• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Sejarah Panjang Pertambangan di Negara Tetangga, Papua Nugini

April 13, 2025
in Pasifik
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Alberth Yomo
Pertambangan

Tambang Ok Tedi, berbatasan langsung dengan Kabupaten Pegunungan Bintang, merupakan tambang terbesar kedua setelah Bougainville yang ditutup pada 1989 – Jubi/ www.oktedi.com

0
SHARES
91
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Papua Nugini (PNG) diberkahi dengan endapan mineral berharga seperti emas, tembaga, nikel, dan kobalt. Pertambangan telah menjadi ciri khas dan elemen pembentuk utama masyarakat serta perekonomian PNG sejak masa kolonial.

Sebelum kedatangan bangsa Eropa, penduduk asli Nugini telah menambang dan memperdagangkan peralatan batu dan oker selama ribuan tahun. Mereka juga memanfaatkan tanah liat untuk membuat tembikar. Demikian dilansir jubi.id dari laman mininghistory.asn.au, Minggu (13/4/2025).

Emas pertama kali ditemukan pada tahun 1852 sebagai jejak tak sengaja pada tembikar dari Teluk Redscar, Semenanjung Papua.

PNG Mines2 1024x691 1
Peta Potensi Tambang di PNG – Jubi/ mra.gov.pg

Wilayah Papua Nugini modern mencakup separuh timur Pulau Nugini dan beberapa gugusan pulau di sekitarnya. Negara ini sebelumnya dikelola oleh Australia, setelah Inggris (di selatan) dan Jerman (di utara) masing-masing mengklaim wilayah ini sebagai koloni pada 1884. Koloni Inggris diserahkan kepada Australia pada 1905, dan wilayah Jerman dikuasai setelah Perang Dunia I.

Setelah Perang Dunia II, Australia menyatukan kedua wilayah tersebut menjadi satu entitas administratif: Wilayah Papua dan Nugini. Setiap rezim pemerintahan memiliki pendekatan berbeda terhadap industri pertambangan.

Penambangan Emas Awal

Sumber daya mineral di Nugini mulai menarik perhatian pada akhir abad ke-19. Sejak 1888, para penambang dari Queensland, Australia, mulai menjelajah ke utara untuk mencari emas aluvial. Pulau Sudest dan Pulau Misima di Kepulauan Louisiade menjadi lokasi awal penemuan. Pada 1895, emas ditemukan di Pulau Woodlark, dan sejak 1896 mulai ada upaya eksploitasi endapan tersebut.

BERITATERKAIT

PM Papua New Guinea menyambut para investor

Bougainville balas ‘serangan’ anggota parlemen PNG saat debat kemerdekaan

Dr. Marat presentasikan laporan bipartisan urusan Bougainville

Papua Nugini didesak bersiap menghadapi El Niño dan potensi krisis ketahanan pangan

Meskipun beberapa tambang kecil sempat memberikan keuntungan bagi penambang perorangan, upaya korporasi gagal total dan ditinggalkan pada 1923.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Namun, potensi besar ditemukan di bekas wilayah Jerman yang belum dieksplorasi hingga diambil alih oleh Australia. Penemuan besar dimulai dengan Ladang Emas Morobe pada 1922, yang kelak menjadi salah satu ladang emas terbesar dunia.

Pada 1920-an, perusahaan kecil bermunculan di Morobe, beberapa di antaranya sukses dan berpusat di kota tambang baru, Wau.

Salah satu proyek paling sukses adalah pengerukan emas oleh Bulolo Gold Dredging Ltd, didukung oleh investor internasional. Mereka mengoperasikan enam kapal keruk besar di Dataran Bulolo. Proyek ini membayar dividen lebih dari £1.000.000 hanya dalam tiga tahun.

Operasi ini sempat ditinggalkan dan sabotase dilakukan saat invasi Jepang tahun 1942. Namun, setelah Perang Dunia II, kapal-kapal keruk direhabilitasi dan kembali berproduksi hingga tahun 1960-an.

Awal Minat terhadap Tembaga

Penambangan tembaga dimulai pada 1906 di Ladang Astrolabe dekat Port Moresby. Pada 1920, perusahaan New Guinea Copper Mines Ltd didirikan dengan rencana ambisius membangun kompleks industri lengkap. Namun, proyek ini gagal pada 1926 karena tantangan teknis dan harga tembaga yang rendah. Padahal proyek tersebut mempekerjakan sekitar 100 ekspatriat dan 1.000 warga Papua.

Ladang ini dibiarkan terbengkalai hingga perusahaan Australia kecil, Mandated Alluvials NL, menggarapnya kembali dengan hasil sedang antara 1938–1942.

Pasca PD II dan Penemuan Besar

Setelah Perang Dunia II, hanya sedikit aktivitas pertambangan hingga Conzinc Rio Tinto Australia menemukan deposit tembaga-emas raksasa di Pulau Bougainville yang mulai dieksploitasi pada 1972. Tambang ini beroperasi hingga 1989, ketika ditutup akibat konflik sosial.

Sebagai perbandingan, tambang PT Freeport di Papua Barat mulai mengekspor hasil tambang sejak 1 Maret 1973, berdasarkan kontrak karya pertama yang ditandatangani 5 April 1967.

Panguna mine in Bougainville
Sisa Tambang Bougainville di Buka, yang ditinggalkan akibat konflik bersenjata antara PNGDF dan pejuang kemerdekaan hingga referendum kemerdekaan Bougainville – Jubi/ islandsbusiness.com

Penemuan Bougainville memicu ledakan eksplorasi pada akhir 1960-an dan awal 1970-an. Pada 1968, Kennecott (AS) mengakui adanya deposit tembaga-emas besar di Ok Tedi, di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pegunungan Bintang. Namun, perusahaan ini gagal mencapai kesepakatan dengan pemerintah PNG yang baru merdeka dan kehilangan kendali atas tambang tersebut pada 1975.

Tambang Ok Tedi kemudian dikembangkan oleh konsorsium internasional dan mulai berproduksi pada 1984. Hingga kini, tambang ini tetap menjadi bagian penting dalam ekonomi PNG.

Tambang besar lainnya seperti Porgera (emas) mulai berproduksi pada 1990, dan tambang Ramu (nikel-kobalt laterit) menyusul pada 2012.

Boom eksplorasi emas di Australia pada 1980-an juga memicu penemuan di PNG. Salah satu yang terbesar adalah deposit emas di Pulau Lihir, ditemukan pada 1984 di kawah gunung berapi tak aktif. Produksi dimulai pada 1997 dengan total cadangan awal mencapai 23 juta ons emas.

Deposit penting lainnya ditemukan di Hidden Valley (Ladang Morobe) dan Pulau Simberi dekat New Ireland. Tambang Simberi mulai beroperasi pada 2008 dengan total cadangan sekitar 4,7 juta ons.

Pada 1988, gelombang besar pengungsi – diperkirakan hingga 10.000 orang – menyerbu tambang emas aluvial di Gunung Kare, Dataran Tinggi, mengulang sejarah demam emas abad ke-19.

Komoditas Mineral Minor

Selain logam-logam utama, juga terdapat produksi kecil dari perak (sebagai produk sampingan emas), platinum, osmiridium, mangan, dan bijih besi. Namun, prospek pertambangan logam-logam ini tidak signifikan.

Pada 2 Mei 2023, media utama PNG postcourier.com melaporkan bahwa China telah menambang nikel dan kobalt di Ramu, Provinsi Madang, dengan investasi senilai lebih dari US$2 miliar — terbesar dalam sejarah negara itu.

Sementara itu, Proyek Solwara 1 di Laut Bismarck, wilayah Provinsi New Ireland, menjadi sorotan karena rencana penambangan laut dalamnya yang kontroversial. Proyek ini mencakup area 0,112 km² dari total 59 km² dan berlokasi 30 km dari pantai, di kedalaman 1.600 meter. Ditargetkan menambang tembaga, emas, perak, dan seng selama 25 tahun. Proyek ini mendapat kritik dari para aktivis lingkungan Pasifik, termasuk dari PNG sendiri.

Minyak dan Gas

Eksplorasi minyak di PNG dimulai sejak 1919. Penemuan besar pertama adalah Ladang Kutubu pada 1986, diikuti oleh Ladang Gas Hides pada 1987. Sejak 2008, industri gas PNG berkembang pesat, terutama lewat proyek PNG LNG. Pada 2017, PNG tercatat sebagai eksportir gas alam cair ke-17 terbesar di dunia. (*)

