• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Menyapa Nusantara

Prabowo, survei, dan vonis dari 205 responden

October 30, 2026
in Menyapa Nusantara
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Antara - Editor: Admin Jubi
Survei

Survei Voxpol Center Research and Consulting menyebutkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai 63,1 persen. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

0
SHARES
0
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jakarta, Jubi – Rapor merah boleh diberikan kepada siapa pun. Tak ada pengecualian, termasuk kepada presiden dan pemerintahannya. Hanya saja, rapor tanpa kelas dan parameter yang jelas, siswa yang mewakili, dan alat ukur yang teruji, itu bukanlah evaluasi yang kokoh. Hal itu berisiko menjadi opini yang diberi angka, lalu dibesarkan menjadi vonis politik. Bahaya dan berisiko sekali.

Itulah kesan setelah membaca dua artikel dalam laporan khusus RayaTimes: tulisan Ardian Taufik Gesuri mengenai hasil survei RayaTimes dan tulisan Dhimam Abror Djuraid berjudul “Survei sebagai Senjata Politik”. Keduanya tampil dalam narasi tajam. Namun, ketika metodologi dan jalan argumentasinya dibuka, maka sebagian ketajamannya justru terasa hampa. Seolah terlihat mengiris, tetapi ujung pisaunya tidak seluruhnya menyentuh fakta yang hendak dibuktikan.

Ulasan ini tidak berpendapat bahwa Presiden harus kebal terhadap survei. Sebaliknya, pemerintahan yang percaya diri harus berani membaca hasil yang menyenangkan maupun yang getir. Namun, bersedia mendengar kritik tidak berarti semua angka harus diterima dengan bobot yang sama. Survei nasional acak terhadap sekitar 1.200 responden tidak dapat disejajarkan dengan jajak pendapat daring terhadap 205 orang yang memilih sendiri untuk menjawab.

Survei RayaTimes dilakukan secara daring pada 13–18 Oktober 2026. Dari 205 respondennya, 184 orang atau 89,8 persen menyatakan tidak puas, 6,3 persen netral, dan hanya delapan orang atau 3,9 persen merasa puas. Temuan itulah yang kemudian dibingkai sebagai “rapor merah” dua tahun pemerintahan Prabowo–Gibran. Simplistis sekali, bukan?

Masalah pertama dan paling mendasar adalah siapa yang sebenarnya diwakili oleh 205 responden itu. Mereka tidak dipilih secara acak dari seluruh penduduk Indonesia, itu jelas. Tidak dijelaskan juga secara memadai dari mana tautan survei disebarkan, siapa yang melihatnya, siapa yang terdorong menjawab, serta bagaimana komposisi wilayah, usia, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan pilihan politik mereka. Banyak pertanyaan hanya menerawang tanpa jawaban.

Leslie Kish, ahli statistik kelahiran Hungaria yang kemudian menjadi profesor di University of Michigan, dalam buku klasik Survey Sampling menjelaskan bahwa sampel dapat berbicara mewakili populasi apabila setiap anggota populasi mempunyai peluang terpilih yang diketahui. Itulah dasar pengambilan sampel probabilitas. Dalam survei sukarela di internet, seperti dilakukan RayaTimes, peluang itu tidak diketahui. Orang yang marah, kecewa, atau sudah memiliki sikap politik kuat biasanya lebih terdorong mengisi dibandingkan warga yang netral.

Karena itu, angka 89,8 persen hanya sah dibaca sebagai 184 dari 205 peserta survei RayaTimes yang tidak puas. Ia tidak boleh bermetamorfosis menjadi 89,8 persen rakyat Indonesia. RayaTimes sendiri sebenarnya mengakui sampelnya tidak acak dan hasilnya tidak dapat digunakan untuk menyatakan mayoritas penduduk Indonesia tidak puas. Pengakuan tersebut jujur, tetapi sekaligus meruntuhkan daya generalisasi judul besarnya.

BERITATERKAIT

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

Prabowo undang BRIN paparkan riset pangan dan energi

‘Londo Ireng’: Organisasi pers dan jurnalis desak Prabowo minta maaf

IMPT dan GPMI-I desak Presiden Prabowo turunkan tim investigasi ke Intan Jaya

Masalah kedua, ketidakjelasan antara sasaran program dan responden yang ditanya. Sebanyak 73,2 persen peserta disebut tidak merasakan manfaat MBG, sedangkan 77,1 persen tidak merasakan manfaat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Pertanyaannya: apakah mereka atau anaknya penerima MBG? Apakah mereka tinggal di desa dengan koperasi yang telah beroperasi? Apakah mereka anggota, pemasok, pembeli, petani, atau pelaku UMKM yang berhubungan dengan koperasi tersebut?

Jika bukan penerima program, jawaban “tidak merasakan manfaat” merupakan sesuatu yang wajar. Namun, jawaban itu tidak membuktikan programnya tidak bermanfaat. Mengukur manfaat MBG mestinya melibatkan murid, orang tua, guru, ahli gizi, pekerja SPPG, pemasok lokal, dan sekolah penerima. Mengukur Sekolah Rakyat harus mendengar siswa dari keluarga miskin, orang tua, guru, serta anak yang sebelumnya putus sekolah. Menilai KDMP harus masuk ke desa, menemui anggota koperasi, petani, nelayan, pedagang kecil, serta membedakan koperasi yang baru berbadan hukum dari koperasi yang benar-benar telah beroperasi.

Pemerintah mencatat MBG telah menjangkau sekitar 62 juta penerima manfaat. Badan Gizi Nasional pada Oktober 2026 mencatat sekitar 57,49 juta penerima, lebih dari satu juta tenaga kerja, dan 26.385 SPPG; perbedaan angka dapat muncul karena tanggal pemutakhiran data yang berbeda. Sekolah Rakyat telah berkembang menjadi 166 sekolah di 34 provinsi. Pemerintah juga telah membentuk kelembagaan 80.081 KDMP/KKMP, meskipun jumlah koperasi yang sungguh-sungguh operasional tentu harus terus diverifikasi dan tidak boleh disamakan dengan jumlah badan hukum.

Justru kelompok-kelompok penerima itulah yang perlu dijadikan sampel khusus. Jangan bertanya kepada orang yang tidak menerima makan tentang rasa dan kebermanfaatannya, kemudian menyimpulkan makanannya tidak berguna. Itu bias.

Secara internasional, program makan sekolah bukan gagasan aneh. World Food Programme mencatat sedikitnya 466 juta anak memperoleh makanan sekolah di berbagai negara. Bank Dunia menemukan manfaatnya membentang luas dari pendidikan, perlindungan sosial, kesehatan, hingga pasar pertanian lokal, dengan perkiraan manfaat ekonomi 7 sampai 35 dolar AS untuk setiap satu dolar investasi, tergantung konteks dan mutu pelaksanaan. Bukti mengenai kehadiran sekolah relatif kuat, sedangkan bukti mengenai beberapa hasil gizi masih beragam. Artinya, MBG tidak boleh dipuja tanpa evaluasi, tetapi juga tidak patut dihakimi hanya melalui persepsi responden yang belum tentu menerimanya. Jadinya rancu.

Masalah ketiga ialah hasil RayaTimes terlalu jauh dari survei-survei nasional pada periode berdekatan. SMRC mencatat kepuasan kepada Presiden sebesar 44,5 persen. Poltracking menemukan kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran 55,3 persen, sedangkan Parameter Politik Indonesia mencatat 65,4 persen. Objek pertanyaan dan metodologinya memang berbeda, tetapi seluruhnya jauh dari angka 3,9 persen versi peserta survei RayaTimes.

