Jayapura, Jubi – Menteri Luar Negeri Taiwan, Lin Chia-lung memimpin delegasi Taiwan menghadiri berbagai kegiatan terkait KTT Pacific Islands Forum (PIF) ke-55 di Koror, kota industri dan perdangan di Palau. Ia bersama delegasi Taiwan bertolak ke Republik Palau pada 27 Agustus 2026 hingga 3 September 2026.
Tiga negara Kepulauan Pasifik yang memiliki hubungan diplomatik dan kerja sama ekonomi dengan Taiwan sekarang ini hanya, Palau, Tuvalu dan Kepulauan Marshall.
Negara Palau ini memiliki hubungan asosiasi bebas (free association) dengan Amerika Serikat, di mana AS bertanggung jawab atas pertahanan wilayahnya, sehingga hubungan negara ini lebih dekat dengan Taiwan ketimbang Republik Rakyat China.
Menlu Lin akan menghadiri Dialog Taiwan/ROC dengan Negara-Negara Forum Kepulauan Pasifik ke-30 yang diselenggarakan Sekretariat PIF.
Atas undangan pemerintah Palau, Menlu Lin juga akan menghadiri Pacific Prosperity Exhibit, yang diselenggarakan Palau, sebagaimana dilansir jubi.id dari laman internet, id.taiwantoday.tw, Sabtu (29/8/2026)
Kegiatan itu akan menjadi kesempatan untuk bersama-sama menyaksikan hasil kerja sama Taiwan di kawasan Pasifik dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di bidang ketahanan digital, energi terbarukan, pembangunan infrastruktur, adaptasi terhadap perubahan iklim, layanan kesehatan cerdas, serta pemberdayaan sosial.
Sebagai wujud semangat “Diplomasi Komprehensif”, delegasi Taiwan terdiri dari perwakilan Federasi Kamar Dagang Taiwan di Asia, anggota Panshi Association, serta perwakilan berbagai sektor industri Taiwan, termasuk energi, teknologi, pangan, konstruksi, dan pertanian organik. Mereka akan berpartisipasi dalam Pacific Prosperity Exhibit serta berbagai kegiatan pertukaran terkait.
Taiwan telah lama mendukung 2050 Strategy for the Blue Pacific Continent yang diusung PIF dan terus berpartisipasi dalam berbagai inisiatif yang berkaitan dengan kepentingan bersama kawasan, termasuk Pacific Resilience Facility (PRF).
Melalui program beasiswa, pelatihan profesional, tata kelola publik, dan kerja sama teknologi, Taiwan berbagi pengalaman dengan negara-negara anggota PIF untuk bersama-sama meningkatkan ketahanan pembangunan kawasan.
Langkah tersebut secara konkret mencerminkan komitmen jangka panjang Taiwan sebagai “mitra pembangunan” (Development Partner) bagi kawasan Pasifik.
Sementara itu melalui Kantor Berita China, Xinhua melaporkan bahwa China mendesak Sekretariat Forum Kepulauan Pasifik (PIF) untuk mematuhi prinsip satu-China dan menangani isu-isu terkait Taiwan dengan benar, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tioongkok, Guo Jiakun.
Seorang koresponden mengutip seorang pejabat dari PIF yang mengatakan bahwa Taiwan akan menghadiri pertemuan tahunan para pemimpin yang dijadwalkan akan diselenggarakan di Palau dari tanggal 30 Agustus hingga 4 September.
Kawasan Taiwan dilarang menghadiri pertemuan tahun lalu yang diselenggarakan oleh Kepulauan Solomon menyusul protes dari negara Tirai Bambu itu.
Guo menekankan bahwa terkait partisipasi wilayah Taiwan di China dalam acara-acara organisasi internasional, posisi China konsisten dan jelas, yaitu harus ditangani sesuai dengan prinsip satu China, yang merupakan norma dasar dalam hubungan internasional yang ditegaskan oleh Resolusi Majelis Umum PBB 2758 dan konsensus internasional yang berlaku.
Guo mengatakan bahwa China mendesak Sekretariat PIF untuk mematuhi prinsip satu China dan menangani isu-isu terkait Taiwan dengan tepat guna menghindari terganggunya perkembangan hubungan yang sehat dan stabil antara China dan PIF sebagaimana dilansir dari laman internet, english.news.cn
Tercatat ada 11 negara di kawasan kepulauan Pasifik yang saat ini menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRC).
Adapun negara negara itu adalah, Fiji, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu, Kiribati, Negara Federasi Mikronesia (FSM), Samoa, Tonga, Kepulauan Cook, Niue, dan Nauru yang kembali menjalin hubungan diplomatic sejak Januari 2024. (*)























Discussion about this post