Jayapura, Jubi – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jayapura menggelar bimbingan teknis atau bimtek perlindungan dan penyelamatan kearsipan bagi kampung dan sekolah setara SMA/SMK, berlangsung di salah satu hotel di Abepura, Kota Jayapura, pada Kamis (13/3/2025).
Asisten II Setda Kota Jayapura, Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir B. Widhi Hartanti mewakili Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, mengatakan arsip merupakan barang yang berharga dalam sistem pemerintahan.
“Pengelolaan arsip perlu bimtek agar terjalin [terlaksana dengan] baik, dan perlu diketahui [bahwa adalah] arsip hal yang paling penting, kita bisa katakan arsip adalah barang yang berharga,” ujarnya.
Menurutnya, dalam bimtek akan banyak penjelasan oleh narasumber terkait bagaimana perlindungan dan penyelamatan arsip daerah. Pelaksanaan bimtek juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM di lingkungan pemerintahan Kota Jayapura.
“Di unit kerja masing-masing [harus] dipertanggungjawabkan penataan arsip. Saya harap para peserta memahami dengan baik,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa dalam sebuah instansi pemerintahan, jika pekerjaan tidak dibarengi dengan pengarsipan maka sangatlah sia-sia. “Orang yang sudah lama bekerja di pemerintahan, mereka tahu bahwa pentingnya penyelamatan arsip.”
Arsiparis Ahli Muda Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Papua Darmawati, yang juga menjadi narasumber pada bimtek tersebut mengatakan pengelolaan, perlindungan, dan penyelamatan arsip merupakan hal penting dalam lingkungan pemerintahan.
Selain itu, tujuan dan sasaran pembinaan kearsipan agar terciptanya birokrasi yang tertib administrasi. “Jika arsip tidak diperhatikan dan tidak disimpan maka sangat berbahaya, sebab kita seperti hidup di udara yang tidak sehat. Kita akan berjalan seperti tanpa cahaya,” katanya.
Sementara itu, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jayapura, Septinus Ireeuw mengatakan bahwa bimtek yang dikhususkan pada kampung dan sekolah ini, guna meningkatkan perlindungan dan penyelamatan arsip daerah.
“Kami melaksanakan bimtek untuk lingkup kelurahan dan kampung bahkan di sekolah. Kami pemerintah kota melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berharap, ke depannya di Kota Jayapura cara mengelola arsip sudah secara digital,” ujarnya. (*)























Discussion about this post