• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Pemerintah pusat dan DPR RI jangan buru-buru bahas pemekaran provinsi di Tanah Papua

February 25, 2022
in Polhukam
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: - Editor:

Warning: Trying to access array offset on false in /home/jubi/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageNormalLoad.php on line 70

Warning: Trying to access array offset on false in /home/jubi/public_html/wp-content/themes/jnews/class/Image/ImageNormalLoad.php on line 73
0
SHARES
5
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Direktur Aliansi Demokrasi untuk Papua atau ALDP, Latifah Anum Siregar mengatakan pemerintah harus membicarakan rencana pemekaran provinsi di Tanah Papua dengan pemangku kepentingan di Tanah Papua. Hal itu dinyatakan Latifah Anum Siregar selaku pembicara dalam diskusi daring Papua Strategic Policy Forum #11 bertema “Pemekaran Papua Untuk Siapa?” yang diselenggarakan Gugus Tugas Papua Universitas Gadjah Mada pada Kamis (24/2/2022).

Siregar menjelaskan batas-batas wilayah adat yang dijadikan acuan dalam rencana pembentukan provinsi baru di Tanah Papua masih menjadi perdebatan. Menurutnya, sejumlah bupati di Tanah Papua juga masih mempersoalkan tentang pengelompokan wilayahnya dalam wilayah adat di Tanah Papua. Apabila pemerintah pusat dan DPR RI membahas rancangan undang-undang pembentukan provinsi baru di Tanah Papua tanpa mempertimbangkan batas wilayah adat, undang-undang yang dihasilkan akan menimbulkan masalah baru pada masa mendatang.

“Sebab apabila provinsi didatangkan tetapi kemudian menyisakan konflik, kita mau salahkan siapa nantinya? Pemerintah pusat dan DPR RI harus berkoordinasi ke daerah,” kata Siregar.

Baca juga: Anum Siregar: Kalau ingin sejahterakan orang Papua, jangan pakai pendekatan keamanan

Siregar berharap pemerintah pusat, pemerintah provinsi di Tanah Papua, maupun pemerintah kabupaten/kota bicara sebaik-baiknya tentang batas wilayah adat, tapal batas kabupaten/kota, maupun penentuan ibu kota provinsi yang akan dibentuk. Pembahasan itu sebaiknya juga melibatkan Majelis Rakyat Papua dan DPR Papua sebagai perwakilan masyarakat Papua.

“Selain polemik wilayah budaya di antara bupati, juga [terjadi]saling tarik-ulur mengenai, penempatan ibu kota [provinsi baru]. Misalnya, Bupati Mimika mengatakan bahwa Mimika layak sebagai ibu kota. Sementara Asosiasi Bupati Wilayah Meepago,  termasuk Bupati Nabire, mengatakan Nabire [paling sesuai menjadi ibu kota provinsi baru],” kata Siregar.

BERITATERKAIT

Tak ada kursi, lantai pun jadi

3 fraksi DPR Kabupaten Jayapura minta 3 pansus dibatalkan

Sulit dapat tender, pengusaha asli Papua datangi Kantor DPR Kabupaten Jayapura

Pemerintah distrik dan kampung di Kabupaten Jayapura tidak terima Dana Otsus lagi

Di sisi lain, apa yang dinyatakan bupati juga tidak selalu sejalan dengan aspirasi masyarakat. “[Usulan] penempatan ibu kota provinsi di Nabire juga mendapatkan protes dari masyarakat Nabire asal pesisir. Mereka mengatakan bahwa Nabire adalah bagian dari wilayah pesisir. [Selain itu], juga ada persoalan tapal batas antara Nabire dan Kabupaten Waropen,” kata Siregar.

Baca juga: DPR RI sudah siapkan Naskah Akademik pemekaran provinsi di Tanah Papua

Siregar mengatakan jika berbagai perbedaan pendapat itu tidak diselesaikan, pembentukan provinsi baru berbasis wilayah adat justru akan menimbulkan konflik. “Insiatif pemerintah indonesia baik, untuk kesejahteraan. Tapi cara merumuskan Naskah Akademik untuk pemekaran tanpa mempertimbangkan aspirasi [daerah], itu bisa jadi persolan serius di kemudian hari,” katanya.

Menurutnya, rencana pemekaran Provinsi Papua seharusnya dibahas dulu oleh Majelis Rakyat Papua (MRP) dan DPR Papua, karena kedua lembaga itu bisa membahas berbagai aspirasi yang muncul. Setelah dibahas kedua lembaga itu, barulah rencana pemekaran bisa dibahas di tingkat pusat.

“Jika dilakukan tanpa persetujuan rakyat, [yaitu] representasi DPR Papua dan MRP , Itu menjadi sangat politis. Aturan [yang akan] dibuat di luar akal sehat, sebab bertentangan dengan aspirasi orang Papua saat ini,” ujar Siregar.

Baca juga: Wali Kota Sorong: Pemekaran provinsi di Tanah Papua jangan dilihat dari sisi negatif

Siregar mengingatkan pemekaran Provinsi Papua menjadi Provinsi Papua Barat, berikut pelaksanaan Otonomi Khusus Papua selama 20 tahun gagal memperbaiki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Tanah Papua. “IPM Provinsi Papua dan Papua Barat masih rendah. Nanti siapa yang akan bekerja, mau bawa sumber daya manusia dari mana, sementara jumlah orang Papua masih sedikit,” kata Siregar.

Ia mengingatkan pemekaran provinsi Papua tanpa proteksi bagi Orang Asli Papua justru akan semakin memarjinalkan Orang Asli Papua. “Kalau terjadi migrasi besar-besaran, orang dari luar masuk [ke Papua namun] tidak masuk interaksi, bisa menjadi konflik [di antara] orang [yang] tidak tahu apa-apa,”kata Siregar.

Siregar menegaskan pemekaran provinsi bukanlah solusi bagi pesoalan konflik di Tanah Papua. Menurutnya, konflik di Tanah Papua harus diselesaikan dengan dialog yang bermartabat. Ia mengingatkan pemekaran provinsi di Tanah Papua bisa menimbulkan persoalan baru, termasuk konflik tenurial. “Perampasan tanah adat, persoalan tapal batas, semua menjadi persoalan yang mesti dibicaran terlebih dahulu, [baru] kemudian persoalan lain dibicarakan,” kata Siregar.

Baca juga: Penyelesaian masalah Papua lebih penting dari pemekaran

Selaku pembicara dalam diskusi yang sama, Ketua Komisi II DPR RI Dr H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan DPR RI telah menyiapkan Naskah Akademik pemekaran provinsi di Tanah Papua. Ahmad menyatakan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua (UU Otsus Papua) telah direvisi menjadi Undang-undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.

Menurutnya, perubahan itu menjadi dasar bagi DPR RI untuk menyiapkan Naskah Akademik pembentukan provinsi baru yang didasarkan kepada wilayah adat di Tanah Papua. “Komisi II DPR-RI sudah memunyai naskah akademik terkait dengan rencana pemekaran [provinsi] berdasarkan pendekatan wilayah adat. Di Provinsi Papua, itu termasuk di wilayah [adat] Mamta dan Saireri, wilayah Lapago [untuk membentuk] Provinsi  Pegunungan Papua Tengah. [Juga ada wilayah adat] Meepago. [Lalu Wilayah adat] Anim Ha [untuk membentuk] Provinsi Papua Selatan. Kemudian di Provinsi Papua Barat, [wilayah adat Bomberai untuk membentuk] Provinsi Papua Barat Daya,” kata Ahmad.

Ahmad meyakini persoalan di Tanah Papua dapat diselesaikan apabila ada pemekaran provinsi. “Kami mendorong terjadi pemekraran di Tanah Papua. Dasar dari pemekaran Provinsi di Papua adalah undang-undang. Harus ada konsensus DPR RI dan pemerintah. Kami sudah sepakat bahwa proses pemekaran dilandaskan kepada  pembentukan undang-undang dengan inisiatif DPR. Badan Musyawarah [DPR RI] sudah ambil alih, dan kami berinisiatif membuat Naskah Akademik. Ditargetkan, pada 14 maret 2022 sudah selesai legislasi, dan ajukan [sebagai] inisiatif DPR,” katanya.

Editor: Aryo Wisanggeni G

Tags: evaluasi Otsus Papuaorang asli papuaOtonomi KhususOtsus Papuapemekaran provinsiRevisi UU OtsusUGMUniversitas Gadjah Mada
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kursi, Pendidikan, Sekolah Rusak

Tak ada kursi, lantai pun jadi

September 19, 2026
Pansus DPR Kabupaten Jayapura

3 fraksi DPR Kabupaten Jayapura minta 3 pansus dibatalkan

June 30, 2026

Sulit dapat tender, pengusaha asli Papua datangi Kantor DPR Kabupaten Jayapura

June 29, 2026

Pemerintah distrik dan kampung di Kabupaten Jayapura tidak terima Dana Otsus lagi

June 11, 2026

Yanni usulkan BLT Otsus dan penambahan DAU untuk Tanah Papua

June 4, 2026

Dipertanyakan, kinerja Fraksi Poksus DPR Kabupaten Jayapura

May 14, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting
26 October 2026
Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting

Sentani, Jubi – A member of the Nduga Regency Legislative Council has called on Indonesia’s central government to review the [...]

Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown
26 October 2026
Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown

Jayapura, Jubi – A member of the Central Papua Legislative Council has warned that efforts to crack down on illegal [...]

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemerintah Distrik menata Pasar Lama Sentani

Pemerintah Distrik Sentani mulai menata kawasan Pasar Lama

October 26, 2026
Keluarga mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

Keluarga Pratu Andi Bugis mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

October 26, 2026
Kebakaran dusun sagu Kimaam

Kebakaran dusun sagu di Kimaam ancam pangan masyarakat adat

October 26, 2026
Perencanaa iklim nasional di Kepulauan Solomon

Kepulauan Solomon memajukan perencanaan adaptasi iklim nasional

October 26, 2026
Pimpinan pro-kemerdekaan Kaledonia Baru

Pemimpin pro-kemerdekaan Kaledonia Baru boikot Kesepakatan mineral Uni Eropa

October 26, 2026
Masyarakat PNG menghadapi kekeringan

Masyarakat PNG berjuang menghadapi kekeringan akibat El Nino

October 26, 2026
Penertiban tambang ilegal

Thobias Bagubau: Penertiban tambang ilegal jangan mengorbankan pemilik ulayat

October 25, 2026
Kantor Sinode GKI di Tanah Papua

70 Tahun GKI Di Tanah Papua: Pembawa keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan

October 25, 2026
Keluarga mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

Keluarga Pratu Andi Bugis mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

October 26, 2026
Pimpinan pro-kemerdekaan Kaledonia Baru

Pemimpin pro-kemerdekaan Kaledonia Baru boikot Kesepakatan mineral Uni Eropa

October 26, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Museum Fiji

Museum Fiji mendesak pemerintah menghentikan proyek penambangan pasir besi

October 25, 2026
Masyarakat PNG menghadapi kekeringan

Masyarakat PNG berjuang menghadapi kekeringan akibat El Nino

October 26, 2026
Bougainville jelang keputusan parlemen PNG

Luka mendalam Bougainville jelang keputusan besar Parlemen PNG

October 25, 2026
Pemerintah Distrik menata Pasar Lama Sentani

Pemerintah Distrik Sentani mulai menata kawasan Pasar Lama

0
Keluarga mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

Keluarga Pratu Andi Bugis mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

0
Kebakaran dusun sagu Kimaam

Kebakaran dusun sagu di Kimaam ancam pangan masyarakat adat

0
Perencanaa iklim nasional di Kepulauan Solomon

Kepulauan Solomon memajukan perencanaan adaptasi iklim nasional

0
Pimpinan pro-kemerdekaan Kaledonia Baru

Pemimpin pro-kemerdekaan Kaledonia Baru boikot Kesepakatan mineral Uni Eropa

0
Masyarakat PNG menghadapi kekeringan

Masyarakat PNG berjuang menghadapi kekeringan akibat El Nino

0
Penertiban tambang ilegal

Thobias Bagubau: Penertiban tambang ilegal jangan mengorbankan pemilik ulayat

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara