• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Sidang Paniai Berdarah hadirkan 3 polisi, jaksa dan PH sempat berdebat

October 10, 2022
in Polhukam, Tanah Papua
Reading Time: 5 mins read
0
Penulis: - Editor:
Pengadilan HAM Paniai Berdarah

Mantan Kepala Kepolisian Sektor Paniai Timur, Kompol (Purn) Petrus Gawe Boro dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara pelanggaran HAM berat Paniai Berdarah di Pengadilan HAM Makassar, Senin (3/10/2022). - Jubi/Eko Rusdianto

0
SHARES
25
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Makassar, Jubi – Pengadilan Hak Asasi Manusia Makassar pada Senin (3/10/2022) melanjutkan sidang perkara pelanggaran Hak Asasi Manusia berat Paniai Berdarah. Pada sidang Senin, tiga polisi dihadirkan sebagai saksi perkara penembakan yang menewaskan empat orang siswa di Enarotali, ibu kota Kabupaten Paniai, pada 8 Desember 2014 itu. Kesaksian mantan Kepala Kepolisian Sektor Paniai Timur, Petrus Gawe Boro tentang kronologi tragedi Paniai Berdarah sempat memicu perdebatan di antara jaksa dan penasehat hukum.

Dalam perkara Paniai Berdarah itu, Mayor (Purn) Isak Sattu menjadi terdakwa tunggal yang diperiksa dan akan diadili majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Sutisna Sawati bersama Hakim Anggota Abdul Rahman, Siti Noor Laila, Robert Pasaribu, dan Sofi Rahman Dewi. Isak Sattu didakwa dengan dua delik kejahatan terhadap kemanusiaan yang diancam hukuman terberat pidana mati, dan hukuman teringan pidana 10 tahun penjara.

Petrus Gawe Boro menjadi saksi pertama yang keterangannya didengar pada persidangan Senin. Petrus Gawe menggunakan pakaian biru saat menyampaikan kesaksiannya menjelaskan bahwa sejak 9 Oktober 2013 hingga April 2017 ia menjabat sebagai Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Paniai Timur dengan pangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP). Pasca itu, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Resor (Polres) Paniai hingga pensiun dengan pangkat Kompol.

Petrus bersaksi sebelum tragedi Paniai Berdarah terjadi, pada 8 Desember 2014 pagi ia bersama empat anak buahnya menuju Markas Polres Paniai untuk mengikuti apel pagi di sana. Dalam apel itu, Wakapolres Paniai Kompol Hanafiah menyampaikan jika ada pemalangan jalan di Gunung Merah, di ruas jalan yang menghubungkan Enarotali dan Madi. Apel pagi itu pun dipercepat.

Seusai apel, Petrus bersama Kabag Ops Polres Paniai, Kompol Sukapdi dan sejumlah polisi lainnya mendatangi lokasi pemalangan. Di sana, ada ratusan warga yang sudah berkumpul dengan membawa tombak, kapak, dan parang. Massa itu menutup akses jalan dengan menaruh tiang listrik berbahan beton dan batang pohon juga batu di badan jalan.

Menurut Petrus, massa itu marah dengan peristiwa pemukulan yang dilakukan sejumlah prajurit TNI terhadap Benyamin Kudiai, Yosafat Yeimo, Noak Gobai dan Oktofince Yeimo di Pondok Natal Gunung Merah, Jalan Enarotali – Madi Kilometer 4, pada 7 Desember 2014 petang, sekitar pukul 17.30 WP.

Petrus menuturkan pihaknya berupaya membujuk warga membuka jalan itu, namun warga yang marah menolak. Mereka menyatakan para prajurit TNI harus bertanggungjawab atas pemukulan yang terjadi pada 7 Desember 2014 itu.

BERITATERKAIT

Melawan lupa tragedi Paniai berdarah, BP FKM-KP nyatakan sikap

Pelaku lain Pelanggaran HAM Berat Paniai Berdarah harus diadili

Menkopolhukam: Pemerintah tidak sampaikan maaf soal pelanggaran HAM berat

Pelaku pelanggaran HAM berat Paniai Berdarah lainnya juga harus diajukan ke Pengadilan HAM

Petrus menyatakan salah satu warga yang membawa kapak menyerang mobil yang ia bawa. “Mobil kami berhenti. Satu orang warga datang bawa kapak. Kena jalan, saya tidak kena,” katanya.

Warga itu kemudian menghantam kaca mobil depan di bagian kanan, dan menghantamnya bagian kanan mobil itu hingga peok. “Jadi kami mundur, dan saya melaporkan situasinya ke Wakapolres,” lanjut Petrus.

Beberapa menit kemudian, Wakapolres Paniai Kompol Hanafiah tiba di lokasi pemalangan bersama Wakil Bupati Paniai, Yohanis Youw. Petrus dan anak buahnya diperintah untuk menjauh dari lokasi pemalangan, da mereka mundur hingga sekitar 30 meter dari lokasi itu. Petrus kemudian melihat Hanafiah bernegosiasi dengan massa. Negosiasi itu berlangsung alot, dan situasi menjadi semakin panas karena negosiasi itu gagal mencapai kata sepakat.

Tiba-tiba terdengar suara tembakan yang tidak diketahui sumbernya. Polisi kemudian mundur, menjauhi massa. Wakil Bupati Paniai, Yohanis Youw akhirnya berhasil membujuk warga membuka palang jalan.

Pada saat yang hampir  bersamaan, sekitar delapan prajurit TNI Rider/Timsus 753/Batalyon 753/AVT Nabire tiba di lokasi pemalangan menggunakan mobil. Melihat itu, massa justru kembali marah dan menyerang mobil yang ditumpangi para prajurit TNI tersebut. Akhirnya prajurit TNI mundur, bersama-sama polisi menjauhi massa.

“Waktu kami mundur, masyarakat memaki kami. Tapi, ada anggota TNI yang mungkin sudah panas juga membalas, dengan makian. ‘Anjing, babi kau, mau saya bikin seperti tadi malam kah’,” kata Petrus menirukan ucapan salah seorang anggota TNI saat itu.

Selanjutnya, seorang anggota TNI lainnya berujar, “Bapak-bapak mundur ini masalah kami,” kata Petrus.

Sukapdi, yang pada saat tragedi Paniai Berdarah terjadi merupakan Kabag Ops Polres Paniai menjadi saksi kedua pada sidang Senin. Sukapdi memberikan kesaksian yang serupa dengan kesaksian Petrus.

Ia juga menjelaskan kasus penganiayaan yang dilakukan sejumlah prajurit TNI terhadap sejumlah pemuda yang membuat Pondok Natal di Gunung Merah pada 7 Desember 2014. “Dari informasi yang kami terima, penganiayaan tanggal 7 itu dilakukan oleh TNI. Ada sekitar 8 anggota TNI. Mereka menggunakan pakaian setengah dinas, pakai celana loreng, dan baju kaos. Mereka juga bawa senjata, karena ada warga yang dianiaya pakai popor senjata,” kata Sukapdi.

Polsek Paniai Diserang

Saat negosiasi antara Wakapolres Paniai Kompol Hanafiah dan massa masih berlangsung alot, saluran radio komunikasi polisi melaporkan bahwa Markas Polsek Paniai Timur diserang massa yang lain. Kompol Hanafiah kemudian memerintahkan Petrus bergerak ke Markas Polsek Paniai Timur, sementara Sukapdi diperintahkan segera kembali ke Markas Polres Paniai.

Saat Petrus tiba di Markas Polsek Paniai Timur, massa sudah terpecah di Lapangan Karel Gobay dan di lapangan voli. Petrus memasuki Markas Polsek Paniai Timur, dan melihat batu berserakan di mana-mana, dan kaca depan gedung sudah pecah.

Menurut Petrus, saat itu senjata yang berada dalam ruang penyimpanan sudah tak berada di tempatnya, karena diamankan anak buah Petrus. Petrus menyatakan hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan massa memasuki Markas Polsek Paniai Timur.

Menurut Petrus, Polsek Paniai Timur memiliki sembilan pucuk senjata, dengan 140 butir peluru. Ia mengakui jumlah peluru berkurang ketika dihitung pasca peristiwa Paniai Berdarah, namun ia tidak merinci detil jumlah peluru yang berkurang.

“Apakah ada laporan atau kronologi tertulis yang dibuat setelah peristiwa,” kata salah seorang majelis hakim.

“Setelah kejadian, saya hanya menyampaikan laporan secara lisan saja. Tidak ada tertulis,” kata Petrus.

Petrus kemudian mengumpulkan 22 anggota Polsek Paniai Timur, dan meminta mereka bertahan di halaman Markas Polsek. Ketika Petrus memeriksa situasi di luar Markas Polsek, ia melihat Komandan Dalmas Polres Paniai, Riddo Bagaray sudah berada di depan Kantor Distrik Paniai Timur.

“Itu kenapa saya marah, saya tidak lihat mereka keluar. [Saya] minta mereka masuk kembali,” katanya.

Pengadilan HAM Paniai Berdarah
Terdakwa Mayor (Purn) Isak Sattu menyimak keterangan para saksi dalam sidang perkara pelanggaran HAM berat Paniai Berdarah yang berlangsung di Pengadilan HAM Makassar, Senin (3/10/2022). – Jubi/Eko Rusdianto

Berdebat sengit

Kesaksian Petrus Gawe Boro tentang kronologi tragedi Paniai Berdarah itu sempat menimbulkan perdebatan antara tim Jaksa Penuntut Umum dan tim penasehat hukum terdakwa Isak Sattu. Gara-garanya Petrus bersaksi tentang suara tembakan yang terdengar saat polisi sedang bernegosiasi dengan massa yang memalang Jalan Enarotali – Madi Kilometer 4 pada 8 Desember 2014 pagi.

