Papua No.1 News Portal | Jubi

Anggota Parlemen Tim Masiu salahkan Komisi Pemilihan atas kekacauan Pemilu PNG

Writer: Dominggus A MampioperEditor: Dewi Wulandari
Komisi Pemilihan
PNG Communications Minister and Bougainville South MP, Timothy Masiu -  Jubi/RNZ.com

Jayapura, Jubi – Anggota Parlemen Papua Nugini yang baru saja terpilih kembali, Timothy Masiu, mengatakan banyak kesalahan atas kegagalan pemilu negara itu dapat diarahkan pada Komisi Pemilihan. Itu semua karena kesalahan Komisi Pemilihan Umum PNG.

Gubernur Jenderal Sir Bob Dadae telah menerima rekomendasi dari Komisi Pemilihan untuk menunda kembalinya surat perintah dalam pemilihan umum negara itu.

Mengutip laman resmi dari https://www.rnz.co.nz/international/pacific-news/471765/mp-blames-commission-for-election-chaos bahwa Masiu, mantan Menterti Komunikasi pada pemerintahan sebelumnya, mengatakan tidak ada gangguan di daerah kursi pemilihannya di Bougainville Selatan, Daerah Otonom Bouginville, Papua Nugini.

Dia mengatakan kekerasan dan gangguan di seluruh Papua Nugini akan menjadi fokus utama dari pemerintah baru. Anggota Parlemen asal Bougainville itu menuduh Komisi Pemilihan hanya duduk-duduk saja dalam lima tahun antara pemilihan yang seharusnya melakukan hal-hal yang dikerjakan seperti memperbarui daftar pemilih.

“Pemerintah memberi mereka banyak uang. Kami membayar semuanya ke KPU. Kami membayar untuk sumber daya yang mereka butuhkan, tetapi saya kira mereka tidak siap,” tambahnya seraya menambahkan mungkin tidak ada cukup orang yang memenuhi syarat untuk menjalankan pemilihan, jadi membutuhkan banyak hal untuk melakukan pemeriksaan atau koreksi.

Baca juga :   Guru penggerak harus hadirkan terobosan pembelajaran

Dia yakin pemerintah akan memberikan beberapa perubahan nantinya. Anggota parlemen Masiu juga menyerukan agar pengawasan yang lebih ketat terhadap kandidat yang mengantre untuk mengikuti pemilihan umum dan kenaikan biaya bagi saat pencalonan.

Dia mengatakan pemilihan umum akan menjadi fokus utama pemerintahan baru dan dia ingin melihat calon yang lebih berkualitas.

“Pertama-tama, calon yang mencalonkan diri di semua pemilih harus disaring dengan benar. Mereka seharusnya tidak memilikii catatan polisi. Mereka harus memiliki kualifikasi yang baik semacam kriteria harus digunakan,” kata Masiu.

“Juga kita harus menaikan biaya nominasi. Baru saja (itu) hanya 1000 Kina. Siapa saja dapat menarik 1000 Kina (Red: 1 Kina nilainya sama dengan Rp 5000,-) dari suatu tempat,” katanya.

Sementara itu pelatih liga rugby Papua Nugini dan kandidat independent, Michael Marum, telah dinyatakan sebagai Gubernur terpilih untuk Provinsi East New Britain atau Britain Timur Baru.

Baca juga :   Namah, Marape, dan O’Neill bersaing merebut kursi PM PNG

Marum secara resmi diumumkan oleh Pejabat Pengembalian Provinsi Joap Voivoi pada Rabu (27/7/2022). Marum berhasil mengumpulkan 33.285 suara, sedangkan kandidat Partai Persatuan Buruh Cosmas Bauk mengumpulkan 25.433 suara.

Marum sangat berterima kasih kepada anggota parlemen yang lama atau yang keluar, Allan Marat, Elil Tammur, dan Nakikus Konga atas pelayanan dan pengabdian mereka terhadap provinsi tersebut. Dia juga mengundang mereka untuk menjadi bagian dari tim kerjanya untuk Provinsi East New Britain yang lebih baik.

Marum juga berterima kasih kepada seluruh warga Provinsi East New Britain karena telah memilih dan mengizinkan seorang dari Distrik Rabaul untuk menduduki jabatan Gubernur Provinsi New East Britain yang selama ini didominasi oleh orang-orang dari Distrik Kokopo, Gazelle, dan Pomio. (*)

Comments Box
Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 728x250