Jakarta, Jubi – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengaku Tanah Papua selalu berkesan dan menarik hatinya. Itu sebabnya dia bersedih karena bakal tidak bisa lagi ikut membangun Tanah Papua, sehubungan akan berakhirnya masa jabatannya sebagai wakil presiden.
“[Tanah] Papua menjadi sesuatu yang saya cintai. Tanah yang menarik dan berkesan. Terus terang, saya menyesal karena tidak akan lagi ikut membangun Papua ke depan” kata Ma’ruf, saat memberi pengarahan mengenai percepatan pembangunan dan otonomi khusus Papua, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (18/10/2024).
Ma’ruf memohon masyarakat tetap menerima jika dia mengunjungi Tanah Papua pada suatu saat nanti, setelah tidak lagi menjadi wakil presiden. Ma’ruf pun akan terus berdoa bagi kemajuan, keamanan, kedamaian, dan kesejahteran Tanah Papua.
“Saya menyesal sekali karena tidak [akan lagi] bisa bertemu bapak-bapak di Tanah Papua, sambil bakar batu. Saya mohon bapak dan ibu sekalian tetap menerima jika saya ke [Tanah Papua] walaupun saya tidak lagi menjadi wakil presiden,” kata Ma’ruf.
Ma’ruf dalam arahannya mengingatkan pembangunan Tanah Papua tidak bisa secara instan. Namun, setiap langkah pembangunan pada hari ini sangat menentukan masa depan Tanah Papua.
Ma’ruf juga mengingatkan para pemangku kepentingan senantiasa memprioritaskan penjagaan terhadap situasi keamanan supaya tetap kondusif di Tanah Papua. Dia tidak memungkiri permasalahan keamanan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah.
“Kami harus mengakui masih kerap terjadi kekerasan terhadap warga sipil [di Tanah Papua]. Saya harap keadaan [permasalahan] ini segera terselesaikan semua,” kata Ma’ruf, yang juga Ketua Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.
Namun, dia mengklaim banyak perubahan positif dalam beberapa tahun terakhir di Tanah Papua. Perubahan itu, di antara pembangunan infrastruktur dasar di empat provinsi baru.
“Sejak diamanatkan menjadi Ketua Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Papua pada 2021, saya langsung tancap gas dengan memimpin sejumlah rapat koordinasi, dan kunjungan ke Papua. Saya menyaksikan banyak perubahan positif, termasuk pembangunan infrastruktur, dan sarana prasarana, serta pelayanan publik di empat daerah otonom [provinsi] baru. Tentunya, ini hasil kerja keras, dan kolaborasi dari semua pihak,” kata Ma’ruf.
Dia berharap kebijakan percepatan pembangunan kesejahteraan terus berkesinambungan di Tanah Papua. Karena itu, dibutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan di pemerintah pusat maupun daerah.
“Kita [pemerintah] harus membangun Papua dengan semangat kebersamaan. Papua adalah bagian tak terpisahkan dari keberagaman dan kesatuan Indonesia,” ujar Ma’ruf.
Secara garis besar, ada tiga arahan utama Ma’ruf dalam percepatan pembangunan Tanah Papua. Arahan pertama ialah penguatan aspek perencanaan pembangunan kesejahteraan secara berkelanjutan dan transparan serta bertanggung jawab. Kedua, pendekatan kultural, dan keagamaan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Ketiga, percepatan peningkatan pembangunan pada daerah otonom baru di Tanah Papua. (*)























Discussion about this post