Dalam kesaksiannya, Petrus menyatakan ia mendengar Wakil Bupati Paniai, Yohanis Youw menyebut tembakan yang tiba-tiba terdengar di tengah proses negosiasi yang alot itu adalah “campur tangan pihak ketiga”. “Wakil Bupati bilang, ada campur tangan pihak ketiga,” kata Petrus soal tembakan yang terdengar sebelum tragedi Paniai Berdarah itu.

“Pihak ketiga itu siapa?,” kata seorang Jaksa.

“Siap, KKB,” jawab Petrus. KKB adalah istilah yang digunakan aparat keamanan untuk menyebut kelompok bersenjata di Papua.

Saat tim penasehat hukum terdakwa Isak Sattu diberi kesempatan untuk bertanya kepada Petrus, Yunius Pamatan selaku penasehat hukum Isak Sattu pun menggali cerita rinci soal penembakan yang disebut Petrus itu. Petrus mengatakan suara tembakan itu terdengar dua kali, dan suaranya terdengar dengan jelas.

Yunius kemudian meminta kejelasan tentang pernyataan Petrus yang menyebut bahwa dua tembakan yang terdengar pada 8 Desember 2014 pagi adalah tembakan yang dilepas KKB. Akan tetapi, pertanyaan Yunius itu diinterupsi jaksa. Jaksa mengingatkan bahwa dugaan bahwa tembakan itu dilepaskan oleh KKB adalah pendapat atau kesimpulan yang dibuat sendiri oleh Petrus.

Di pihak lain, Yunius menolak interupsi jaksa itu. “Itu bukan kesimpulan. Saya kira itu fakta lapangan,” kata Yunius.

Petrus lalu mengulangi kesaksiannya, bahwa kesimpulan tentang dari mana tembakan itu berasal ia dengar dari pecakapan antara Wakapolres Paniai, Kompol Hanafiah dan Wakil Bupati Paniai, Yohanis Youw. “Saya tahu KKB itu dari perkataan Wakapolres dan Wakil Bupati,” kata Petrus.

Ketika tim penasehat hukum terdakwa menanyakan keberadaan KKB dalam tragedi Paniai Berdarah, jaksa kembali menginterupsi pertanyaan tim panasehat hukum. Bahkan, jaksa tiga kali menginterupsi pertanyaan tim penasehat hukum Isak Sattu, hingga suasana sidang menjadi panas.

Tim panasehat hukum terdakwa pun memprotes interupsi jaksa. “Seharusnya saudara Jaksa menghargai kami sebagai penasehat hukum terdakwa. Kami tidak pernah memotong Anda. Jadi berikan kami kesempatan,” kata Syarir Cakkari.

Hakim Ketua Sutisna Sawati akhirnya mengambil alih perdebatan itu. Hakim Sutisna akhirnya bertanya kepada Petrus, apakah Petrus mengetahui fakta bahwa korban dari tembakan KKB pada 8 Desember 2014, atau setidaknya fakta keberadaan KKB dalam rangkaian peristiwa 8 Desember 2014 itu.

Petrus pun mengakui ia tidak mengetahui fakta bahwa ada korban kelompok bersenjata pada 8 Desember 2014, dan tidak mengetahui keberadaan kelompok bersenjata di Enarotali pada 8 Desember 2014. “Sampai sekarang belum ada,” kata Petrus. (*)

Tags: Kasus Paniai BerdarahPaniai BerdarahPelanggan HAM beratPengadilan HAM Kasus PaniaiPengadilan HAM Makassar
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Paniai Berdarah

Melawan lupa tragedi Paniai berdarah, BP FKM-KP nyatakan sikap

December 9, 2025
Tragedi Paniai Berdarah

Pelaku lain Pelanggaran HAM Berat Paniai Berdarah harus diadili

December 9, 2023

Menkopolhukam: Pemerintah tidak sampaikan maaf soal pelanggaran HAM berat

May 23, 2023

Pelaku pelanggaran HAM berat Paniai Berdarah lainnya juga harus diajukan ke Pengadilan HAM

November 12, 2022

Komnas HAM ingatkan sidang Paniai Berdarah harus serius jalani UU HAM

November 11, 2022

Terdakwa Paniai Berdarah nyatakan tidak pernah memerintahkan penggunaan senjata

November 3, 2022
Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

October 23, 2026
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

October 23, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

0
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0
Pembakaran hutan

Warga mengecam dugaan pembakaran hutan di Distrik Libarek

0
Undang-undang Media Sosial Fiji

PM Fiji mempertimbangkan adanya undang-undang media sosial

0
Australia dan Indonesia

Australia dan Indonesia memperdalam kemakmuran melalui kerja sama ekonomi

0
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara