Papua No.1 News Portal | Jubi

Dinkes Paniai gelar workshop penanganan Malaria

Writer: Abeth YouEditor: Edho Sinaga
Dinkes Paniai
Suasana workshop malaria di aula Dinas Kesehatan Paniai - Laswan untuk Jubi

Enarotali, Jubi – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paniai, Papua menyelenggarakan workshop malaria bagi tenaga kesehatan (Nakes) untuk meningkatkan pengetahuan agar masyarakat terbebas dari berbagai penyakit termasuk penyakit Malaria.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula Dinas Kesehatan Paniai, Jumat, (5/8/2022) ini dihadiri 100 tenaga kesehatan (nakes) yakni para dokter, perawat, bidan, analis dan tenaga kesehatan lainnya. Sebagai narasumber, ada tiga ahli yang dihadirkan.

Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai dr. Laswan Siallagan mengatakan, peserta bisa memanfaatkan kegiatan ini dengan baik untuk meningkatkan kapasitas SDM kesehatan dalam pencegahan penularan maupun pengobatan malaria.

“Kami ada tiga pemateri, saya sendiri menyampaikan tentang kebijakan pengendalian malaria serta data dan fakta kondisi malaria di Paniai. Yang kedua dr. Eric Agastyo Karyadi, SpA, mengenai tatalaksana malaria dan menegakkan diagnosis malaria yang disertai dengan pemeriksaan darah ataupun laboratorium. Lalu narasumber ketiga adalah M. Sahril Naim tentang pemeriksaan darah menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) dan Sistem Pelaporan Malaria (e-SISMAL),” ujar dr. Laswan Siallagan kepada Jubi saat dihubungi, Kamis (11/8/2022).

Menurut dia, angka kejadian malaria kabupaten Paniai dari Januari sampai Juli 2022 tercatat 82 kasus, Annual Parasite Incidence (API) 0,57. API adalah angka kejadian per 1000 penduduk berisiko dalam satu tahun. Angka API digunakan dalam menentukan tingkat endemisitas malaria di suatu daerah.

“Dengan data ini Paniai sedang mempersiapkan diri untuk sertifikasi Eliminasi Malaria dalam beberapa tahun ke depan,” ucapnya.

Ia berharap agar tenaga kesehatan bekerja maksimal dan tulus melayani sepenuh hati demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Paniai.

Sementara, dr. Eric Agastyo Karyadi, SpA menyampaikan cara pemberian obat yang tepat sesuai dosis, dan aturan minum sesuai petunjuk dokter atau nakes.

“Obat malaria HARUS dihabiskan agar parasit plasmodium hilang tuntas. Jika tidak dihabiskan plasmodium dapat bertahan di hati serta aktif kembali saat daya tahan tubuh menurun,” kata dr. Eric.

M. Sahril Naim mengatakan, pemeriksaan darah sangat penting bagi tenaga kesehatan yang menangani pasien di kampung maupun di puskesmas karena penegakan diagnosa Malaria harus berdasarkan pemeriksaan darah.

“Kami harapkan penggunaan obat malaria bisa tepat sasaran sesuai dengan diagnosa yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Sahril memberikan materi mengenai penginputan data ataupun laporan Malaria dari tingkat Puskesmas, RS maupun Dinas Kesehatan dengan sistem online (e-SISMAL).

Melalui sistem pelaporan ini kata dia, kinerja Puskesmas, RS dan Dinas Kesehatan tentang Malaria dapat langsung dikirim dan dipantau oleh Dinkes Provinsi maupun Kemenkes. (*)

Comments Box

Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 728x250