Sentani, Jubi — Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Jayapura, Papua menertibkan para pedagang buah yang berjualan di pinggir jalan di kawasan pasar tradisional Pharaa Sentani. Langkah itu untuk mengatasi kemacetan di sekitar pasar dan demi kenyamanan aktivitas jual beli.
Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, SH, mengatakan sebelumnya sekelompok mama-mama Papua melakukan aksi protes, karena tempat mereka biasa berjualan ditutup dan dipasangi garis polisi.
“Mereka datang dari jauh-jauh untuk jual buah, tapi dilarang tanpa disediakan tempat. Itu yang membuat mereka datang ke kantor bupati untuk mengadu,” kata Haris Yocku di Sentani, Selasa (11/11/2025).
Wakil Bupati bersama Kepala Pasar kemudian turun langsung ke lokasi berdialog dengan para pedagang. Para pedagang akhirnya menerima tempat berjualan yang telah disiapkan pemerintah di dalam area pasar.
“Tempat mereka yang lama di pinggir jalan itu sangat mengganggu arus lalu lintas. Mobil yang berhenti untuk beli buah sering menimbulkan kemacetan panjang,” ujar Haris Richard Yocku.
Wakil Bupati juga memerintahkan Kepala Dinas dan Kepala Pasar, segera menertibkan seluruh area pasar agar tidak ada lagi pedagang berjualan di pinggiran jalan utama.
“Kami ingin pasar jadi tempat yang nyaman untuk semua, bukan menimbulkan macet atau sampah di pinggir jalan,” katanya. (*)





















Discussion about this post