di lima titik di Nabire tersebut melanggar undang-undang dan aparat keamanan tidak memberikan ruang kebebasan.

“Polisi tidak melakukan pengamanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk protap sesuai dengan Perkap (Peraturan Kapolri) Nomor 1 Tahun 2029 Tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian,” ujarnya.

Zadrak Kudiyai: Di Nabire banyak kepentingan

Terkait pemalangan jalan setelah massa aksi dibubarkan di Jembatan Kali Nabire, kata Kudiyai, KNPB tidak bertanggung jawab.

Nabire
Andrias Gobai, anggota KNPB Wilayah Dogiyai tertembak peluru karet aparat keamanan di bagian paha sedang dirawat di UGD RSUD Nabire, Kamis (15/8/2024). –Jubi/Hengky Yeimo

“Setelah massa aksi dibubarkan, massa aksi KNPB se-Meepago mundur, sehingga KNPB tidak bertanggung jawab atas pemalangan jalan yang dimulai dari samping Kali Nabire Transat sampai di jalan raya depan Masjid Wonorejo, itu KNPB tidak bertanggung jawab,” katanya.

Alasan pihaknya tidak bertanggung jawab, kata Kudiyai, karena dalam jumpa pers kedua pihaknya telah mengimbau dan menyampaikan bahwa apabila masalah terjadi dalam aksi dalam keadaan mabuk atau membawa alat tajam maka KNPB tidak bertanggung jawab.

“Karena kami tahu bahwa di Nabire itu banyak kepentingan,” ujarnya.

Kudiyai juga menduga pengejaran terhadap orang pendatang yang dilakukan oleh warga non-Papua [atau warga Nusantara] di Wonorejo adalah binaan BIN yang diskenariokan untuk mengacaukan jalannya aksi KNPB dan mengkambinghitamkan KNPB.

“Kami tidak bertanggung jawab dari awal, kami sudah sampaikan bahwa kami tidak bertanggung jawab karena di Nabire itu banyak kepentingan. Maka dari Transat sampai masjid itu di luar dari tanggung jawab kita, karena di luar dari garis komando kita,” katanya.

Ia juga menyorot tindakan polisi yang menurutnya keliru di mana semua peserta aksi sebelum dipulangkan disuruh untuk menandatangani surat untuk tidak melakukan aksi KNPB lagi.

“Kami menilai ini sangat keliru, karena Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia mengatur bahwa setiap warga negara berhak mengeluarkan pendapat di muka umum,” ujarnya.

Pernyataan sikap KNPB Wilayah Meepago

Kimot Mote, koordinator lapangan umum aksi serentak KNPB Meepago pada Kamis, 15 Agustus 2024 di Nabire mengatakan, pihaknya mengusung tema aksi KNPB wilayah Meepago di Nabire adalah ‘Usir Kolonialisme Melawan Rasisme’.

“Kami keluarkan pernyataan sikap KNPB kemarin saat aksi bersama rakyat Papua Barat menolak perjanjian illegal New York Agreement lawan anti rasisme,” katanya.

Pernyataan sikap itu berisi sembilan poin, yaitu Indonesia segera membuka ruang demokrasi di Tanah Papua, tarik militer dari Papua Barat, stop pengedropan militer Indonesia ke West Papua, stop genosida ekosida di West Papua, dan tolak PT Blok Wabu, PT Somaling, dan lainnya di West Papua.

Kemudian stop penangkapan terhadap aktivis Papua Merdeka, PBB segera tinjau kembali Pepera 1969 dan segera melakukan referendum ulang, Indonesia segera membuka jurnalis asing ke West Papua, dan Indonesia segera memberikan hak penentuan nasib sendiri bagi Bangsa West Papua sebagai solusi demokratis.

KNPB
Kapolres Nabire AKBP Wahyudi Satrio Bintoro diwawancarai wartawan usai pengamanan aksi KNPB Wilayah Meepago di sebuah kafe di Nabire, Papua Tengah, Kamis (15/8/2024). –Jubi/Hengky Yeimo

Penjelasan Kapolres

Seperti diberitakan Jubi.id sebelumnya (Kamis, 15/8/2024), pada pukul 14.39 WIT di sebuah kafe di Nabire, Kapolres Nabire AKBP Wahyudi Satrio Bintoro kepada wartawan mengatakan hasil pemantauannya sampai detik itu situasi aman terkendali.

“Ya, memang adalah beberapa riak-riak kecil, tapi sudah kita kendalikan semuanya. Sudah berangsur-angsur kondusif. Bahkan ini tadi dari Forkompimda, baik provinsi maupun kabupaten, sama-sama mengecek, situasi bisa dikendalikan,” ujarnya.

Jubi.id menanyakan tentang penembakan dan penembakan gas air mata, Kapolres mengatakan terkait masalah itu pihaknya sudah menggunakan protap sesuai dengan Perkap (Peraturan Kapolri) Nomor 1 Tahun 2029 Tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian.

“Kita kan sudah laksanakan mulai dari kehadiran kita, kita sudah memberikan imbauan, penyampaian, kita dorong, ternyata posisinya mereka melakukan tindakan anarkis, pelemparan batu. Bahkan anggota kami posisinya ada yang terkena lemparan juga, luka-luka,” katanya.

Kapolres melanjutkan. “Bahkan juga ada motor warga masyarakat yang dibakar. Kemudian di jembatan-jembatan itu tiang-tiangnya juga pada dilepas semua. Oleh sebab itu, kita laksanakan tindakan tegas terukur yang menggunakan gas air mata,” ujarnya. (*)

Tags: Aksi Demonstrasi KNPB di NabireNew York Agrement 15 Agustus 1962Polres Nabire
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Nabire

Unjuk rasa tolak makan bergizi gratis, pelajar di Nabire diangkut ke mapolres

February 17, 2025
Kapolres Nabire

Pelaku pembakaran sekolah di bawah umur, polisi hormati UU Perlindungan Anak

January 21, 2025

Polres Nabire didesak ungkap hasil uji lab kematian perawat RSUD Deiyai

January 13, 2025

95 peserta aksi KNPB ditangkap Polres Nabire, satu lagi ditembak di punggung

August 16, 2024

Polisi tembak 2 peserta aksi KNPB di Nabire, lepaskan gas air mata

August 15, 2024

KNPB sebut anggotanya di Nabire dipukul dan dibawa polisi saat bagikan selebaran

August 12, 2024

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Israel bergabung dengan PIF

Israel bergabung dengan PIF sebagai mitra

October 21, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara