Sentani, Jubi – Sejumlah kelompok Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM Kampung Kwadeware, Distrik Waibu, memamerkan tiga produk unggulan mereka pada kegiatan Expo Urban Farming di Taman Inspirasi Waibu Edu Tourism, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (7/12/2024).
Kelompok-kelompok UMKM itu di antaranya yang memamerkan produk olahan keripik keladi Watta terdiri dari 13 anggota, virgin coconut oil (VCO) Yara Blessing ada 20 orang, dan tas rajutan Yokiwa sebanyak 14 anggota.
Salah satu kelompok UMKM, VCO Yara Blessing, Netty Lasol selaku sekretaris kelompok tersebut menjelaskan bahwa produk VCO dipilihnya, karena di lingkungan sekitarnya terdapat banyak pohon kelapa.
Menurutnya, selama ini kelapa hanya dijual di pasar dan membutuhkan biaya operasional ke sana. Sehingga, kelompoknya memikirkan cara agar kelapa tersebut bisa diolah menjadi sebuah produk. Maka, muncullah ide untuk membuat VCO yang diharapkan dapat mengangkat ekonomi para anggota.
Ia mengatakan, VCO memiliki banyak manfaat untuk sehari-hari, seperti menjadi minyak oles untuk luka, obat batuk pilek, menambah nafsu makan, dan masih banyak lagi manfaat lainnya.
“Kalau paru-paru basah, bisa minum [VCO] dua kali sehari sebanyak satu sendok. Kalau anak kurang nafsu makan, bisa kasih minum satu sendok makan,” katanya.
Adapun harga untuk botol ukuran 100 militer yaitu Rp50.000, sedangkan ukuran 250 mililiter seharga Rp100.000.
Selanjutnya, untuk produk keripik keladi Watta kemasan 200 gram dijual Rp15.000 per bungkus, dan tas rajutan dijual Rp200.000.
Produk UMKM tersebut merupakan program sosial dari PLN UIP Maluku dan Papua, yang telah dilakukan selama 6 bulan dengan menggandeng Komunitas Kitorang sebagai fasilitator.
Marthinus Brenggis Numberi, salah satu fasilitator dari Komunitas Kitorang mengatakan program tersebut untuk mengembangkan sumber daya alam (SDA) yang ada di sekitar, untuk menjadi sebuah produk yang memiliki nilai jual.
Selain mengolah SDA yang sudah ada, kelompok UMKM itu juga mendaur ulang sampah cincin dan tutup botol plastik, menjadi sebuah tas rajutan. Numberi berharap masyarakat Kampung Kwadeware bisa memiliki penghasilan tambahan, untuk meningkatkan perekonomian mereka.
“Ke depannya produk dari mama-mama kelompok UMKM lokal yang ada di Kampung Kwadeware ini, bisa bersaing di pasar,” katanya. (*)


























Discussion about this post