Jayapura, Jubi – Hengkangnya eks bos PSBS Biak, Owen Rahadian, ke tim berjuluk Mutiara Hitam menandai langkah baru. Ia telah resmi ditunjuk sebagai manajer Persipura Jayapura untuk musim depan.
Tak heran jika Owen memasang target tinggi pada musim perdananya. Ia bertekad membawa Mutiara Hitam kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Target ini bukan hal baru bagi Owen, karena ia sebelumnya sukses membawa tim berjuluk Napi Bongkar ke Liga 1 setelah penantian hampir 60 tahun sejak klub itu berdiri pada 1964.
Berbeda dengan klub berjuluk Mutiara Hitam, yang pernah merajai Indonesia Super League (ISL) dan menembus semifinal AFC, namun kemudian terpuruk hingga turun ke Liga 2, tempat mereka berjuang hingga kini.

Saat Owen masih bersama PSBS Biak di Liga 2, kompetisi dibagi dalam beberapa grup. Namun kini, formatnya sedikit berbeda. Tercatat 20 klub akan dibagi ke dalam dua grup, dan Liga 2 musim 2025/2026 akan menggunakan teknologi VAR secara penuh. Owen tidak datang sendiri ke Persipura; hampir seluruh gerbong pemain turut bergabung. Mereka antara lain Ruben Sanadi (mantan kapten PSBS Biak di Liga 2), Todd Rivaldo Ferre, Kelly Sroyer, kiper John Pigai, Hakim Adzib, Marcko Meraudje, dan Febrianto Uopmabin.
Selain itu, sebagian besar skuad Persipura musim lalu tetap bertahan, mulai dari Ramai Rumakiek, Gunansar Mandowen, serta pemain senior seperti Ian Louis Kabes, Boaz T. Solossa, dan Tinus Pae. Begitu pula dengan striker Ferinando Pahabol dan sejumlah pemain lainnya yang siap berjuang di bawah komando pelatih Ricardo Salampessy dan kawan-kawan.
Ondoafi dan Ketua Umum Persipura
Bagi Ferdinando Fairyo, mantan kapten Persipura era 1990-an yang pernah membawa Persipura dari Divisi Satu ke Divisi Utama, kehadiran Ondoafi Abisai Rollo sebagai Wali Kota Jayapura secara otomatis menjadikannya Ketua Umum Persipura musim ini.
BERITATERKAIT
“Jelas, sebagai Ondoafi, ia akan memberikan roh dan kemenangan bagi Persipura, karena Ondoafi juga adalah Wali Kota Jayapura. Kita tahu bahwa Wali Kota Jayapura identik dengan Persipura sejak di tangan M.R. Kambu yang pertama kali memimpin Persipura,” katanya.
Ia menambahkan, kepemimpinan Ondoafi Abisai Rollo akan menyatu bersama Persipura pada musim depan.
Persiapan Tim
Lalu bagaimana dengan persiapan Persipura itu sendiri? Menurut Fairyo, tim sudah harus mempersiapkan diri minimal tiga bulan sebelum kompetisi dimulai.
“Mulai dari pelatihan dasar, fisik, teknik, dan strategi, hingga ujicoba dengan klub-klub di Papua maupun luar Papua,” katanya, seraya mengkritik bahwa sebaiknya Persipura hanya memainkan dua pemain senior saja, tidak lebih.
Hal senada disampaikan pengamat sekaligus dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Cenderawasih (Uncen), Dr. Daniel Womsiwor. Ia menekankan bahwa persiapan menjelang kompetisi idealnya dilakukan tiga bulan sebelumnya, dimulai dari latihan dasar, fisik, hingga taktik dan strategi.
“Menjelang kompetisi harus dilakukan pertandingan ujicoba untuk menguji kesiapan dan evaluasi tim,” kata Womsiwor, mantan pelatih fisik Persipura U-18 di era Ketua Umum M.R. Kambu.
Persaingan Ketat di Wilayah Timur
Kompetisi musim 2025/2026 dipastikan berlangsung sangat ketat, terutama karena sejumlah alumni Liga 1 ikut bersaing. Mereka adalah Persipura Jayapura, Persiba Balikpapan, Persela Lamongan, dan dua klub yang baru saja terdegradasi ke Liga 2, yakni PSIS Semarang dan PSS Sleman.
Format kompetisi juga berubah dibandingkan musim-musim sebelumnya sejak Persipura berada di Liga 2.
Juara grup masing-masing wilayah, baik Timur maupun Barat, akan langsung promosi ke Liga 1 musim 2026/2027. Sementara satu slot tersisa akan diperebutkan oleh runner-up dari kedua wilayah. Tim peringkat ke-10 di masing-masing grup akan langsung terdegradasi ke Liga 3 musim depan, dan satu tim lainnya akan ditentukan melalui babak play-off antara tim peringkat kesembilan dari masing-masing grup.
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, dalam laman ligaindonesiabaru.com menyatakan bahwa Liga 2 musim 2025/2026 akan menggunakan teknologi VAR secara penuh di setiap pertandingan. (*)
Peserta Kompetisi Liga 2 Musim 2025/2026
Grup Timur:
- Persipura Jayapura
- PSIS Semarang
- Persela Lamongan
- Persiba Balikpapan
- PSS Sleman
- Adhyaksa Farmel
- Persiku Kudus
- Persekat Tegal
- Persipal Palu
- Deltras
Grup Barat:
- PSMS Medan
- Sriwijaya FC
- Persiraja Banda Aceh
- Sumut United
- PSPS Pekanbaru
- Bekasi City
- PSKS Cimahi
- Persikas Subang
- Tornado FC
- Barito Putra

































