• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

PRNGO Pasifik mengutuk uji coba rudal balistik Tiongkok

July 13, 2026
in Pasifik
Reading Time: 5 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
Pasifik

Inilah para pimpinan dari,Pacific Conference of Churches (PCC) Pacific Islands Association of Non-Governmental Organisations (PIANGO) Pacific Islands Climate Action Network (PICAN) Pacific Network on Globalisation (PANG) Oxfam in the Pacific yang tergabung dalam,Pacific Regional Non-Governmental Organisations (PRNGO).- Jubi/facebook.com PRNGO

0
SHARES
601
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Aliansi Organisasi Non-Pemerintah Regional Pasifik (PRNGO) dengan tegas mengutuk uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) berkemampuan nuklir baru-baru ini oleh Republik Rakyat Tiongkok di Samudra Pasifik.

Tiongkok melakukan ujicoba tembak rudal balistik berkemampuan nuklir oleh China ke Pasifik Selatan pada Senin (6/7/2026).

Hal ini telah mengundang protes dari berbagai pihak, karena mereka menyerukan agar terwujudnya, Samudra Damai yang sesungguhnya, Samudera Pasifik bukanlah medan pertempuran, seperti keterangan pers yang diterima Jubi dari Brittany LT Nawaqatabu,

Asisten Petugas Media & Komunikasi | Jaringan Pasifik tentang Globalisasi, (PANG) di Suva, Fiji, Minggu (12/7/2026) malam.

Menurut Aliansi Organisasi Non-Pemerintah Regional Pasifik (PRNGO),Samudra Pasifik jauh lebih dari sekadar jalur perairan strategis; samudra ini merupakan fondasi bagi budaya, identitas,mata pencaharian, dan masa depan seluruh warga di Pasifik.

“Samudra ini menopang komunitas kami, menghubungkan pulau-pulau kami, serta menjadi landasan bagi kedaulatan

dan hak menentukan nasib sendiri bagi kami. Namun saat ini, samudra kami semakin diperlakukan sebagai ajang

BERITATERKAIT

Kedubes China di Kiribati tuduh kritikus ‘standar ganda’ terkait uji coba rudal

Rudal China di Pasifik mengingatkan dunia tentang kekuatan militer yang berkembang

Uji coba rudal China menambah keresahan di Pasifik

Kiribati prihatin, uji coba rudal militer AS di Samudra Pasifik jalan terus

persaingan geopolitik, di mana kepentingan strategis terlalu sering diprioritaskan di atas hak, kesejahteraan, dan aspirasi masyarakat Pasifik,” tulis Aliansi Organisasi Non-Pemerintah Regional Pasifik (PRNGO).

PRNGO secara tegas menyatakan mengecam uji coba rudal balistik antarbenua berkemampuan nuklir yang baru-baru ini dilakukan. Menentang segala bentuk militerisasi dan ancaman nuklir di kawasan Pasifik, terlepas dari negara mana yang bertanggung jawab.

“Kami tidak dapat mengecam uji coba rudal, peningkatan kekuatan militer, dan ekspansi militer strategis yang dilakukan oleh satu kekuatan, namun tetap diam ketika tindakan serupa dilakukan oleh pihak lain,” tegas Aliansi NGO Pasifik itu.

PRNGO menyatakan, pihaknya bersama-sama menentang uji coba ICBM Tiongkok baru-baru ini serta uji coba berkelanjutan ICBM Minuteman III oleh Amerika Serikat di wilayah Pasifik, di samping perluasan aliansi militer dan kemitraan militer strategis.

Termasuk AUKUS, serta latihan militer berskala besar seperti Rim of the Pacific Exercise (RIMPAC), Valiant Shield, dan Talisman Sabre, serta terus meluasnya kehadiran dan infrastruktur militer asing di seluruh kawasan Pasifik Biru.

“Bagi masyarakat Pasifik, ini bukanlah persaingan geopolitik yang abstrak. Ini adalah rumah kami,” ujar PRNGO.

Di saat kawasan ini kata PRNGO, pihaknya mengenang kembali beberapa babak paling kelam dalam sejarah nuklir Pasifik, militerisasi yang terus berlanjut di samudra mereka menjadi pengingat nyata bahwa pelajaran dari masa lalu belum juga dipetik. Ini disebut pengingat yang menyakitkan pada bulan penuh kenangan.

Lebih lanjut PRNGO menegaskan, bahwa waktu peringatan ini sangatlah bermakna mengingat adanya berbagai peringatan penting terkait nuklir yang diperingati di seluruh kawasan Pasifik pada bulan ini.

