Jayapura, Jubi – Benua Afrika menjadi penyumbang pemain asing terbanyak di Indonesia hingga ke Pulau Papua. Hampir semua klub di Papua pernah diperkuat oleh pesepak bola asal Afrika. Mulai dari Persipura Jayapura, Perseru Serui, Persiwa Wamena, Persidafon Dafonsoro hingga Persiram Raja Ampat.
Dua warga negara Kamerun menjadi pembuka jalan karier pemain asing Afrika di Bumi Papua. Keduanya adalah Bako Sadissou dan Ebanda Timothy yang didatangkan oleh Persipura Jayapura pada Liga Indonesia VIII tahun 2003, atau sejak dua dekade silam.
Kedatangan Bako yang berposisi striker dan Ebanda sebagai pemain tengah merupakan rekomendasi dari pelatih Persipura ketika itu, Ruddy William Keltjes. Bako direkrut dari Barito Putera dan Ebanda Timothy dari PSIS Semarang.
“Ebanda Timothy dan Bako Sadissou jadi pemain asing pertama kita. Waktu itu kita Persipura masih dilatih oleh Pak Ruddy Keltjes. Itu pertama kalinya kita diperkuat pemain asing pada Ligina VIII. Sebelum era Boaz Solossa dkk kita sudah pakai pemain asing,” kata legenda hidup dan eks kapten Persipura, Eduard Ivakdalam kepada awak Jubi, Senin (3/6/2024).
Paitua Edu menuturkan, karakter yang hampir sama dengan kultur sepak bola Papua membuat para pesepakbola Afrika tak kesulitan untuk beradaptasi dalam petualangan mereka di kompetisi sepak bola Indonesia.
“Pemain dari Afrika punya power yang bagus, karakter kita kan keras dan cepat, jadi sama dengan karakter kita. Makanya waktu mereka datang pertama itu langsung cepat beradaptasi. Kalau digabungkan dengan karakter kita yang cepat, bermain dengan skill dan kekuatan bisa jadi tim yang kuat dan solid,” ujarnya.
Setelah Bako dan Ebanda, pesepakbola asing asal Afrika laris manis di sejumlah klub Papua, termasuk Persipura yang rutin mendatangkan pemain-pemain dari Kamerun dan Nigeria. Begitu pula dengan saudara mudanya, Persidafon Dafonsoro, dan Persiwa Wamena yang merekrut pemain asal Liberia.
Tanah Papua telah menjadi rumah kedua bagi para pemain asing asal Afrika. Mereka bahkan betah tinggal dan menetap di Papua. Seperti yang diungkapkan eks pemain Persipura asal Kamerun, Kalamen Yves.
“Kita punya kekeluargaan yang sama, makanya saya senang ada di sini (Papua), saya merasa seperti di rumah saya sendiri. Saya bermain di Persipura dari 2006 sampai 2007,” kata Yves.
Hal yang sama juga dituturkan Ernest Jeremiah Chukwuma, eks Persipura asal Nigeria. Ernest yang saat ini berprofesi sebagai karyawan di salah satu perusahaan logistik di Kota Cologne, Jerman, tak pernah bisa melupakan masa-masa indahnya saat masih membela Persipura. Ernest mengaku masih selalu merindukan Persipura dan juga Papua.
“Saya sudah mengantongi paspor kewarnegaraan Jerman, tetapi paspor tidak penting. Itu tidak mengubah fakta bahwa saya merasa telah menjadi orang Papua jauh di dalam diri saya. Jujur saya benar-benar berpikir tentang hal itu. Saya merasa Jayapura adalah tempat jiwa saya berada,” kata Ernest.
Sebaran Pemain Afrika di Papua
Lebih dari 40 pemain asing asal Afrika pernah berkarier di klub sepak bola Papua sejak era Ligina, Liga Super Indonesia, hingga Liga 1. Jasa pemain asing Kamerun menjadi yang paling laris. Total ada 18 pemain dari negeri sepak bola berjulukan Les Lions Indomptables itu yang pernah bermain di klub-klub Papua.

Mereka adalah Bako Sadissou (Persipura 2003-2004), Ebanda Timothy (Persipura 2003-2004), Erick Mabenga (Persipura 2005), Christian Lenglolo (Persipura 2005), Raymond Nsangue (Persipura 2006), Kalamen Yves (Persipura 2006), Bio Paulin (Persipura 2007-2017), Mial Armand Balebata (Persidafon), Marc Orland Etogou (Perseru 2011-2013 dan Persiwa 2014), Guy Junior (Persidafon 2007 dan Persiwa 2013).
