Jayapura, Jubi – Komisaris Polisi Papua Nugini, David Manning telah mengkonfirmasi keberhasilan penangkapan lima orang dan tewasnya satu tersangka di Provinsi Enga, menyusul operasi terpadu yang menargetkan pelanggaran senjata api ilegal minggu ini.
Penegakan hukum berbasis intelijen menghasilkan penangkapan lima tersangka dari desa Lack, Mulitaka, Provinsi Enga, yang diduga terkait dengan konflik antarsuku yang masih berlangsung. Demikian dikutip jubi.id dari laman internet,tvwan.com.pg, Sabtu (7//3/2026)
Selain itu, satu tersangka tewas setelah mengalami luka tembak dalam upaya penyergapan terhadap kendaraan yang mengangkut seorang anggota pasukan keamanan.
Komisioner Manning menegaskan bahwa polisi tidak menoleransi kepemilikan maupun penggunaan senjata api ilegal.
“Polisi tidak akan menoleransi senjata ilegal. Saya tidak peduli siapa yang mendukung Anda. Senjata ilegal tidak akan ditoleransi. Polisi dan pasukan keamanan mengambil tindakan tegas untuk menyingkirkan senjata ilegal dari masyarakat dan melindungi warga dari kekerasan,” ujarnya.
“Jika Anda memiliki senjata ilegal, serahkan sekarang. Ada cara yang jelas dan mudah untuk menyerahkan senjata Anda dan menjauh dari kekerasan.”
Komisaris memuji tindakan cepat dan efektif Komando Kepolisian Provinsi Enga, yang selaras dengan strategi menyeluruh untuk memulihkan keamanan masyarakat.
“Perintah saya kepada Komandan Polisi Provinsi sudah jelas dan dilaksanakan tanpa rasa takut maupun pilih kasih. Dukung masyarakat untuk melucuti dan menyerahkan senjata ilegal, namun tetap menegakkan hukum tanpa pengecualian.”
Manning mengatakan, karena seriusnya dugaan tindak pidana tersebut, para tersangka yang ditahan akan tetap berada dalam tahanan dan tidak diberikan jaminan.
“Senjata yang terkait dengan para tersangka antara lain satu senapan laras panjang dan beberapa senjata rakitan,” katanya.
Kelima tersangka ditangkap di wilayah Surinki, yang saat ini menjadi fokus operasi keamanan untuk mencegah kekerasan lebih lanjut dan menjaga keselamatan masyarakat. (*)























Discussion about this post