Termasuk peringatan 80 tahun Operasi Crossroads, saat Amerika Serikat mulai meledakkan senjata nuklir di Atol Bikini, Kepulauan Marshall; peringatan 60 tahun uji coba nuklir pertama Prancis di Atol Moruroa, Ma’ohi Nui (Polinesia Prancis).

Peringatan 41 tahun pengeboman kapal Rainbow Warrior, sebuah tindakan terorisme negara oleh Prancis yang bertujuan membungkam penentangan terhadap uji coba nuklir di Pasifik; serta peringatan sembilan tahun pengesahan Traktat Pelarangan Senjata Nuklir (TPNW).

Menurut mereka, bagi banyak pihak di luar kawasan ini, peristiwa-peristiwa tersebut hanyalah sejarah masa lalu, namun bagi masyarakat Pasifik, hal-hal itu tetap menjadi ingatan yang hidup.

Peringatan-peringatan ini lebih dari sekadar momen untuk mengenang masa lampau. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa tantangan keamanan saat ini tidak dapat dipisahkan dari warisan kolonialisme nuklir yang belum terselesaikan, dan bahwa upaya mewujudkan perdamaian sejati di Pasifik harus dimulai dengan mengakui, menangani, serta belajar dari sejarah bersama ini.

Peristiwa melintasnya rudal lain di atas samudra wilayah itu, tidak dapat dipisahkan dari sejarah tersebut. Hal ini juga tidak dapat dipisahkan dari terus dijadikannya kawasan Pasifik sebagai koridor uji coba rudal, termasuk uji coba rutin ICBM Minuteman III milik Amerika Serikat yang diarahkan ke Atol Kwajalein di Kepulauan Marshall.

Perjanjian Rarotonga, gerakan Pasifik yang Bebas Nuklir dan Merdeka, serta aspirasi masa kini untuk mewujudkan “Samudra Damai” (Ocean of Peace).

“Semuanya lahir dari tekad bersama bahwa kawasan kita tidak boleh lagi menjadi ajang uji coba bagi ambisi strategis pihak lain,” kata Aliansi Organisasi Non-Pemerintah Regional Pasifik (PRNGO).

Kawasan Pasifik telah berulang kali menyatakan visinya untuk menjadi sebuah “Samudra Damai”.

Visi tersebut bukan sekadar ketiadaan konflik bersenjata, melainkan sebuah pemahaman khas Pasifik mengenai keamanan yang berlandaskan pada keadilan, kedaulatan, penentuan nasib sendiri, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta kesejahteraan masyarakat.

Uji coba rudal yang baru-baru ini dilakukan oleh Tiongkok dinilai bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Peristiwa ini merupakan bagian dari pola militerisasi yang kian meningkat di seluruh kawasan itu.

Mencakup perluasan perjanjian pertahanan, peningkatan pengerahan militer asing, latihan militer berskala besar seperti RIMPAC, Valiant Shield, dan Talisman Sabre, pembangunan infrastruktur strategis, serta meningkatnya persaingan geopolitik di antara kekuatan-kekuatan eksternal.

Aliansi PRNGO menolak anggapan bahwa pencegahan militer (military deterrence) dapat menghadirkan perdamaian. Eskalasi persaingan militer pada dasarnya bertolak belakang dengan aspirasi kawasan Pasifik untuk mewujudkan “Samudra Damai”.

PRNGO menyatakan, menjelang peringatan 40 tahun Perjanjian Rarotonga, pemerintah-pemerintah di kawasan Pasifik perlu menegaskan kembali dan memperkuat salah satu komitmen kawasan yang paling langgeng terhadap perdamaian dan keamanan.

Lahir dari perlawanan masyarakat Pasifik selama berpuluh-puluh tahun terhadap uji coba nuklir dan kolonialisme nuklir, perjanjian ini menetapkan kawasan itu sebagai salah satu zona bebas senjata nuklir pertama di dunia dan menegaskan tekad Pasifik bahwa kawasan tersebut tidak akan pernah lagi menjadi zona pengorbanan nuklir.

Seruan kepada para pemimpin Pasifik

Posisi Aliansi PRNGO tidak didasarkan pada kepentingan strategis kekuatan-kekuatan yang saling bersaing, melainkan pada kepemimpinan regional Pasifik dan advokasi masyarakat sipil yang telah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun.

Mulai dari gerakan Nuclear Free and Independent Pacific (Pasifik Bebas Nuklir dan Merdeka) dan Perjanjian Rarotonga hingga Deklarasi Boe, Strategi 2050 untuk Benua Pasifik Biru (Blue Pacific Continent), serta posisi kolektif yang disuarakan oleh masyarakat sipil Pasifik.

Masyarakat Pasifik telah secara konsisten menyuarakan visi keamanan yang berlandaskan pada keadilan, kedaulatan, penentuan nasib sendiri, pengelolaan lingkungan hidup, dan demiliterisasi.

Peristiwa-peristiwa terkini semakin mempertegas urgensi untuk mewujudkan komitmen regional jangka panjang tersebut ke dalam tindakan politik yang konsisten.

Oleh karena itu, Aliansi PRNGO menyerukan kepada para pemimpin Pasifik untuk:

  • Mengecam secara tegas semua uji coba rudal yang dilakukan di dalam atau melintasi Samudra Pasifik, terlepas dari apakah hal itu dilakukan oleh Tiongkok, Amerika Serikat, atau kekuatan militer lainnya.
  • Menolak militerisasi berkelanjutan di kawasan Pasifik (Blue Pacific), termasuk perluasan aliansi militer, pangkalan militer asing, pengerahan kekuatan strategis, kebijakan pencegahan nuklir, dan latihan militer berskala besar seperti RIMPAC.
  • Menegaskan kembali dan memperkuat Perjanjian Rarotonga sebagai landasan keamanan kawasan Pasifik serta melaksanakan tujuan-tujuannya secara penuh.
  • Memastikan bahwa kerangka kerja “Samudra Damai” (Ocean of Peace) di masa depan benar-benar dipimpin oleh pihak Pasifik, serta berpusat pada keamanan manusia, perlindungan lingkungan, hak-hak masyarakat adat, dekolonisasi, dan demiliterisasi—bukan pada persaingan strategis antar-kekuatan besar.
  • Mendukung universalisasi Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir (TPNW), termasuk mendesak Australia dan semua mitra Pasifik yang belum bergabung untuk menandatangani dan meratifikasi perjanjian tersebut.
  • Mengakui bahwa keamanan kawasan yang sejati menuntut penanganan perubahan iklim, kerusakan ekologis, ketimpangan ekonomi, dan penyelesaian masalah keadilan nuklir yang belum tuntas, alih-alih memperluas persaingan militer.
  • Memastikan bahwa masa depan keamanan Pasifik ditentukan oleh masyarakat Pasifik, melalui institusi-institusi Pasifik, dan berdasarkan prioritas Pasifik. Membangun “Samudra Damai” yang berlandaskan keamanan manusia, solidaritas kawasan, pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, serta penghormatan terhadap kedaulatan Pasifik, bukan berdasarkan kalkulasi strategis kekuatan luar.

Kawasan Pasifik telah menanggung akibat karena diperlakukan sebagai tempat uji coba, garis depan militer, dan tempat pembuangan ambisi negara-negara lain.

Samudra Pasifik bukanlah panggung bagi persaingan kekuatan besar. Ini adalah rumah kita. Ini adalah fondasi bagi budaya, identitas, mata pencaharian, dan masa depan.

Jika kawasan Pasifik (Blue Pacific) ingin menjadi “Samudra Damai” yang sesungguhnya, maka militerisasi harus digantikan oleh keadilan, kerja sama, dan keamanan yang dipimpin oleh Pasifik dengan berlandaskan pada kedaulatan, penentuan nasib sendiri, serta kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan ini dikeluarkan oleh Aliansi Organisasi Non-Pemerintah Kawasan Pasifik (PRNGO Alliance) dan, pada saat diterbitkan, didukung oleh:

  1. Pacific Conference of Churches (PCC)
  2. Pacific Islands Association of Non-Governmental Organisations (PIANGO)
  3. Pacific Islands Climate Action Network (PICAN)
  4. Pacific Network on Globalisation (PANG)
  5. Oxfam in the Pacific (*)
Tags: Aliansi Organisasi Non-Pemerintah Regional PasifikPRNGOUji Coba Rudal
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

uji coba rudal

Kedubes China di Kiribati tuduh kritikus ‘standar ganda’ terkait uji coba rudal

July 14, 2026
Rudal

Rudal China di Pasifik mengingatkan dunia tentang kekuatan militer yang berkembang

July 8, 2026

Uji coba rudal China menambah keresahan di Pasifik

July 8, 2026

Kiribati prihatin, uji coba rudal militer AS di Samudra Pasifik jalan terus

November 11, 2024

Uji coba rudal Tiongkok Gentarkan Mariana Utara

October 2, 2024

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Fire destroys sago groves, threatening Indigenous food security in Kimaam
27 October 2026
Fire destroys sago groves, threatening Indigenous food security in Kimaam

Jayapura, Jubi – A fire that swept through sago groves and peatland in Turiram village, Kimaam district, Merauke regency, South [...]

Southwest Papua bottled water project faces Indigenous opposition over customary land rights
27 October 2026
Southwest Papua bottled water project faces Indigenous opposition over customary land rights

Teminabuan, Jubi – Southwest Papua Governor Elisa Kambu says a proposed investment to use the Sembra River as a source [...]

Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting
26 October 2026
Nduga lawmaker calls for review of security force deployment after fatal shooting

Sentani, Jubi – A member of the Nduga Regency Legislative Council has called on Indonesia’s central government to review the [...]

Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown
26 October 2026
Thobias Bagubau warns against sidelining Indigenous landowners in illegal mining crackdown

Jayapura, Jubi – A member of the Central Papua Legislative Council has warned that efforts to crack down on illegal [...]

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
KPPG Papua Raya dan BGN tak pungut biaya

BGN dan KPPG Papua Raya tidak pernah memungut biaya pendaftaran kegiatan

October 27, 2026
DBH Migas Otsus

Anggota DPR Papua Barat desak gubernur kembalikan DBH Migas Otsus

October 27, 2026
Dinkes Papua Tengah siapkan ILP

Pembangunan RS Provinsi Papua Tengah ditargetkan dimulai pada 2027

October 27, 2026
Dinkes Papua Tengah siapkan ILP

Dinkes Papua Tengah siapkan penguatan ILP di delapan kabupaten

October 27, 2026
Anggaran daerah untuk kesejahteraan masyarakat

Gubernur Nawipa: Anggaran daerah mesti berorientasi untuk kesejahteraan masyarakat

October 27, 2026
Penyusunan RDTR Depapre dan Genyem

Penyusunan RDTR Depapre dan Genyem tidak mengabaikan hak masyarakat adat

October 27, 2026
Pelaku perkelahian dengan WNA

Polisi tangkap pelaku perkelahian dengan WNA di Manokwari

October 27, 2026
Keluarga mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

Keluarga Pratu Andi Bugis mengadu ke Panglima TNI dan DPR RI

October 26, 2026
Pimpinan pro-kemerdekaan Kaledonia Baru

Pemimpin pro-kemerdekaan Kaledonia Baru boikot Kesepakatan mineral Uni Eropa

October 26, 2026
Pemerintah Distrik menata Pasar Lama Sentani

Pemerintah Distrik Sentani mulai menata kawasan Pasar Lama

October 26, 2026
Masyarakat PNG menghadapi kekeringan

Masyarakat PNG berjuang menghadapi kekeringan akibat El Nino

October 26, 2026
Kebakaran dusun sagu Kimaam

Kebakaran dusun sagu di Kimaam ancam pangan masyarakat adat

October 26, 2026
Kehadiran investor untuk kepentingan masyarakat

Gubernur Papua Barat sebut kehadiran investor air kemasan untuk kepentingan masyarakat

October 27, 2026
DBH Migas Otsus

Anggota DPR Papua Barat desak gubernur kembalikan DBH Migas Otsus

October 27, 2026
KPPG Papua Raya dan BGN tak pungut biaya

BGN dan KPPG Papua Raya tidak pernah memungut biaya pendaftaran kegiatan

0
DBH Migas Otsus

Anggota DPR Papua Barat desak gubernur kembalikan DBH Migas Otsus

0
Dinkes Papua Tengah siapkan ILP

Pembangunan RS Provinsi Papua Tengah ditargetkan dimulai pada 2027

0
Dinkes Papua Tengah siapkan ILP

Dinkes Papua Tengah siapkan penguatan ILP di delapan kabupaten

0
Anggaran daerah untuk kesejahteraan masyarakat

Gubernur Nawipa: Anggaran daerah mesti berorientasi untuk kesejahteraan masyarakat

0
Penyusunan RDTR Depapre dan Genyem

Penyusunan RDTR Depapre dan Genyem tidak mengabaikan hak masyarakat adat

0
Pelaku perkelahian dengan WNA

Polisi tangkap pelaku perkelahian dengan WNA di Manokwari

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara