• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Meepago

Wabah ASF landa Nabire, 2.054 ekor babi mati dalam 3 bulan

January 11, 2025
in Meepago
Reading Time: 5 mins read
0
Penulis: Hengky Yeimo - Editor: Syofiardi
virus asf

Dokter Hewan Irvan Arief Palo menjaga Posko Darurat Wabah ASF di halaman Kantor Dinas Peternakan Kabupaten Nabire. – Jubi Hengky Yeimo

0
SHARES
42
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Nabire, Jubi – Wabah ASF (African Swine Fever) atau Penyakit Demam Babi Afrika melanda Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Dalam tiga bulan, dari 7 November 2024 hingga 9 Januari 2025, tercatat sebanyak 2.054 ekor babi milik peternak dan warga mati akibat wabah tersebut.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nabire drh I Dewa Ayu Dwita yang ditemui Jubi di kantornya, Jamat (10/1/2025) mengatakan, kematian 2.054 babi itu tersebar pada empat distrik, yaitu Distrik Nabire, Nabire Barat, Wanggar, dan Teluk Kimi. Keempat distrik telah ditetapkan sebagai Zona Merah.

“Kita sudah mengeluarkan imbauan dan mencegah masyarakat agar tidak menjual babi yang sakit dan penjual tidak membeli babi yang sakit, sebab itu akan memperluas penularan,” katanya.

Dwita mengingatkan wabah ASF hanya bisa dituntaskan atas dukungan semua masyarakat, baik peternakan agar menjaga ternaknya maupun pelaku usaha pemotong agar tidak membeli ternak yang sakit, karena akan membuat babi lainnya tertular dan mati.

“Saya berharap juga kepada para peternak agar dapat memberikan makanan dari hasil kebun supaya tidak tertular virus ASF,” ujarnya.

Dwita menceritakan, setelah mendapatkan laporan ada babi di Nabire yang sakit pada pertengahan Oktober 2024, petugas dari Dinas Peternakan mendatangi lokasi dan melakukan penyuntikan. Namun babi itu akhirnya mati. Sejak itu kematian babi terus-menerus meningkat.

Infografis Wabah ASF

BERITATERKAIT

Terjadi 23 kebakaran di sekitar area perkebunan sawit di Nabire

Pemprov Papua Tengah perkuat penanganan titik api di Nabire

Pemprov Papua Tengah dan alumni IMPT Manokwari gelar pelatihan MC

Program MBG serap 658 tenaga kerja lokal di Kabupaten Nabire

Akhirnya Dinas Peternakan Kabupaten Nabire memutuskan mengambil sampel darah pada 4 November 2024 dan membawanya ke Balai Veterinar di Jayapura untuk uji VCR ASF. Hasilnya keluar pada 8 November 2024 positif ASF.

“Karena hasil sudah dinyatakan positif harus dilakukan penanganan berdasarkan SOP (Standard Operating Prosedure) yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian, karena penyakit ASF masuk kategori penyakit hewan menular strategis sehingga memerlukan penanganan sesuai SOP yang telah ditetapkan Kementrian Pertanian dan ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Nabire,” katanya.

Dwita menduga wabah ASF yang melanda Nabire berasal dari pemasok babi atau tentengan dari daerah luar. Mobilisassi babi di Kabupaten Nabire berasal ari kabupaten tetangga, seperti Jayapura, Manokwari, Serui, Biak, dan Timika.

“Mereka didatangkan melalui kapal dan pesawat sehingga terdampak ke Nabire,” ujarnya.

Langkah pencegahan

Dwita menjelaskan untuk mencegahan pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Pemprov Papua untuk pendampingan, karena Pemprov Papua sudah pernah menangani kasus ASF.

“Jadi langkah berikutnya kami melakukan komunikasi ke pimpinan daerah sehingga diterbitkanlah Surat Keputusan Bupati Nabire Nomor 828 tanggal 14 November 2024 tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Wabah Penyakit ASF di Kabupaten Nabire atas dasar uji laboratorium itu,” katanya.

Kepala Dinas Peternakan Nabire
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nabire drh I Dewa Ayu Dwita saat diwawancarai Jubi di ruang kerjanya. – Jubi/ Hengky Yeimo

SK Penetapan Status Darurat dilanjutkan dengan SK Nomor 283 tahun 2024 tentang Pembentukan Satuan Tugas Penanggulangan Wabah ASF di Kabupaten Nabire pada 15 November 2024 yang melibatkan instansi-instansi terkait.

Setalah itu Bupati Nabire juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor 500.7.7.2.4/1765/Z tentang Pencegahan Pengendalian dan Penanggulangan Wabah Penyakit ASF di Kabuapaten Nabire.

“Setelah surat edaran dikeluarkan, kami memperketat pelarangan, pemasukan dan pengeluaran ternak babi dan prodak olahannya di Kabupaten Nabire pada pintu-pintu masuk jalur transportasi darat dan udara,” katanya.

Dinas Peternakan juga membuat Posko Penaggulangan Wabah ASF di halaman Kantor Dinas Peternakan Kabupaten Nabire.

“Langkah selanjutnya kami juga menetapkan lokasi penguburan di Kampung Kali Bumi, Distrik Nabire Barat seluas 1 hektare. Setelah wabah kematian babi menyebar, kami mengevakuasi babi-babi yang mati di kandang untuk dikuburkan di sana,” ujarnya.

Agar penguburan babi juga dapat terkontrol, Dinas peternakan juga menyediakan dan mengoperasikan kendaraan serta alat untuk mengevakuasi penguburan massal, seperti ekskavator (mesin pengeruk), pick up, dan truck mini untuk mobilisasi pengangkutan evakuasi,” katanya.

Dinas Peternakan juga melakukan dekontaminasi dengan penyemprotan disinveksi terhadap kandang-kandang babi, serta jalur evakuasi babi.

“Kalau petugas ambil babi dari kandang keluar, setelah itu petugas melakukan penyemprotan, kemudian petugas menyemprot peralatan dan proses penguburannya juga disemprot,” katanya.

Dwita mengatakan pihaknya juga memberikan disinvektan kepada peternak untuk melakukan penyemprotan secara mandiri.

“Agar mengurangi penularan, karena petugas kami sebagian terlibat dalam evakuasi. Jangan sampai petugas kami membawa virus ke kandang babi sehingga dilakukan penyemprotan mandiri,” katanya.

Selain itu Dinas Peternakan juga mengedukasi peternak menggunakan injeksi serum konvalesen ASF secara mandiri. Sebanyak 20.288 dosis serum konvalesen sudah dibagikan dari target 40.000 dosis. Injeksi serum konvalesen dilakukan kepada peternakan yang belum mengalami kematian untuk pencegahan.

“Kami juga melakukan edukasi kepada peternak untuk memperketat keamanan, tidak boleh semua orang masuk ke dalam kandang, sanitasinya juga dijaga,” ujarnya.

I Dewa Ayu Dwita mengatakan, pihaknya juga melakukan surveilen dengan sampel darah untuk memantau situasi penyakit.

“Hanya saja kami baru melakukan satu kali yang harusnya beberapa tahap, tetapi keterbatasan anggaran. Dana penanganan dibantu Pemkab Nabire untuk penanggulangan, tetapi anggaran itu belum mencukupi untuk penanggulangan wabah ASF enam bulan ke depan,” katanya.

Karena itu, ia berharap dalam enam bulan hingga April 2025 situasi mulai melandai.

“Kami juga sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Papau Tengah agar bisa segara teratasi. Itulah upaya-upaya yang sudah dilakukan, sampai detik ini kami masih terus bergerak,” katanya.

Virus sangat mematikan

Dokter Hewan Irvan Arief Palo dari Posko Darurat ASF Kabupaten Nabire mengatakan penyebaran virus ISF di Nabire sudah sangat luas. Virus ASF sifatnya sangat mematikan hewan ternak babi dan dapat menyebar dengan luas dan cepat.

Dinas Peternakan Nabire
Dokter Hewan Irvan Arief Palo di Posko Darurat Wabah ASF di halaman Kantor Dinas Peternakan Kabupaten Nabire. – Jubi/ Hengky Yeimo

“Jadi mortality rise atau angka kematian yang disebabkan oleh virus ini sangat tinggi, yakni 100 persen. Memang tidak ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini, tetapi kita dapat mencegah dengan sanitasi kandang yang bersih dan baik yang dilakukan setiap pagi dan sore,” katanya.

Selain itu juga bisa dicegah dengan membuat asap di kendang untuk menghindari dan mengantisipasi adanya lalat di setiap kandang.

Meski sangat mematikan kepada ternak babi, Palo menyampaikan bahwa penyakit virus ASF yangi disebabkan oleh virus asthivirus tersebut tidak menular kepada manusia. Jika dagingnya dikonsumsi oleh manusia, manusia tidak akan tertular, karena sifatnya bukan zoonosis (penyakit yang menular dari hewan ke manusia, atau sebaliknya).

“Dia hanya dapat menular dari babi yang satu ke babi yang lain dengan angka kematian yang tinggi, sifatnya angkut. Dia akan positif pada hari pertama sampai hari ketiga, mengalami demam nafsu makan yang menurun anoreksia, lalu dia mengalami demam tinggi sehingga namanya demam babi Afrika,” ujarnya.

Palo mengatakan, ciri khas dari penyakit ini adalah merah-merah dan demam tinggi. Pada hari keempat babi yang terjangkit biasanya tidak mau makan, disertai diare, lalu mati.

Menurut Palo, wabah ASF hanya menyebabkan kerugian ekonomi yang besar, karena itu masuk ke dalam daftar penyakit manular hewan strategis.

“Kalau babi banyak mati dan masyarakat tidak dapat pelihara bisa menciptakan kriminalitas yang tinggi. Terjadi rasa sakit hati dan kecemburan sosial yang meningkat sehingga menyebabkan perjadinya konflik horisontal. Hal-hal semacam ini yang harus kita hindari dengan memberikan edukasi kepada masyarakat agar jangan panik,” katanya.

Karena itu, Palo mengimbau masyarakat agar tidak panik. Dinas Peternakan, katanya, sudah memberikan serum untuk mencegah dan menekan agar wabah virus ASF tidak semakin meluas.

Ia mengimbau masyarakat untuk membantu dengan tidak menyebarkan penyakit tersebut. Caranya dengan menjaga sanitasi kandang dan menjaga lalu lintas ternak.

“Kita mau membawa hewan ke satu wilayah, kita harus datang, laporkan dulu ke Dinas Peternakan, dilakukan rapid test, pemeriksaan cepat atau tes cepat. Baru nanti Dinas akan mengeluarkan surat. Surat yang menyatakan bahwa hewan tersebut dapat dibawa untuk melintasi antar kabupaten. Dengan begitu, kita mencegah wabah ASF di Papua Tengah dan Papua pada umumnya,” katanya.

Palo menyampaikan saat ini angka kasus virus ASF di Kabupaten Nabire sudah landai. “Sudah turun dan bertahan pada angka 2.054 karena kegiatan-kegiatan yang sudah kita lakukan dari [akhir] tahun kemarin,” ujarnya.

ASF (African Swine Fever) atau Penyakit Demam Babi Afrika adalah penyakit yang menular bagi seluruh jenis babi. Wabah ini disebabkan oleh virus di beberapa negara dengan populasi babi yang tinggi.

ASF pertama di Indonesia muncul pada 2019, diumumkan secara resmi melalui Keputusan Menteri Pertanian No. 820/KPTS/PK.320/M/12/2019 tentang Pernyataan Wabah Penyakit Demam Babi Afrika (African Swine Fever) pada Beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara. (*)

Tags: Dinas PeternakanKabupaten NabirePeternak Babi PapuaTernak Babivirus ASF
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Kebakaran

Terjadi 23 kebakaran di sekitar area perkebunan sawit di Nabire

September 14, 2026
Papua Tengah

Pemprov Papua Tengah perkuat penanganan titik api di Nabire

August 22, 2026

Pemprov Papua Tengah dan alumni IMPT Manokwari gelar pelatihan MC

June 27, 2026

Program MBG serap 658 tenaga kerja lokal di Kabupaten Nabire

June 29, 2026

Gubernur Nawipa ajak masyarakat Puncak kembangkan potensi kopi dan ternak babi

May 26, 2026

Batik Air resmi beroperasi di Papua Tengah

April 23, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Southern Papua’s last conservation stronghold threatened by fires and development
19 October 2026
Southern Papua’s last conservation stronghold threatened by fires and  development

Jayapura, Jubi – The Indonesian Forum for the Environment (WALHI) Papua says forest and land fires in South Papua province [...]

GIDI calls for military operations in Korowai to stop amid displacement fears
19 October 2026
GIDI calls for military operations in Korowai to stop amid displacement fears

Jayapura, Jubi – The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Christian Church in Indonesia (GIDI) has called on [...]

KINGMI Church calls for urgent aid for civilians reportedly displaced in Papua Highlands
17 October 2026
KINGMI Church calls for urgent aid for civilians reportedly displaced in Papua  Highlands

Jayapura, Jubi – The Evangelical Christian Church (KINGMI) in the Land of Papua has called on the Indonesian Government and [...]

Thick smoke continues to blanket Fakfak as forest fires burn across West Papua
17 October 2026
Thick smoke continues to blanket Fakfak as forest fires burn across West  Papua

Jayapura, Jubi – Thick smoke continued to blanket Fakfak, the capital of Fakfak Regency in West Papua, on Friday (October [...]

Intan Jaya students mark one year since Soanggama killings
16 October 2026
Intan Jaya students mark one year since Soanggama killings

Jayapura, Jubi — Dozens of students from the Somatua Intan Jaya Independent Student Community (KOMISI) have held a public rally [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
IM3

IM3 Platinum Hadirkan Bundling Platinum Plus dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max

October 19, 2026
Dinkes Papua Tengah gelar workshop

Dinkes Papua Tengah tingkatkan kompetensi tenaga kesehahan lewat workshop

October 19, 2026
Festival Kopi Papua Tengah

Festival Kopi: Momentum membumikan kopi Papua Tengah

October 19, 2026
Kunjungan Sekjen PBB

KNPI Jayawijaya: Kunjungan Sekjen PBB ke Indonesia jangan hanya formalitas

October 19, 2026
Kunjungan Sekjen PBB

Kunjungan Sekjen PBB mesti menjadi momentum membuka masalah dekolonisasi Papua Barat

October 19, 2026
Berung Kasuari

Sawit dibuka, pohon ditebang, hutan hilang, burung terbang menjauh

October 19, 2026
Perundingan iklim tanpa kesepakatan ilmiah

Perundingan iklim IPCC di Ethiopia berakhir tanpa kesepakatan laporan ilmiah

October 19, 2026
Kapolda Papua Barat dilaporkan ke Kompolnas dan praperadilan

Kuasa hukum tersangka berencana laporkan Kapolda Papua Barat ke Kompolnas

October 19, 2026
Raja Ampat, Tambang, Nikel

Tambang masih mengancam Raja Ampat

October 19, 2026
Gubernur Nawipa

Gubernur Nawipa: Gereja berperan penting dalam pembangunan masyarakat Papua

October 17, 2026
Berung Kasuari

Sawit dibuka, pohon ditebang, hutan hilang, burung terbang menjauh

October 19, 2026
Derby Papua

Derby Papua: Gawang PSBS Biak ‘dihujani’ gol oleh mantan pemain

October 18, 2026
Suasana demonstrasi di Perumnas III Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (15/08/2026) - Jubi/Larius Kogoya

Nilai Indonesia alami kemunduran kebebasan sipil, Civicus soroti Papua

October 19, 2026
Benteng konservasi

Benteng konservasi terakhir di Papua Selatan terancam rusak

October 17, 2026
IM3

IM3 Platinum Hadirkan Bundling Platinum Plus dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max

0
Dinkes Papua Tengah gelar workshop

Dinkes Papua Tengah tingkatkan kompetensi tenaga kesehahan lewat workshop

0
Festival Kopi Papua Tengah

Festival Kopi: Momentum membumikan kopi Papua Tengah

0
Kunjungan Sekjen PBB

KNPI Jayawijaya: Kunjungan Sekjen PBB ke Indonesia jangan hanya formalitas

0
Kunjungan Sekjen PBB

Kunjungan Sekjen PBB mesti menjadi momentum membuka masalah dekolonisasi Papua Barat

0
Berung Kasuari

Sawit dibuka, pohon ditebang, hutan hilang, burung terbang menjauh

0
Perundingan iklim tanpa kesepakatan ilmiah

Perundingan iklim IPCC di Ethiopia berakhir tanpa kesepakatan laporan ilmiah

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara