Jayapura, Jubi – Para pemimpin Persemakmuran Kepulauan Mariana Utara atau CNMI mengkhawatirkan uji coba rudal Tiongkok. Menurut mereka, uji coba tersebut dapat mengancam keamanan dan keselamatan CNMI.
Pemimpin Sidang Senat CNMI Rep Edwin Propst menyatakan uji coba rudal Tiongkok menunjukkan rentannya pertahanan negara mereka terhadap ancaman eksternal. Dia mengingatkan semua pemangku kepentingan menjaga bersama wilayah CNMI dari kemungkinan serangan rudal nuklir dari negara lain.
“Kita harus memastikan Persemakmuran Kepulauan Mariana Utara terlindungi [dari ancaman serangan nuklir]. Kita [Pemerintah dan Rakyat CNMI] harus melakukan semua yang kita bisa untuk menjaga [keamanan] Kepulauan Mariana,” kata Propst, dikutip RNZ.co.nz, Rabu (2/10/2024).
Tiongkok meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) dalam uji coba di Samudra Pasifik, Rabu pekan lalu. Uji coba oleh Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat tersebut menjadi latihan pertama mereka sejak puluhan tahun lalu.
“Uji coba ICBM ialah kisah provokasi berkelanjutan [Tiongkok] dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Ketegangan geopolitik kadang muncul dan kadang hilang di kawasan Indo-Pasifik,” kata John Oliver Gonzales, seorang pejabat senior di Pemerintah CNMI.
Gonzales merasa tidak nyaman dengan ketegangan geopolitik di Indo-Pasifik. Dia mengkhawatirkan keselamatan rakyat sipil dari ancaman serangan rudal berhulu ledak nuklir.
“Ke mana rakyat akan lari dan bersembunyi? Apakah mereka punya cukup waktu untuk mengungsi dan menghindari perperangan?,” ujar Gonzales.
James Rayphand, kandidat Delegasi CNMI di Kongres Amerika Serikat mengatakan agresivitas militer Tiongkok terus berlanjut di Indo-Pasifik. Tindakan itu akan memicu mobilisasi pasukan militer Amerika Serikat ke kawasan tersebut.
“Saya sangat menginginkan kehadiran militer Amerika Serikat di CNMI. Tindakan Tiongkok itu lebih dari sekadar uji coba [rudal]. Saya berharap militer [Amerika Serikat] menyadari ancaman itu dan siap membela kita [CNMI] dengan kekuatan penuh mereka,” kata Rayphand.
Meskipun uji coba rudal Tiongkok tidak di arahkan pada target tertentu, menurut Raypand, Tindakan itu tetap mengirimkan pesan tidak menyenangkan buat CNMI. Dia menyarankan Amerika Serikat melakukan pendekatan menyeluruh dalam merespons Tindakan Tiongkok.
“Kita [semua pihak] harus bisa meredakan ketegangan secara diplomatis, tetapi kita [CNMI] di saat bersamaan juga harus terus meningkatkan pertahanan. Tiongkok masih terbuka untuk mengomunikasikan pengujian [rudal mereka],” kata Raypand.
Mantan Ketua Dewan Pemerintahan CNMI Kimberlyn King-Hinds juga menyatakan keprihatinannya atas uji coba rudal Tiongkok. Menurutnya, tindakan itu mengancam keselamatan CMNI yang berada di episentrum ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok di Indo-Pasifik.
“Negara kami terletak di jantung Komando militer Amerika Serikat di Indo-Pasifik. Setiap tindakan militer di kawasan Indo-Pasifik berimplikasi langsung terhadap keselamatan CMNI,” kata King-Hinds.
Dia mengingatkan kesiapan militer saja tidak cukup untuk menghadapi potensi ketegangan baru di Indo-Pasifik. Menurutnya, Amerika Serikat juga harus memperkuat aliansi mereka dalam diplomasi untuk meredam ketegangan.

Kesiapsiagaan regional
Aktivis CMNI Liana Hofschneider meminta pemerintah setempat proaktif dalam meredam provokasi Tiongkok. Mereka juga harus selalu mencermati perkembangan geopolitik dan keamanan di Kepulauan Pasifik.
“Tiongkok membanggakan rudalnya karena hanya butuh sembilan menit untuk mencapai Kepulauan Mariana. Ini sangat mengkhawatirkan saya,” kata Hofschneider.
Hofschneider mendesak Amerika Serikat segera meningkatkan kesiapsiagaan regional. Dia pun mengusulkan penambahan pasukan cadangan militer di Indo-Pasifik.
“Kita [CMNI] harus memastikan kesiapan infrastruktur untuk mendukung pertahanan Sipil. Itu termasuk sarana air bersih dan sanitasi, fasilitas kesehatan, pelabuhan, serta bandara,” kata Hofschneider.
Dia melanjutkan provokasi Tiongkok juga menyadarkan mereka untuk meningkatkan alokasi anggaran Amerika Serikat bagi CNMI. Anggaran itu sangat dibutuhkan bagi pembangunan infrastruktur, pertahanan sipil, keamanan dalam negeri, dan cadangan Angkatan Darat CMNI.
“Bencana alam telah melumpuhkan kemampuan CMNI dalam 30 tahun terakhir. Ini menunjukkan ketidakmampuan CMNI mempertahankan pulau-pulau dari ancaman [global],” ujar Hofschneider.
Direktur Eksekutif Otoritas Pariwisata CNMI Christopher Concepcion memastikan uji coba rudal Tiongkok tidak berdampak terhadap industri pariwisata setempat. Dia pun yakin atas perlindungan keamanan dari militer Amerik Serikat.
“Semua tetap berjalan seperti biasa. CMNI merupakan tujuan [wisata] yang aman karena di bawah perlindungan militer terkuat di dunia,” ujar Concepcion. (*)






















Discussion about this post