• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Opini

Suku Amungme dan Gunung Nemangkawi yang dieksploitasi PT Freeport

March 16, 2024
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Timoteus Marten
Suku Amungme

Grasberg (Tenogoma) dan salju abadi Nemangkawi. - Jubi/IST

0
SHARES
3.2k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Oleh: John Magal*

Masyarakat adat Suku Amungme merupakan warga asli Papua dengan akar kebudayaan Melanesia yang menjalani kehidupan yang berlandaskan warisan leluhur Amungme secara turun-temurun di wilayah adat mereka yang dikenal sebagai “Amungsa”. Masyarakat ini tunduk pada hukum adat, menunjukkan solidaritas tinggi, serta memegang kedaulatan atas masyarakat, wilayah adat, dan sumber daya alam.

Etimologis nama “Amungme” berasal dari “Amung,” yang berarti pertama, utama, intisari, dan “Me,” yang merujuk kepada manusia. Dengan demikian, Amungme dapat diartikan sebagai manusia pertama, manusia utama, atau intisari manusia.

Wilayah adat suku Amungme dapat diuraikan secara berurutan dari timur ke barat, yang dimulai dari Mbram Mbram Tagal di batas timur (sebagai perbatasan dengan Kabupaten Ndugama). Sejalan ke arah barat, terdapat wilayah yang dikenal sebagai Delematagal, yang berbatasan dengan Kabupaten Paniai.

Sementara itu, di sebelah utara, wilayah ini berbatasan dengan wilayah suku Damal dan terletak di Kabupaten Puncak Papua. Di sisi barat laut, wilayah Amungme bertemu dengan suku Moni di Kabupaten Intan Jaya.

Selanjutnya, di sebelah selatan, wilayah adat ini berbatasan dengan wilayah adat suku Kamoro, sedangkan di sebelah tenggara, wilayah Amungme berbatasan dengan wilayah adat suku Asmat.

Gunung Nemangkawi merupakan gunung kebanggaan suku Amungme, sebuah tempat yang tidak hanya dipuja, tetapi juga diagungkan dan dikeramatkan. Gunung ini bukan sekadar rumpun batu, melainkan sebuah entitas yang sarat dengan nilai mitologi, legenda, religius, filosofi, dan aspek sosial budaya yang mendalam.

BERITATERKAIT

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

Wagub Papua apresiasi Papuan Leaders Bootcamp II

Kunjungan Sekjen PBB mesti menjadi momentum membuka masalah dekolonisasi Papua Barat

Dalam mitologi suku Amungme, dipercayai bahwa di sekitar Gunung Nemangkawi hidup makhluk-makhluk suci yang memiliki kekuatan membawa kesuburan, kekayaan, kesembuhan, dan bantuan dalam mengatasi kesulitan hidup. Legenda yang berkembang di lembah Tsinga juga menyatakan bahwa Nemangkawi dianggap sebagai honai, yaitu tempat tinggal salah satu marga terkemuka di lembah tersebut.

Aspek religius gunung ini begitu kuat, dengan puncak Nemangkawi dipandang sebagai pintu penghubung antara surga dan dunia atau manusia. Suku Amungme meyakini bahwa setiap individu yang meninggal akan menuju puncak Nemangkawi sebagai jalur menuju surga. Kepercayaan ini memberikan dimensi spiritual yang mendalam terhadap gunung tersebut.

Aspek filosofi Gunung Nemangkawi juga tercermin dalam percakapan sehari-hari, di mana bahasa perbandingan digunakan untuk menggambarkan nilai-nilai seperti kejujuran, kelakuan bersih, kesucian, dan segala hal yang murni dan putih. Sebagai contoh, seseorang yang memiliki kelakuan yang jujur dan bersih bisa diibaratkan seperti salju abadi yang putih di puncak Gunung Nemangkawi.

Dalam analogi ini, salju abadi yang putih menjadi simbol kemurnian dan kebersihan, sehingga menggambarkan dengan indahnya sifat positif yang dimiliki oleh individu tersebut.