Perbedaan itu tidak berarti pemerintah boleh menepuk dada. Angka 44,5 sampai 65,4 persen tetap mengirimkan peringatan tentang ekonomi rumah tangga, pekerjaan, hukum, korupsi, dan kualitas implementasi program. Namun, peringatan berbeda dari vonis. RayaTimes juga hanya melakukan satu kali pengukuran, sehingga tidak dapat menyimpulkan tren penurunan tanpa data pembanding dengan metode dan pertanyaan yang sama.

Lalu bagaimana dengan artikel Dhimam Abror? Ada tiga persoalan utama. Pertama, tesis bahwa survei telah menjadi “senjata politik” tidak dibuktikan dengan kasus yang konkret. Siapa yang memesan, siapa yang membayar, pertanyaan mana yang diarahkan, hasil apa yang disembunyikan, dan kebijakan mana yang dibenarkan melalui survei? Tanpa rantai bukti itu, “senjata politik” baru tak lebih sebuah metafora memikat namun sesungguhnya hampa.

Kedua, artikel tersebut mencampur pembentukan citra dengan kepalsuan realitas. Konsep simulakra Jean Baudrillard, filsuf dan sosiolog Prancis, dapat menjelaskan bagaimana citra diproduksi media. Namun, konsep itu tidak otomatis membuktikan bahwa kerja, blusukan, atau kedekatan seorang pemimpin dengan rakyat semuanya palsu. Klaim tentang citra harus diuji dengan capaian, dampak kebijakan, serta pengalaman masyarakat—bukan ditetapkan melalui label filsafat.

Ketiga, terdapat ironi: tulisan itu mengingatkan bahwa survei bukan kebenaran mutlak, tetapi rangkaian laporannya justru mengangkat jajak pendapat nonacak 205 orang menjadi rapor merah. Pierre Bourdieu, sosiolog Prancis dan profesor di Collège de France, dalam esainya L’opinion publique n’existe pas mengingatkan bahwa survei dapat “membuat” opini publik ketika peneliti menganggap semua orang mempunyai pendapat, semua jawaban bernilai sama, dan semua orang menyetujui masalah apa yang layak ditanyakan. Howard Schuman dan Stanley Presser, dua pakar metodologi survei Amerika, juga membuktikan bahwa bentuk, urutan, konteks, dan nada pertanyaan dapat mengubah jawaban responden.

Artikel ini tidak menolak kritik RayaTimes. Keracunan dalam MBG harus ditekan menuju nol. SPPG bermasalah harus ditutup atau diperbaiki. Korupsi harus dihukum. KDMP yang hanya berdiri di atas kertas harus dibuat berusaha secara nyata. Sekolah Rakyat harus diuji dari perubahan hidup siswanya. Dukungan kepada Presiden bukan tepuk tangan tanpa koreksi. Bukan itu.

Namun, kritik pun wajib berlaku adil terhadap data. Jangan angka kecil dibesarkan, kelompok terbatas disulap menjadi rakyat, dan persepsi dipasarkan sebagai realitas nasional. Saya mendukung survei yang disiplin, transparan, dan berani masuk langsung kepada penerima manfaat.

Sebab tujuan survei bukan merendahkan atau meninggikan penguasa. Tujuannya menemukan kenyataan. Bersamaan dengan itu, kenyataan terlalu penting untuk diserahkan kepada 205 orang yang tidak pernah dimaksudkan mewakili Indonesia. Setuju, bukan?

*) Dr Ramadhan Pohan, MIS, pengamat, wartawan senior, mantan Pimpinan Komisi I DPR RI

Tags: Prabowosurvei
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Janji Prabowo selesaikan masalah Papua

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

October 20, 2026
BRIN

Prabowo undang BRIN paparkan riset pangan dan energi

August 7, 2026

‘Londo Ireng’: Organisasi pers dan jurnalis desak Prabowo minta maaf

July 25, 2026

IMPT dan GPMI-I desak Presiden Prabowo turunkan tim investigasi ke Intan Jaya

July 7, 2026

Rencana BUMN Khusus Ekspor Prabowo dikritik: Picu monopoli ala BPPC dan state capitalism

May 26, 2026

Presiden Prabowo Subianto ucapkan selamat kepada PM Kepulauan Solomon

May 16, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Jayawijaya KNPI calls for independent investigation into fatal Nduga shooting
29 October 2026
Jayawijaya KNPI calls for independent investigation into fatal Nduga shooting

Jayapura, Jubi – The Indonesian National Youth Committee (KNPI) in Jayawijaya Regency, Papua Pegunungan Province, has called for an independent [...]

Bad weather disrupts flights at Sentani Airports, 225 services cancelled
29 October 2026
Bad weather disrupts flights at Sentani Airports, 225 services cancelled

Sentani, Jubi – A total of 225 flights at Sentani International Airport in Jayapura Regency, Papua Province, were cancelled between [...]

Student arrested after clash with Dutch national in Manokwari
28 October 2026
Student arrested after clash with Dutch national in Manokwari

Manokwari, Jubi – A joint team from the Manokwari Police Criminal Investigation Unit and Amban Police have arrested PH, a [...]

West Papua lawmaker urges governor to return special autonomy oil and gas revenue to Jakarta
28 October 2026
West Papua lawmaker urges governor to return special autonomy oil and gas revenue to Jakarta

Manokwari, Jubi – West Papua Provincial Legislative Council Golkar faction leader Amin Ngabalin has urged Governor Dominggus Mandacan to return [...]

Fire destroys sago groves, threatening Indigenous food security in Kimaam
27 October 2026
Fire destroys sago groves, threatening Indigenous food security in Kimaam

Jayapura, Jubi – A fire that swept through sago groves and peatland in Turiram village, Kimaam district, Merauke regency, South [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Survei

Prabowo, survei, dan vonis dari 205 responden

October 30, 2026
Film Indonesia

Jejak film Indonesia di Tokyo International Film Festival 2026

October 30, 2026
Halal

Menjaga halal dari kandang ke meja

October 30, 2026
Indonesia

Indonesia dan penguatan respons terhadap kejahatan transnasional

October 30, 2026
sawit

Mitigasi rantai pasok industri sawit

October 30, 2026
Kurikulum

Kurikulum bukan ruang promosi program

October 30, 2026
Dekolonisasi Kaledonia Baru

Festival FIFA U15 dimanfaatkan kampanye dekolonisasi Kaledonia Baru dan Polinesia Prancis

October 30, 2026
Krisis air di Fiji karena El Nino

Fiji hadapi krisis air berkelanjutan seiring berkembangnya El Niño

October 29, 2026
Sekolah di PNG terdampak El Nino

El Nino memaksa sekolah-sekolah di Madang PNG ditutup lebih awal

October 28, 2026
Pekerja mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan

Pekerja bukan penerima upah bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan

October 28, 2026
Peringatan masker di PNG

Peringatan untuk memakai masker di PNG

October 29, 2026
Kepala Dinas tersangka lakalantas

Kepala Dinas Pemkab Jayapura menjadi tersangka kasus tabrak lari

October 29, 2026
Kemitraan dengan Israel

Pacific Elders’ Voice serukan pembatalan kemitraan dengan Israel

October 29, 2026
Kolaborasi mengembangkan potensi kopi

Gubernur Nawipa: Perlu kolaborasi mengembangkan potensi kopi Papua Tengah

October 29, 2026
Survei

Prabowo, survei, dan vonis dari 205 responden

0
Film Indonesia

Jejak film Indonesia di Tokyo International Film Festival 2026

0
Halal

Menjaga halal dari kandang ke meja

0
Indonesia

Indonesia dan penguatan respons terhadap kejahatan transnasional

0
sawit

Mitigasi rantai pasok industri sawit

0
Kurikulum

Kurikulum bukan ruang promosi program

0
Dekolonisasi Kaledonia Baru

Festival FIFA U15 dimanfaatkan kampanye dekolonisasi Kaledonia Baru dan Polinesia Prancis

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara