Jayapura, Jubi – Pemerintah Fiji memantau kondisi pasukan penjaga perdamaiannya di Timur Tengah agar tetap dalam keadaan sehat, aman, dan bersemangat tinggi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Penjabat Menteri Dalam Negeri Fiji, Filimoni Vosarogo, dalam sebuah pernyataan pada Kamis (3/10/2024) malam mengatakan keselamatan pasukan penjaga perdamaian Fiji “sangat penting” dan menegaskan kembali seruan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk gencatan senjata mutlak di kawasan tersebut, demikian dikutip Jubi.id dari rnz.co.nz, Sabtu (5/10/2024).
Vosarogo mengatakan ditengah permusuhan di kawasan itu, protokol keamanan bagi pasukan penjaga perdamaian Fiji tetap yang terpenting.
Fiji telah menyediakan pasukan untuk penjaga perdamaian PBB selama lebih dari empat dekade. Bahkan Fiji menyumbang lebih banyak prajurit daripada negara lain berdasarkan basis per kapita.
Menteri mengatakan dirinya telah diberi pengarahan oleh komandan militer Fiji mengenai situasi tersebut.
“Pria dan wanita kami di Lebanon, Suriah-Dataran Tinggi Golan, Yerusalem, dan Sinai terus memantau situasi dengan kewaspadaan tinggi.
“Dengan stabilitas kawasan yang dipertaruhkan, ancaman yang terus berlanjut dan terus adanya variabel yang tidak pasti saat ini, saya mendesak semua warga negara kita untuk terus mendoakan para pria dan wanita RFMF demi keselamatan mereka di masa-masa yang penuh tantangan ini,” katanya.
Pasukan Militer Republik Fiji atau Republic of Fiji Military Forces disingkat RFMF adalah pasukan militer di negara kepulauan Pasifik, Fiji. Dengan total 3.500 anggota prajurit aktif dan 6.000 anggota cadangan.
Pasukan Militer Republik Fiji adalah salah satu militer yang selalu bekerja sama dengan Inggris dan militer Gurkha dari Nepal dalam operasi kepentingan Kerajaan Inggris. Banyak militer Fiji yang bekerja juga di Kerajaan Inggris .
Berbagai kantor berita internasional dan Lebanon melaporkan sejumlah ledakan keras di dekat Bandara Internasional Beirut, yang berbatasan dengan Dahieh—kantong kekuatan Hezbollah di Beirut—pada Kamis (03/10/2024) malam waktu setempat.
Rekaman video memperlihatkan ledakan besar di dekat Bandara Internasional Beirut-Rafic Hariri. BBC belum dapat mengonfirmasi lokasi serangan terbaru itu.
Sebelumnya, militer Israel meminta warga sipil di dekat dua gedung di Beirut selatan untuk menjauh sebelum menggencarkan serangan udara.
Pada Jumat (04/10/2024)) dini hari, Kementerian Kesehatan Lebanon merilis keterangan bahwa sebanyak 37 orang tewas dan 151 orang terluka akibat serangan Israel di Lebanon dalam 24 jam terakhir. (*)























Discussion about this post