Sentani, Jubi – Rasa hilang dan hampa melanda ratusan pedagang di Pasar Pharaa. Desember baru datang pertanda ujung tahun. Tapi tak disangka ia tiba bersama api. Melahap habis ratusan kios. Sandaran hidup banyak orang rubuh seketika.
Senin, 2 Desember sekira pukul 02.30 WIT dini hari, dua los besar, B dan C di Pasar Pharaa Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, ludes terbakar. Api juga menyambar dan mennghanguskan puluhan kios dan lapak di belakang dua los tersebut.
Los B dan C di Pasar Pharaa Sentani, sehari-hari digunakan sebagai tempat jualan bagi pedagang musiman dan juga pedagang menetap yang memiliki lapak dan kios di dalam dua los tersebut.
Puluhan kios dan lapak lainnya yang terletak di bagian belakang dua los ini juga menampung puluhan pedagang lainnya seperti pedagang sembako, pedagang daging dan ayam potong. Sementara teras bagian samping los B, celah dengan Los A digunakan sebagai tempat jualan puluhan pedagang mama-mama Papua atau pedagang musiman yang khusus menjual bahan natura.
Kepala Pasar Pharaa Sentani, Keliopas Mehue mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap para pedgaang yang terdampak dari peristiwa kebakaran kemarin.
Dikatakan, pedagang yang banyak terdampak dari peristiwa kebakaran itu adalah pedagang tetap yang memiliki kios dan lapak di dalam dua los besar serta puluhan kios di bagian belakang.
“Total pedagang yang terdampak ada 329 orang. Data ini sudah kami sampaikan kepada pemerintah daerah,” ujar Keliopas saat ditemui di Pasar Pharaa Sentani, Selasa (3/12/2024).
Rata-rata para pedagang yang terdampak di dua los itu adalah pedagang barang produksi seperti kelontong, sepatu, pakaian, asesories, tas dan koper serta kosmetik, termasuk pedagang yang memiliki kios Sembako.
“Belum ada data soal kerugian dari masing-masing pedagang, tetapi dilihat dari jenis barang dagangan sudah pasti mereka juga merugi,” .
Saat ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Jayapura bersama Pimpinan Daerah sedang berkoordinasi untuk mencari solusi terbaik. “Sebagian pedagang yang barang jualannya selamat atau tidak terdampak sama sekali sedang bergabung di pelataran los A, D dan E untuk berjualan,” katanya.
Salah satu pedagang ayam potong, Saeni mengatakan, untuk menyambut Natal dan tahun baru dirinya sedang melakukan penawaran dan pembelian daging ayam di sejumlah agen penjualan ayam potong, baik lokal maupun di luar Papua seperti Makassar dan Surabaya.
Musibah kebakaran yang terjadi 2 Desember dini hari itu, sama sekali tidak terpikir olehnya. Sebagian pesanan ayam potong lokal seberat 150 kilo baru saja disimpan di dalam lembari pendingin di tempat jualan.
“Kejadiannya dini hari, malamnya sekitar pukul 23.30 saya baru tiba di rumah dari tempat jualan. Karena sorenya setelah jualan, saya bersihkan sebagian tempat simpan (freezer) dan menyusun kembali ayam potong yang akan dijual. Nanti, pagi mau sholat subuh baru lihat HP ada panggilan dari keluarga dan teman sesama pedagang ayam yang kasih informasi kalau pasar terbakar,” ujarnya.
Dia menaksir kerugian yang dialaminya mencapai ratusan juta rupiah. Ada delapan unit freezer yang sudah terisi ratusan kilo ayam potong. Semuanya habis terpanggang tinggal rangka.
“Kami yang berdagang khusus ayam potong di pasar ini ada sekitar 20 hingga 25 orang, dan sebagian besar merugi akibat stok ayam di freezer masing-masing habis terbakar,” katanya.
Salah satu pedagang ikan asar di los A, Nia Maniani mengaku tetap berjualan seperti biasa, karena tidak begitu terdampak dari peristiwa kebakaran yang menghancurkan los B dan C.

Warga Kota Jayapura yang belasan tahun berjualan ikan asar di Pasar Lama Sentani dan berpindah lagi ke Pasar Pharaa Sentani ini menjelaskan, kondisi pasar saat ini sebenarnya membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Daerah. Tidak hanya sebatas penarikan retribusi pasar saja. Tetapi juga semua pengurus dan pengelola pasar ini harus benar-benar mereka yang paham soal fungsi pasar itu sendiri. Hal ini menurutnya penting. Agar ada kepercayaan dari seluruh pedagang kepada pengelola, dalam hal ini termasuk Pemerintah Daerah.
“Puji Tuhan karena los A luput dari kebakaran, sesungguhnya aktivitas jual beli setiap hari berjalan seperti biasa, sejak kemarin los sebelah (B dan C) masih dalam kondisi terbakar, kita tetap berjualan seperti biasa sampai hari ini. Pembeli masih ramai seperti biasanya,” ujar perempuan yang biasa disapa Ani itu.
Hingga berita ini diturunkan, lokasi pasar yang terbakar sudah diberikan garis polisi sebagai tanda sedang dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk mengetahui sumber dan penyebab kebakaran. Sementara halaman parkir motor di depan lima los besar digunakan kembali sebagai tempat jualan oleh pedagang musiman yang setiap hari menempati los B dan C. (*)























Discussion about this post