Sentani, Jubi – Anak Papua pendiri (founder) MY Financials, Meitilda Yaung menyatakan ia membuat platform berupa website www.myfinancials.id untuk menawarkan jasa layanan keuangan bagi masyarakat.
Website tersebut diluncurkan dan diresmikan di salah satu kafe di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (18/7/2026).
Ia mengatakan mengatakan, kehadiran My Financials diharapkan bisa berkontribusi mendukung literasi keuangan dan inklusi keuangan.
Menurutnya, jasa konsultan keuangan ini bermula dari freelance (konsultasi one-on-one) pada akhir 2022, setelah mendapatkan sertifikasi Perencana Keuangan Bersertifikasi (CFP). Ia juga pernah bermitra dengan perusahaan investasi di Jakarta.
Kemudian pada 2024, Meitilda Yaung kemudian membangun sendiri usaha melalui alur dan prosedur hingga digitalisasi usaha pada 2026,dengan filosofi brandnya “Kelola Keuangan, Kelola Hidup”.
Katanya, filosofi itu diperoleh dari temuannya saat menjadi konsultan dan trainer keuangan, bahwa masih banyak pandangan bahwa kelola keuangan itu hanya soal angka atau perhitungan yang rumit. Padahal sebenarnya dengan mengelola keuangan itu berarti kita mengelola kehidupan.
“Contohnya, ketika kita mulai disiplin mencatat keuangan, itu berarti kita sedang membangun kebiasaan disiplin. Dan [kebiasaan] itu kita terapkan bukan hanya hal keuangan, tapi kehidupan lainnya seperti pendidikan, bisnis, dan bidang lainnya,” kata Meitilda Yaung saat peluncuran.
BERITATERKAIT
Selain itu menurutnya, dengan mencatat keuangan bisa melatih atau belajar regulasi emosi, seperti tidak membuat keputusan tergesa-gesa (impulsif spending)
“Jadi itu filosofinya. Jangan melihat bahwa mengelola keuangan itu sesuatu yang terpisah dari mengelola kita punya hidup. Sebenarnya jalan bersama, satu kesatuan,” ucapnya.
Meitilda Yaung mengatakan, pentingnya mengelola keuangan untuk dapat membantu pelaku usaha dalam mengakses permodalan. Sebab, pihak bank/investor membutuhkan catatan keuangan guna melihat pemasukannya sehat atau tidak.
Ia berharap My Financials bisa berkontribusi mendukung literasi dan inklusi keuangan bukan hanya untuk UMKM, tetapi semua kalangan mulai dari pribadi, keluarga, komunitas dan lainnya.
“Kami punya program edukasi keuangan gratis turun ke kampung atau komunitas di gereja untuk mengampanyekan literasi keuangan,” ujarnya.
Ia juga berharap bisa bermitra dengan lembaga-lembaga sehingga dapat mendorong literasi keuangan yang kontekstual membangun sistem keuangan udahan yang sehat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Janzen Faidiban yang merupakan pendiri/CEO Nokensoft (PT Noken Inovasi Teknologi Informasi) yang beroperasi di Papua mengatakan, pihaknya menjadi pengembang website My Financials.
Menurut Jansen Faidiban, dalam menangani website usaha tersebut, ditampilkan sejumlah informasi tentang profil usaha. Salah satunya fitur katalog produk yang sudah lengkap beserta harganya.
Tujuan agar masyarakat yang dapat mengakses informasi terkait produk (jasa) yang dibutuhkan.
Selain itu, website itu juga menyajikan blog, artikel, galeri sebagai portofolio agar pelanggan (customer/client) dapat mengetahui kegiatan-kegiatan yang sudah dikerjakan.
“Ke depannya, kami berencana kolaborasi membuat aplikasi keuangan yang kontekstual (sesuai kebutuhan). Jadi, aplikasi keuangan ini nanti dipakai oleh klien dari Nokensoft dan juga MY Financials,” kata Jansen Faidiban. (*)



