Dalam konteks sosial budaya, Gunung Nemangkawi memiliki peran yang signifikan dalam proses pemilihan pemimpin. Orang yang bercita-cita menjadi pemimpin besar atau tua-tua adat diharuskan membacakan mantra sambil diangkat dan ditempatkan di puncak Gunung Nemangkawi. Hal ini mencerminkan pentingnya gunung sebagai simbol kebijaksanaan dan otoritas dalam struktur sosial suku Amungme.

Gunung suci Amungme, yang kini dieksploitasi oleh PT Freeport Indonesia, adalah Puncak Carstensz. Nama ini dikenal di banyak kalangan dan bagi suku lokal dan sejumlah orang yang pernah mampir. Suku Amungme menyebutnya “Nemangkawi”.

Bagi suku Amungme, gunung ini memiliki nilai religius, menjadi simbol kehormatan, dan mengandung harga diri, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar Gunung Nemangkawi seperti Waa, Tsinga, dan Arwanop. Nemangkawi dihormati sebagai “ninggok” atau kepala oleh suku Amungme. Dalam bahasa Amungme, Gunung Carstensz disebut “Nemangkawi,” yang artinya panah putih atau suci.

Nemangkawi ningok dianggap sebagai simbol kesucian, kejujuran, dan kebenaran, diibaratkan sebagai anak panah tajam yang menghadapi berbagai tantangan hidup.

Beberapa tempat keramat di sekitar Nemangkawi mengalami perubahan fungsi; misalnya, Peyukate kini dikenal sebagai Ridge Camp dan Mile 72 sebagai Grasberg.

Perubahan ini mencerminkan transformasi tempat-tempat yang sebelumnya dianggap keramat, dan tempat pemujaan menjadi bagian dari kegiatan perusahaan. Suku Amungme, terutama yang tinggal di tiga lembah, merasa kehilangan dan kecewa karena kerugian tanpa kompensasi yang wajar.

PT Freeport Indonesia memiliki kaitan dengan kunjungan pertama penjelajah Carstensz dari Eropa pada tahun 1623. Puncak tinggi yang dilihat Carstensz disaat berlabuh di perairan Mimika pantai, puncak yang tertutup salju tersebut, dinamakan Puncak Carstenzs.

Namun, perubahan nama oleh pemerintahan Indonesia menyebabkan pemaknaan yang berbeda, menciptakan ketidak-akuan identitas dan eksistensi masyarakat Amungme.

Nama Nemangkawi, yang sebelumnya dianggap sakral, kehilangan maknanya dan menggambarkan ketidak-akuan hak-hak dasar dan nilai-nilai sosial budaya masyarakat Amungme.

Periode 1974 sampai 1990-an kita menyaksikan penyebaran label “separatis” kepada mereka yang menuntut hak ulayat, memaksa masyarakat lokal untuk berdiam diri. Kesalahan masa lalu ini menyebabkan luka mendalam yang sulit sembuh bagi Amungme.

Manajemen PT Freeport Indonesia dihadapkan pada keputusan-keputusan yang merugikan masyarakat, menimbulkan perasaan kekecewaan.

Luka hati masyarakat lokal dari generasi tua hingga muda tidak pernah sembuh, terbukti dengan tuntutan hukum di Amerika Serikat oleh Tom Beanal (generasi tua) dan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan oleh Titus Natkime (generasi muda) dan hari ini hadir di Timika Menuel John Magal sebagai Ketua LEMASA dan Agustinus Anggaibak sebagai Ketua MRP Provinsi Papua Tengah.

Merupakan sejarah dalam perlawanan suku Amungme terhadap PTFI, di mana MRP Provinsi Papua Tengah membentuk Panitia Khusus (Pansus) AMDAL PT Freeport Indonesia.

Sampai hari ini Amungme meyakini bahwa kompensasi finansial tidak dapat menyembuhkan luka hati mereka. Ungkapan kecewaan masyarakat Amungme hingga mengucapkan kalimat seperti “mungkin Tuhan salah menempatkan kami di tempat ini”, mencerminkan ekspresi mendalam dari hati anak-anak Amungme yang merasakan ketidakadilan, diskriminasi, intimidasi, dan penindasan yang dialami pada masa lalu hingga hari.

Hingga kini, orang Amungme terus berjuang untuk mendapatkan pengakuan, dan kompensasi yang sesuai dari PT Freeport Indonesia dan Pemerintah Indonesia. (*)

*Penulis adalah Ketua Lembaga Musyawarah Adat Suku Amungme (LEMASA)

Tags: Gunung NemangkawiPapuaPT Freeport IndonesiaSuku Amungme
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Masyarakat sipil Papua Barat

Masyarakat sipil Papua Barat menyerukan akses untuk PBB dan Pasifik

October 22, 2026
Janji Prabowo selesaikan masalah Papua

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

October 20, 2026

Wagub Papua apresiasi Papuan Leaders Bootcamp II

October 20, 2026

Kunjungan Sekjen PBB mesti menjadi momentum membuka masalah dekolonisasi Papua Barat

October 19, 2026

Gubernur Nawipa: Gereja berperan penting dalam pembangunan masyarakat Papua

October 17, 2026

Kriya Papua Ticha tampil di pameran internasional Korea Selatan

October 16, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

Papua rights coalition urges Prabowo to honour pledge for peaceful political resolution
21 October 2026
Papua rights coalition urges Prabowo to honour pledge for peaceful political resolution

Jayapura, Jubi – The Papua Coalition for Law Enforcement and Human Rights has called on Indonesian President Prabowo Subianto to [...]

UN chief’s visit must be an opportunity to address West Papua’s decolonization, KNPB says
20 October 2026
UN chief’s visit must be an opportunity to address West Papua’s decolonization, KNPB says

Sentani, Jubi – The West Papua National Committee (KNPB) in West Baliem Lanny Jaya regency, Highland Papua province, says United [...]

Indigenous knowledge warns of wildlife loss as oil palm plantations replace Papua’s forest
20 October 2026
Indigenous knowledge warns of wildlife loss as oil palm plantations replace Papua’s forest

Jayapura, Jubi – Environmental advocates and Indigenous communities in Papua say the expansion of oil palm plantation threatens wildlife habitats, [...]

Southern Papua’s last conservation stronghold threatened by fires and development
19 October 2026
Southern Papua’s last conservation stronghold threatened by fires and  development

Jayapura, Jubi – The Indonesian Forum for the Environment (WALHI) Papua says forest and land fires in South Papua province [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

October 22, 2026
Marga Ateta

Marga Ateta boikot aktivitas GOKPL

October 22, 2026
Mahasiswa desak Pemkab Nduga

Mahasiswa desak pemkab segera tangani berbagai masalah di Nduga

October 22, 2026
KRI singgah di Honiara

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 singgah di Honiara

October 22, 2026
Australia-Indonesia Institute

Australia-Indonesia Institute berkunjung ke Indonesia

October 22, 2026
Israel bergabung dengan PIF

Israel bergabung dengan PIF sebagai mitra

October 21, 2026
Marga Klagilit

Marga Klagilit desak pertangungjawaban perusahaan batu bara

October 21, 2026
Berung Kasuari

Sawit dibuka, pohon ditebang, hutan hilang, burung terbang menjauh

October 19, 2026
wondama

Oknum Polisi di Teluk Wondama tabrak warga hingga tewas, Kapolres: Kami minta maaf

March 17, 2026
website

YPMD luncurkan website dokumentasikan Kabar dari Kampung

March 17, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Kesehatan

Kementerian Kesehatan Vanuatu kirim pasokan darurat ke Pulau Ambae

March 17, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

0
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

0
YKKMP laporkan penyisiran dan penganiayaan

YKKMP laporkan penyisiran dan dugaan penganiayaan penyandang disabilitas di Tolikara

0
Marga Ateta

Marga Ateta boikot aktivitas GOKPL

0
Mahasiswa desak Pemkab Nduga

Mahasiswa desak pemkab segera tangani berbagai masalah di Nduga

0
KRI singgah di Honiara

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 singgah di Honiara

0
Australia-Indonesia Institute

Australia-Indonesia Institute berkunjung ke Indonesia

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara