Sentani, Jubi – Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mengadakan Pelatihan Wirausaha Pemula selama dua hari yang diikuti 100 pemuda, baik laki-laki maupun perempuan, di sebuah hotel di Sentani, Jumat-Sabtu (22-23/11/2024).
Kepala Dispora Kabupaten Jayapura Yaan Yoku mengatakan pelatihan tersebut yang kedua setelah pelatihan serupa yang diadakan tahun lalu. Namun, pelatihan tahun lalu hanya sebatas materi untuk meningkatkan kapasitas, sedangkan pelatihan sekarang ditambah dengan dukungan alat.
Tujuan pelatihan, kata Yoku, sebagai wahana meningkatkan potensi pemuda dan pemudi dalam keterampilan dan kemandirian berusaha.
“Bagaimana agar peserta memahami secara benar dan tepat mengenai kewirausahaan. Selain itu, juga agar agar pemmuda yang unggul dan profesional dalam berwirausaha dapat mendukung kewirausahaan di Kabupaten Jayapura,” ujarnya.
Yoku menjelaskan, selama kegiatan, peserta akan dilatih narasumber dari inkubator bisnis dan kewirausahaan Universitas Cenderawasih, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Papua, Exiss Art, dan dari perbankan.
Sedangkan peserta berusia 17 hingga 30 tahun yang merupakan utusan dari empat distrik, satu kelurahan, dan delapan kampung.

Setiap peserta, tambahnya, akan dibekali dengan fasilitas untuk usaha, secara khusus usaha percetakan digital. “Ada 12 item fasilitas yang nantinya dibawa pulang oleh peserta, kami akan melakukan pengawasan selama dua tahun di setiap tempat usaha,” katanya.
Yoku juga menyebutkan kegiatan tersebut didanai dari Dana Otonomi Khusus Kabupaten Jayapura 2024.
Penjabat Bupati Jayapura Semuel Siriwa saat pembukaan kegiatan pelatihan pada Jumat (22/11/2024) mengatakan dengan pelatihan tersebut para peserta ketika kembali ke tempatnya masing-masing dan memulai usaha yang baru dipastikan akan membuka peluang tenaga kerja yang sangat banyak.
“Seratus orang itu sudah sangat banyak dan pastinya dengan jenis usaha yang berbeda, baik itu kuliner lokal, keramba, tempat cuci kendaraan, hingga usaha percetakan dalam skala kecil dan menengah,” katanya.
Menurutnya pelatihan wirausaha pemula itu juga bisa disejalankan dengan program nasional saat ini yang sedang dilakukan uji coba di Kabupaten Jayapura, yaitu pemberian makanan bergizi (gratis) bagi siswa sekolah.
Usaha dalam konteks penyediaan pangan lokal yang bergizi dan disalurkan kepada anak-anak sekolah tersebut merupakan kesempatan yang sangat luar biasa, jika dilaksanakan langsung oleh pengusaha di setiap kampung. Hasil atau produk makanan bergizi tersebut langsung disalurkan kepada anak-anak atau siswa sekolah yang berada di kampung dan distrik di mana usaha tersebut berada.

“Bisa kita bayangkan jika makanan bergizi tapi dibawa dari kota ke kampung, belum sampai kampung makanannya sudah rusak di tengah jalan,” katanya.
Pemkab Jayapura, kata Semuel, akan memberikan perhatian serius terhadap komitmen dan upaya para pengusaha pemula ini untuk benar-benar melakukan usahanya berdasarkan bidang yang ditekuni.
Ia juga berharap pihak perbankan juga memberikan dukungan yang nyata terhadap dukungan anggaran ketika ada pengusulan dari setiap pengusaha yang membutuhkan bantuan atau sokongan dana.
“Pelatihan ini tidak hanya sebatas memenuhi kuota atau hanya ingin mendapat bantuan fasilitas usaha, setelah dari pelatihan ini, fasilitasnya ditinggal dan tidak memulai usaha. Berarti, tandanya tidak ada perubahan dan keinginan maju dari cara berpikir kita saat ini,” katanya.
Semuel juga berharap agar seluruh peserta bisa mengembangkan skil dan kemampuan yang dimiliki untuk mengembangkan usahanya dan terlibat aktif bersama Pemkab Jayapura dalam menjalankan program pembangunan bagi masyarakat di Kabupaten Jayapura.

“Seratus orang hari ini akan menjadi contoh dan akan ada lagi puluhan hingga ratusan orang lainnya yang memilih dunia usaha sebagai tempat untuk berusaha dan menghidupi diri serta keluarga sehingga tidak hanya mendaftar PNS, TNI, dan Polri yang menjadi pilihan utama dalam menjalani kehidupan kita hari ini dan seterusnya,” katanya.
Salah satu peserta, James Tokoro sangat mengapresiasi upaya Pemkab Jayapura melalui Dispora yang telah melaksanakan pelatihan tersebut..
Menurut Tokoro, usaha percetakan saat ini menjadi salah satu usaha yang sangat laris dan telah menjawab kebutuhan masyarakat, secara khusus untuk kebutuhan acara dan kegiatan yang besar.
“Pada situasi seperti ini kita bisa lihat ada banyak sekali spanduk dan baliho yang terpasang di semua titik atau tempat di kota ini dan yang kita lihat selama ini hasil percetakan itu bukan dari pengusaha lokal di sini,” ujarnya.
Usaha percetakan, katanya, belum begitu banyak di Kota Sentani dan ini menjadi peluang dengan adanya pelatihan tersebut.
“Belum sampai 10 unit tempat usaha percetakan di kota ini, melalui pelatihan ini bisa menjadi peluang untuk menjawab tantangan ke depan, juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain yang belum mendapatkan pekerjaan,” katanya. (*)






















Discussion about this post