• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Jaksa bantah Pemimpin pro-kemerdekaan Kaledonia Baru mengklaim tindakan Prancis ‘biadab’ dan ‘kolonial’

September 20, 2024
in Pasifik
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus Mampioper - Editor: Syam Terrajana
441881208 930601302406224 8158515008023850742 n
0
SHARES
13
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi- Partai-partai dalam partai pro-kemerdekaan FLNKS (Front Pembebasan Nasionalis Sosialis Kanak) pada hari Kamis,  mengecam apa yang mereka sebut sebagai “pembunuhan” dan “metode biadab” menyusul tewasnya dua warga pribumi Kanak dalam bentrokan dengan polisi Prancis .

Namun jaksa penuntut umum Yves Dupas dengan cepat membantah klaim tersebut. demikian dikutip Jubi dari laman rnz.com.

Dalam konferensi pers yang diadakan pada Kamis(19/9/2024) setelah bentrokan mematikan tersebut, biro politik FLNKS mengutuk “penggunaan kekuatan yang tidak proporsional” yang, menurut mereka, “hanya akan memperburuk situasi di lapangan dan menggagalkan prospek solusi damai” terhadap kerusuhan yang meletus di Kaledonia Baru pada tanggal 13 Mei.

Dalam rilis simultan yang ditandatangani oleh Rassemblement Démocratique Océanien (RDO) dan komponen utama FLNKS Union Calédonienne (UC), para pihak menyatakan “kemarahan dan kesedihan yang mendalam”.

Dominique Fochi dari Union Calédonienne mengatakan pada konferensi pers: “Kami telah menerima laporan yang mengatakan salah satu dari dua pemuda yang ditemukan penuh memar dan telanjang”.

Ia menambahkan bahwa Negara Prancis sedang melancarkan “genosida terhadap orang Kanak”.

Mereka juga mengklaim bahwa salah satu korban tewas merupakan hasil “eksekusi cepat”.

BERITATERKAIT

Rusia nilai Prancis belum selesaikan “dekolonisasi” di Martinik dan Kaledonia Baru

Di Saint-Louis, Kaledonia Baru dan pilihan antara hidup atau mati

Bentrokan dan kekerasan pecah di Kaledonia Baru

Namun, Dupas, yang juga mengeluarkan rilis pada Kamis (19/9/2024), membantah klaim tersebut.

Kematian tersebut terjadi saat pasukan keamanan Prancis memimpin operasi pada Rabu (18/9/2024)malam, mencari beberapa orang yang dicari karena dugaan tindakan kriminal sebelumnya.

Ini juga menyusul beberapa hari negosiasi antara pasukan keamanan Prancis, termasuk juga para pemimpin dan kepala suku Saint Louis.

“Ada upaya mediasi yang sedang berlangsung; dibutuhkan sedikit waktu lagi untuk meredakan tekanan,” kata Fochi kepada wartawan.

Awal minggu ini, Kepala Suku Saint Louis, tokoh terkemuka Union Calédonienne dan mantan anggota Kongres, Roch Wamytan, mengonfirmasi bahwa negosiasi tengah berlangsung untuk meyakinkan orang-orang yang dicari (bersenjata) itu agar menyerah. Namun, negosiasi itu gagal.

“Sulit untuk meminta mereka berhenti sekarang,” katanya kepada lembaga penyiaran publik lokal NC la 1ère.

Setelah kejadian Kamis (19/9/2024), para pemimpin pro-kemerdekaan menuntut penyelidikan yang “tidak memihak dan independen”.

Dupas juga merilis informasi lebih lanjut tentang temuan awal mengenai kematian orang-orang yang dicari karena tindakan kriminal, termasuk “percobaan pembunuhan”.

Ia mengatakan fakta-fakta itu terjadi sebagai bagian dari upaya untuk menindaklanjuti surat perintah penangkapan yang dikeluarkan untuk beberapa individu yang berlindung di Saint Louis.

Ia mengatakan polisi menjadi sasaran tembakan penembak jitu dari “tiga hingga lima orang bersenjata bertopeng” dan mereka membalas tembakan dalam keadaan “pertahanan yang sah”.

Dupas mengatakan polisi kemudian menyita sedikitnya tiga senjata dan amunisi setelah para penembak, beberapa terluka, melarikan diri.

Dua penyelidikan: satu pada polisi, satu pada warga sipil

Ia juga mengumumkan,  dua kasus terpisah kini sedang diselidiki: satu mengenai percobaan pembunuhan terhadap petugas yang dipercaya memegang wewenang publik, dan kasus lainnya menargetkan polisi.

Yang kedua akan dilakukan oleh sel investigasi layanan internal gendarmerie, dengan kemungkinan tuduhan kematian yang tidak disengaja.

Sebagai bagian dari penyelidikan kedua, otopsi (post-mortem) telah diperintahkan pada jenazah kedua korban Kanak.

Berbicara di televisi publik NC la 1ère , Komisaris Tinggi Prancis Louis Le Franc mengatakan polisi telah menerima instruksi untuk membalas tembakan jika menjadi sasaran langsung.

Ia mengatakan senjata yang digunakan warga sipil selama bentrokan itu berkaliber sangat tinggi, biasanya untuk berburu, dan beberapa senjata bersifat semi-otomatis dan dilengkapi peredam.

Jumlah korban tewas mencapai 13

Dengan demikian, jumlah korban tewas sejak kerusuhan dimulai di Kaledonia Baru menjadi 13 orang, termasuk dua polisi dan 11 warga sipil.

Dua korban meninggal terakhir masing-masing berusia 29 dan 30 tahun.

Konfrontasi dimulai pada Rabu malam, ketika polisi berusaha memasuki desa bermasalah tersebut, yang sering disebut sebagai benteng pro-kemerdekaan.

Setelah polisi awalnya menggunakan gas air mata, terjadi baku tembak dan kelompok intervensi khusus (SWAT) GIGN membalas tembakan.

Polisi mengatakan,  mereka bermaksud menangkap dan menginterogasi sejumlah individu yang dicari dan diduga terlibat dalam tindak kriminal, sejak kerusuhan Kaledonia Baru dimulai.

Seluruh wilayah ditutup selama berminggu-minggu

Pasukan keamanan telah menjaga blokade di sepanjang jalan provinsi utama dengan dua “jalan buntu” yang mencegah pengendara berkendara di sepanjang jalan itu, yang masih dianggap berbahaya.

Diperkirakan sekitar 50 “pencurian mobil” telah terjadi di bagian itu dalam empat bulan terakhir.

Kebuntuan ini juga secara efektif mencegah lebih dari 12.000 penduduk kota tetangga Mont-Dore untuk bepergian ke Nouméa untuk keperluan profesional. Sebagai gantinya, mereka sekarang menggunakan feri laut untuk mencapai pusat kota Nouméa.

Mereka terus-menerus mendesak pihak berwenang untuk segera menyelesaikan situasi di Saint Louis berdasarkan prioritas.

Di desa yang sama di Saint Louis, pada Juli, seorang militan pro-kemerdekaan, Roch Wamytan yang juga dikenal sebagai “banane” (nama yang diambil dari pemimpin pro-kemerdekaan Roch Wamytan) , ditembak mati selama konfrontasi dengan pasukan keamanan Prancis.

Para militan kemudian menguasai misi Katolik di Saint Louis, yang kemudian dievakuasi, dan akhirnya dibakar.

Pihak berwenang Prancis di Kaledonia Baru baru-baru ini mengumumkan jam malam yang lebih ketat untuk periode 21 hingga 24 September, sebagai tindakan pencegahan menjelang 24 September, yang merupakan hari peringatan “pengambilalihan” Prancis atas Kaledonia Baru pada 1853.

Salah satu partai pro-kemerdekaan, Union Calédonienne, juga baru-baru ini mengatakan bermaksud menggunakan tanggal tersebut untuk mendeklarasikan kemerdekaan “secara sepihak”.

Bala bantuan (tersedia setelah berakhirnya Olimpiade Paris 2024 dan kontingen keamanannya yang besar) telah dikirim dari daratan Prancis.

Le Franc mengatakan awal pekan ini jumlah total polisi, personel militer, dan polisi di Kaledonia Baru kini telah mencapai 7000 petugas yang belum pernah terjadi sebelumnya.(*)

 

Tags: Bentrokan di Kaledonia baru
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kaledonia Baru

Rusia nilai Prancis belum selesaikan “dekolonisasi” di Martinik dan Kaledonia Baru

October 4, 2024
Sepuluh hari setelah kematian Samuel Moekia dan Johan Kaidine, warga khawatir akan tragedi baru, sementara intervensi polisi direncanakan pada Senin, 30 September- Jubi/ www.lnc.nc Foto AFP/Sébastien Bozon

Di Saint-Louis, Kaledonia Baru dan pilihan antara hidup atau mati

September 30, 2024

Bentrokan dan kekerasan pecah di Kaledonia Baru

April 10, 2024

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

October 24, 2026
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

October 24, 2026
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

October 24, 2026
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

October 24, 2026
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

October 24, 2026
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

October 24, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

0
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

0
Kunang-kunang dan hilangnya habitat

Kunang-kunang dan hilangnya habitat akibat alih fungsi lahan

0
Timika dan Nabire potensi pengembangan berbagai sektor

Gubernur Nawipa: Timika dan Nabire berpotensi untuk pengembangan berbagi sektor

0
Kemasan kopi Papua Tengah

Gubernur Nawipa: Kemasan kopi Papua Tengah mesti dibuat menarik

0
Petani Kopi Mimika

Pemprov Papua Tengah serahkan bantuan alat pascapanen kopi kepada petani Mimika

0
Solomon berkomitmen dengan Indonesia

PM Kepulauan Solomon berkomitmen memperkuat hubungan dengan Indonesia

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara