Jayapura, Jubi – Ondofolo Kampung Hebehulu Yoka dan Ondofolo Kampung Ayapo bersama masyarakat dari kedua kampung telah membuka Pemalangan pembangunan Rumah sakit Vertikal Uncen.
Pemalangan itu sudah dilakukan sejak Selasa (02/7/2024) yang mengaku pemilik hak ulayat. Mereka meminta Kementrian Kesehatan RI segera menyelesaikan pembayaran tanah adatnya.
Ondofolo Kampung Hebeibulu Yoka, David Mebri mengatakan pihak yang melakukan Pemalangan tidak punya hak atas tanah adat atau ulayat yang dilakukan pembangunan Rumah Sakit Vertikal Uncen itu. Karena hanya lima orang yang diakui tua-tua adat saja yang memiliki ulayat di tempat tersebut.
“Kami datang dengan massa untuk membuka palang agar pembangunan rumah sakit bisa dikerjakan, kami juga tidak mau menghambat pembangunan. Karena kami cinta pembangunan di tanah Papua,” katanya saat membuka Pemalangan di di belakang Lapangan Trikora, Kota Jayapura, Provinsi Papua pada Rabu (03/07/2024).
Ia juga mengatakan Pemalangan tersebut dilakukan pihak yang mengakui tanah ulayatnya padahal pihak tersebut tidak punya hak atas tanah adat itu. Sehingga ia dan Ondofolo Kampung Ayapo bersama masyarakat datang membuka palang agar pembangunan itu kembali dikerjakan. Menurutnya, gerakan Pemalangan seperti ini tergolong pekerjaan mafia dan juga tidak ada hak mereka untuk melakukan pemalangan seperti ini.
Harapannya, mulai hari ini tidak ada lagi kegiatan-kegiatan Pemalangan seperti ini dari kelompok manapun tanpa persetujuan pimpinan adat. Dan khususnya untuk pembangunan rumah sakit ini karena di sini hanya dua Ondofolo yang punya hak yaitu Ondofolo David Memberi dan Enos Deda.
“Sebagai Ondofolo pesan untuk semua dan siapa saja yang merasa dirugikan harus datang ke para-para sebagai anak adat untuk duduk bicara sama-sama jalan keluarnya bagaimana. Dan hari ini sudah dibuka kedua Ondofolo agar pembangunan ini dapat dikerjakan kembali,” katanya.
BERITATERKAIT

Sementara, Ondofolo Kampung Ayapo, Enos Deda mengatakan mengenai persoalan yang sudah terjadi dari kemarin terkait dengan Pemalangan Pembangunan Rumah Sakit Vertikal Uncen sudah tidak ada masalah lagi dan sudah dibuka. Bahkan ia juga mengimbau, jika ada masalah seperti ini lagi, diminta jangan ambil tindakan sendiri namun harus dibicarakan bersama-sama.
“Ondofolo kami hanya minta pembangunan bisa kembali dijalankan, karena kami sudah terima hasil dari pembangunan rumah sakit ini, bagiannya kami sudah diberikan jadi jangan ada palang-palang lagi,” katanya.
Menurutnya Rumah sakit Vertikal Uncen ini merupakan aset yang dibangun untuk kepentingan masyarakat Papua bukan untuk kepentingan orang lain. Karena pembangunan ini kalau sudah jadi anak-anak pasti disekolahkan juga di sini. Ia juga berpesan kalau ada sesuatu yang belum terselesaikan mari duduk bicara di para-para dengan Ondofolo kasih tahu bagian mana yang belum dibayar.
“Sehingga kami bisa koordinasi dengan pihak Uncen dan bagaimana langkah selanjutnya Uncen bisa pertimbangkan penyelesaiannya bagaimana baiknya. Intinya hari ini kami sudah buka palang dan pembangunan bisa kembali dijalankan,” tutupnya. (*)
