Lalu ada Jean Paul Boumsong (Persiram 2011-2012 dan Perseru 2014), Bruno Casimir (Persidafon 2009-2010), Seme Pierre Patrick (Persiram 2012-2013 dan Perseru 2013-2014), Thierry Gathuessi (Persiram 2014-2015), Mbida Messi (Persiram 2014), Christian Desire Kono (Persiwa 2010), Eric Bayemi (Persidafon 2011-2014) dan Henry Njobi Elad (Perseru 2016).
Negara Liberia menjadi penyumbang kedua terbanyak pemain asing Afrika di klub Papua. Para pemain dari negeri The Lone Stars yang pernah berkarier di klub-klub Papua ada Erick Weeks Lewis (Persiwa 2008-2012), Boakay Eddie Foday (Persiwa 2005-2012 dan Persipura 2014-2016), Kubay Quaiyan (Persiram 2009-2015), Sunday M Seah (Persiwa 2007-2008), dan Zah Rahan Krangar (Persipura 2010-2014).
Kemudian ada nama-nama lain seperti Abiel Cielo Quioh (Persidafon Dafonsoro 2011), Boima Karpeh (Persiram 2012-2013), Esaiah Pello Benson (Persiram 2011-2012), Sengbah Kennedy (Persiwa 2014 dan Persipura 2016), Edward Wilson Junior (Persipura 2016), dan James Koko Lomell (Persiram 2012-2013 dan 2015, Persipura 2016),
Pemain asal Nigeria juga laris manis di Papua, mereka adalah Victor Igbonefo (Persipura 2005-2011), Ernest Jeremiah Chukwuma (Persipura 2007-2009 dan Persidafon 2010-2011), OK Jhon (Persidafon 2005, Persiwa 2007-2009 dan 2011-2013), Onyekachukwu Aloso (Persidafon 2013), Osas Saha (Persiram 2013-2014, Perseru 2015-2016), Greg Nwokolo (Persipura 2016-dua kali main), dan Godstime Egwuatu Ouseloka (Persipura 2019-tidak pernah main).
Dari Mali ada tiga pemain yang pernah memperkuat klub Papua, yakni Abdoulaye Maiga (Persipura 2018), Mamadou Samassa (Persipura 2019) dan Amadou Gakou (Perseru 2016). Lalu dari Pantai Gading ada Lancine Kone (Persipura 2015) dan Siaka Dembele (Perseru 2016).
Sedangkan dari Togo ada satu pemain, yakni mendiang Ali Khadaffi (Perseru 2014-2015), Burkina Faso ada Habib Bamogo (Persiram 2014-2015) dan Sierra Leone juga satu pemain, Ibrahim Conteh (Persipura 2019).
Pesepak bola Afrika yang Sukses
Victor Igbonefo, Christian Lenglolo dan Eric Mabenga adalah legiun asing Afrika pertama yang sukses bersama klub Papua. Ketiganya mengantarkan Persipura meraih juara Liga Indonesia untuk pertama kalinya, pada 2005 silam.
“Erick Mabenga dan Christian Lenglolo ini sama-sama dari Kamerun. Mereka pemain yang sangat baik kepribadiannya. Mereka cepat bergaul, makanya di Persipura mereka sangat kompak dengan tim kita waktu itu. Gaya permainan mereka sangat cocok dengan karakter tim Persipura,” kata Marwal Iskandar, eks gelandang Persipura tahun 2005.
Victor Igbonefo yang berposisi sebagai tembok pertahanan kemudian menambah koleksi juara pada Liga Super Indonesia (ISL) 2008/2009 dan 2010/2011, sebelum akhirnya pindah ke Pelita Jaya.
Satu rekan Victor di Persipura, yakni Bio Paulin menjadi pemain asal Afrika tersukses di klub Papua, sebelum dia mengubah kewarganegaraan menjadi WNI. Bio bergabung dengan Persipura sejak 2007 dan meraih gelar juara ISL 2008/2009, juara ISL 2010/2011, juara ISL 2013 dan juara ISC A 2016.
Bio Paulin bersama penyerang Liberia, Boakay Eddie Foday juga turut mengukir sejarah baru bagi Persipura dan klub sepak bola Indonesia; lolos ke semifinal Piala AFC untuk pertama kalinya, tahun 2014 silam.
Lalu ada nama Zah Rahan Krangar juga dari Liberia yang memperkuat Persipura pada 2010-2014. Di tim Mutiara Hitam, Zah Rahan meraih dua trofi juara, ISL 2010/2011 dan 2013. Rekan senegaranya, Edward Wilson Junior juga pernah mengantarkan Persipura juara ISC A tahun 2016. (*)





















Discussion about this post