Sentani, Jubi – “Perkembangan teknologi sangat mempengaruhi kesehatan mental. Bisa menyebabkan cemas dan depresi. Bisa mengganggu dalam menempuh pendidikan,” .
Demikian disampaikan Marlince Deal, Mahasiswi semester 6 , Fakultas Kedokteran Program pendidikan Ners atau keperawatan Universitas Cenderawasih, di hadapan 50 mahasiswa dan pelajar Distrik Bime, Pegunungan Bintang yang berdomisili di kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.
Marlice menjadi salah satu pemateri dalam latihan dasar kepemimpinan atau LDK Ikatan Mahasiswa Pelajar Distrik Bime atau IMPDBI Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu kemarin, 8 Juni 2024.
Marlince memilih menyampaikan materi menjaga kesehatan mental di era digital, karena menurutnya ilmu pengetahuan teknologi di zaman ini banyak memberikan dampak negatif bagi mahasiswa distrik Bime.
Katanya, kesehatan mental itu adalah keadaan individu sejahtera menyadari potensi yang dimilikinya, mampu menanggulangi tekanan hidup normal, bekerja secara produktif, serta mampu memberikan kontribusi bagi lingkungan.
“Kita mampu meningkatkan kualitas hidup, mampu mengatasi stres dan tantangan, memiliki dampak baik bagi kesehatan fisik serta mampu meningkatkan performa dalam belajar maupun bekerja,”ujarnya.
Banis Deal S.Ap, pemateri lainnya mengatakan LDK bertujuan menyiapkan kader pemimpin terbaik yang berjiwa kepemimpinan bagi distrik Bime, Pegunungan Bintang dan Papua.
Deal mengatakan, organisasi adalah tempat menyiapkan kader pemimpin yang berjiwa kepemimpinan dan membentuk karakter manusia yang bernilai. Organisasi adalah tempat menyiapkan semua potensi.
Panitia menghadirkan 4 narasumber yang masing-masing berbicara soal kepemimpinan dalam berorganisasi, dasar-dasar etika komunikasi, kesenjangan pengetahuan di zaman globalisasi dan menjaga kesehatan mental di era digital.
Sementara itu, Tarius Mul, anggota DPRD Provinsi Papua periode 2019-2024 yang turut hadir menutup rangkaian kegiatan LDK tersebut, mengatakan dirinya sangat mendukung inisiatif mahasiswa tingkat distrik Bime tersebut.
“Ya latihan dasar kepemimpinan ini kami sebagai senior berterima kasih dan sangat mendukung apa yang mereka lakukan, kalau bukan mereka siapa lagi,”katanya.
Mul berharap, mahasiswa dan pelajar distrik Bime harus lebih banyak belajar melalui membaca buku, berdiskusi dengan teman-teman ataupun komunitas, dan aktif berorganisasi agar menjadi individu yang berperan aktif di lingkungan kampus dan juga lingkungan masyarakat. (*)























Discussion about this post