Jayapura, Jubi-Perdana Menteri Papua Nugini, Marape tiba di Tiongkok dengan harapan dapat meningkatkan hubungan perdagangan dan ekonomi dengan Provinsi Guangdong. PM James Marape, tiba Guangzhou ibukota Provinsi Guandong, Tiongkok, Selasa (28/4/2026).
James Marape mengatakan provinsi di selatan Tiongkok itu adalah titik fokus bagi Papua Nugini dalam upayanya untuk mendapatkan akses lebih besar ke pasar Tiongkok. Demikian dikutip jubi.id dari RNZ Pasifik, Rabu (29/4/2026).
Menurut Marape, dalam pertemuan bilateral yang diadakan dengan presiden Tiongkok beberapa tahun lalu, Xi Jinping mengindikasikan bahwa Papua Nugini akan bermitra langsung dengan Guangdong.
Provinsi ini memiliki populasi lebih dari 120 juta orang, dan merupakan pusat manufaktur.
Tiongkok tetap menjadi mitra dagang terbesar dengan membeli volume besar ekspor gas dan mineral negara tersebut. Perdagangan bilateral antara kedua negara bernilai US$8 miliar, menurut The National.
Marape mengatakan bahwa peningkatan standar fitosanitari dalam beberapa tahun terakhir juga telah membuka pasar Tiongkok untuk lebih banyak produk pertanian Papua Nugini, dan dia ingin hal itu terus berkembang.
Kedutaan Besar Tiongkok di Moresby mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial pada hari Selasa bahwa Marape bertemu dengan para eksekutif senior dari beberapa perusahaan Tiongkok.
“Mereka bertukar pandangan tentang penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi. Perusahaan-perusahaan Tiongkok optimis tentang potensi pembangunan Papua Nugini, siap untuk memperdalam kerja sama dengan pihak PNG, dan berharap terciptanya lingkungan bisnis yang lebih aman, inklusif, dan menguntungkan bagi semua pihak,” demikian bunyi unggahan tersebut.
Marape kembali ke Port Moresby, Jumat, (1/5/2026). (*)
























Discussion about this post