Tags: Papua NuginiPertambangansejarah
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

investor

PM Papua New Guinea menyambut para investor

June 5, 2026
Pasifik

Pemimpin Pasifik nyatakan pengelolaan laut adalah masalah kelangsungan hidup

June 5, 2026

Seorang bayi kembar siam asal PNG selamat setelah operasi pemisahan

June 5, 2026

Perdana Menteri Fiji menolak keterlibatan militer dengan Israel

June 4, 2026

PM Kepulauan Solomon ingin tata ulang hubungan dengan Australia

June 4, 2026

Bougainville balas ‘serangan’ anggota parlemen PNG saat debat kemerdekaan

June 4, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
KONI Papua

The National Sports Committee of Indonesia (KONI) Chief Urges Papua to Reclaim Its Status as Indonesia’s Sporting Talent Hub

June 5, 2026
South Papua Senior

South Papua Senior Leadership Positions (JPT) Candidates Undergo Essay and Interview Assessment

June 5, 2026
Matius D Fakhiri

Matius D. Fakhiri terpilih aklamasi sebagai Ketum KONI Papua 2026-2030

June 5, 2026
Wakil Ketua

Wakil Ketua DPR Papua Tengah bawa aspirasi masyarakat ke Jakarta

June 5, 2026
investasi dan perusakan hutan

Pemuda adat serukan perlawanan terhadap investasi dan perusakan hutan

June 5, 2026
Musorprov KONI Papua 2026

Musorprov KONI Papua 2026, Gubernur Fakhiri Targetkan Kebangkitan Prestasi Menuju PON XXII 2028

June 5, 2026
Papua

Marciano Norman dorong Papua kembali jadi lumbung atlet nasional

June 5, 2026
Pemuda Adat

Pemuda adat Papua hentikan rakor program cetak sawah di Kota Sorong

June 2, 2026
Masyarakat adat

Masyarakat adat blokade akses menuju PT Freeport

June 4, 2026
Theodorus Bitbit

Mantan pemain timnas Indonesia Thedorus Rudolf Bitbit meninggal dunia

June 4, 2026
Fakhiri

Matius Fakhiri mendaftar sebagai bakal calon Ketum KONI Papua

June 4, 2026
Bom

Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

March 17, 2026
pedagang pakaian

Potret lesu pedagang pakaian kaki lima jelang Idulfitri di Jayapura

March 17, 2026
website

YPMD luncurkan website dokumentasikan Kabar dari Kampung

March 17, 2026
KONI Papua

The National Sports Committee of Indonesia (KONI) Chief Urges Papua to Reclaim Its Status as Indonesia’s Sporting Talent Hub

0
South Papua Senior

South Papua Senior Leadership Positions (JPT) Candidates Undergo Essay and Interview Assessment

0
Matius D Fakhiri

Matius D. Fakhiri terpilih aklamasi sebagai Ketum KONI Papua 2026-2030

0
Wakil Ketua

Wakil Ketua DPR Papua Tengah bawa aspirasi masyarakat ke Jakarta

0
investasi dan perusakan hutan

Pemuda adat serukan perlawanan terhadap investasi dan perusakan hutan

0
Musorprov KONI Papua 2026

Musorprov KONI Papua 2026, Gubernur Fakhiri Targetkan Kebangkitan Prestasi Menuju PON XXII 2028

0
Papua

Marciano Norman dorong Papua kembali jadi lumbung atlet nasional

0

English Stories

KONI Papua
Pacnews

The National Sports Committee of Indonesia (KONI) Chief Urges Papua to Reclaim Its Status as Indonesia’s Sporting Talent Hub

June 5, 2026
South Papua Senior
Pacnews

South Papua Senior Leadership Positions (JPT) Candidates Undergo Essay and Interview Assessment

June 5, 2026
Members of the Tuarek Natkime Foundation and the Tua Rek Nakima
Pacnews

Indigenous Community Blocks Access Road to PT Freeport Indonesia Operations

June 5, 2026
Healthcare workers and facilitators
Pacnews

Central Papua Health Office Holds On-the-Job Training (OJT) in Paniai to Support Governor’s Health Agenda

June 5, 2026
Thousands of residents attend a public
Pacnews

Thousands in Tolikara Attend Screening of Pig Feast Documentary

June 4, 2026

Trending

  • Pemuda Adat

    Pemuda adat Papua hentikan rakor program cetak sawah di Kota Sorong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masyarakat adat blokade akses menuju PT Freeport

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mantan pemain timnas Indonesia Thedorus Rudolf Bitbit meninggal dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Matius Fakhiri mendaftar sebagai bakal calon Ketum KONI Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kantor pusat Komite Nasional Papua Barat diteror bom

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara