• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Rilis Pers

‘Londo Ireng’: Organisasi pers dan jurnalis desak Prabowo minta maaf

July 25, 2026
in Rilis Pers, Nasional & Internasional
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Admin Jubi - Editor: Arjuna Pademme
Londo ireng

Ilustrasi - Jubi/Dibuat menggunakan AI

0
SHARES
142
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Organisasi pers dan jurnalis mendesak Presiden Prabowo Subianto meminta maaf atas pernyataannya yang menyebut jurnalis dan organisasi masyarakat sipil ‘Londo Ireng’.

Desakan itu disampaikan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara (AJMAN), Koalisi Media Alternatif (KOMA), Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ), Pewarta Foto Indonesia (PFI), dan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyebut pihak-pihak yang pada masa lalu dikenal sebagai “Londo Ireng” masih ada hingga sekarang. Akan tetapi hadir dengan ‘baju lain’, antara lain sebagai wartawan, pengamat, akademisi, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya pada peringatan hari lahir Partai Kebangkitan Bangsa ke-28 di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7/2026).

Frasa ‘Londo Ireng’ berasal dari kata londo (Belanda) dan ireng (hitam), yang secara harfiah berarti “Belanda hitam”.

“Kami, kelompok organisasi jurnalis dan media, mengecam pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menabalkan jurnalis sebagai londo ireng,” tulis organisasi pers dan jurnalis dalam pesan elektroniknya, Sabtu (25/7/2026).

Menurut organisasi pers dan jurnalis, dalam bagian pidato yang sama, Prabowo juga menyinggung wartawan, pengamat, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dinilainya terus menyebarkan narasi negatif tentang Indonesia.

BERITATERKAIT

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

Wakil Perdana Menteri Fiji: Pers bebas membutuhkan uang

PM Fiji Mendesak Media untuk Memverifikasi Fakta

PINA: Jurnalis butuh perlindungan lebih besar meliput di KTT Media Pasifik

“Kami menilai, pelabelan tersebut merendahkan, mengecilkan dan mendelegitimasi profesi dan kerja-kerja jurnalis di lapangan. Apalagi istilah tersebut memiliki konotasi yang dianggap berkhianat, membelot, atau lebih membela kepentingan asing dibandingkan bangsanya sendiri.”

Katanya, dalam konteks sejarah Indonesia, “Londo Ireng” merupakan istilah peyoratif digunakan untuk menyebut orang Indonesia yang dianggap berpihak kepada pemerintah kolonial Belanda atau bekerja untuk kepentingan kolonial, sehingga dipandang mengkhianati bangsanya sendiri.

Di berbagai daerah, istilah ini juga digunakan secara lebih luas untuk menyebut ‘antek penjajah’, ”
‘kolaborator’, atau orang yang dianggap lebih membela kepentingan asing, daripada kepentingan nasional.

Pernyataan presiden dianggap berlawanan dengan semangat dan mandat Undang-Undang sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers. Segera berkewajiban menciptakan lingkungan yang memungkinkan pers bekerja secara bebas, aman, profesional dan bertanggung jawab.

Tuduhan terhadap profesi ini juga dinilai tak mendasar dan tidak tepat dilontarkan seorang presiden, karena jurnalis bekerja untuk menyampaikan fakta ke publik, bukan untuk kepentingan asing.

“Perlu diingat bahwa jurnalis dan media pers bekerja di bawah naungan UU. Dalam menjalankan kerja jurnalistiknya, wartawan juga memiliki rambu-rambu yang diatur dalam kode etik jurnalistik (KEJ),” kata organisasi pers dan jurnalis.

Pernyataan ini dinilai tidak hanya merendahkan profesi jurnalis, juga berbahaya bagi iklim kebebasan pers dan demokrasi. Terutama saat jurnalis dan media menulis secara kritis kebijakan pemerintah untuk mendorong perbaikan tata kelola program yang ternyata tidak sesuai dengan narasi yang diinginkan pemerintah.

Para pihak ini berpendapat, alih-alih memperbaiki kebijakan yang dikritik, pemerintah lebih suka menyerang jurnalis. Padahal kritik adalah hal wajar di negara demokrasi dan jurnalis memang berperan sebagai anjing penjaga dan menjadi corong publik.

“In bukan kali pertama Presiden Prabowo menunjukkan permusuhan pada jurnalis, termasuk ketika Presiden mengusir jurnalis saat ia berpidato. Perlakuan buruk presiden pada jurnalis ini menunjukkan pada dunia internasional kalau Indonesia bukan menjadi negara penjaga demokrasi, tapi negara yang represif terhadap media”.

Atas dasar tersebut, organisasi pers dan jurnalis menyampaikan menuntut Presiden Prabowo Subianto harus meminta maaf secara resmi dan terbuka kepada wartawan serta kelompok masyarakat atas penggunaan istilah londo ireng yang dikaitkan dengan profesi jurnalis.

Presiden dan seluruh jajaran pemerintah harus menghentikan pelabelan, stigmatisasi, kriminalisasi, serta narasi negatif terhadap kerja-kerja jurnalis, media, pengamat dan kelompok masyarakat sipil yang menjalankan fungsi kontrol publik.

Pemerintah harus menjamin keselamatan jurnalis dan memastikan tidak ada intimidasi, kekerasan, dan kriminalisasi terhadap wartawan dan media akibat pemberitaan yang kritis.

Mendesak Presiden dan jajarannya menunjukkan kepemimpinan yang demokratis dan menghormati kebebasan pers.

Sementara itu, Ketua Pengurus Nasional (PN) AJMAN, Apriadi Gunawan mengatakan menyindir atau menuduh secara tidak langsung, dapat membentuk persepsi publik bahwa jurnalis dan organisasi masyarakat sipil yang menyampaikan kritik merupakan perpanjangan tangan kepentingan asing atau kelompok yang tidak setia kepada kepentingan bangsa.

Pelabelan semacam ini dinilai tidak tepat, menggeneralisasi, dan kontraproduktif terhadap upaya membangun iklim demokrasi yang sehat di Indonesia.

“Menyayangkan dan menolak pelabelan “londo ireng” terhadap wartawan, jurnalis, pengamat, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil,” kata Ketua Pengurus Nasional (PN) AJMAN, Apriadi Gunawan, melalui pesan elektroniknya, Jumat (24/7/2026).

Apriadi menilai kritik yang disampaikan pers dan masyarakat sipil tidak seharusnya dipandang sebagai bentuk permusuhan atau pengkhianatan terhadap negara.

Katanya, kritik merupakan bagian dari partisipasi publik dan mekanisme demokrasi untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan tetap terbuka, bertanggung jawab, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Sebab, jurnalis dan organisasi masyarakat sipil memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga mekanisme pengawasan dan perimbangan kekuasaan atau checks and balances, khususnya terhadap cabang kekuasaan eksekutif.

Menurutnya, peran tersebut semakin penting dalam konfigurasi politik kini, ketika mayoritas kekuatan politik di parlemen merupakan bagian dari koalisi pendukung pemerintah.

Kondisi ini dianggap dapat mengurangi efektivitas pengawasan parlemen apabila tidak diimbangi oleh pers yang merdeka, masyarakat sipil yang kuat, serta ruang publik yang terbuka.

“Pers yang kritis bukanlah musuh pemerintah. Demikian pula, LSM yang mengawasi kebijakan negara bukanlah agen kepentingan asing hanya karena memperoleh dukungan atau pendanaan dari lembaga di luar negeri,” ucapnya.

Apriadi mendesak Presiden Prabowo Subianto memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai pihak-pihak yang dimaksud dalam pernyataan tersebut agar tidak berkembang menjadi stigma dan generalisasi terhadap seluruh jurnalis dan LSM di Indonesia.

Ia mengatakan, penilaian terhadap kerja jurnalistik dan organisasi masyarakat sipil harus didasarkan pada fakta, integritas, transparansi, kepatuhan terhadap hukum, serta manfaat pekerjaannya bagi masyarakat. Bukan melalui stigma dan tuduhan yang bersifat umum.

Katanya, bagi Jurnalis Masyarakat Adat, pelabelan tersebut dapat menimbulkan dampak yang lebih serius.

Jurnalis Masyarakat Adat bekerja di berbagai wilayah yang menghadapi konflik agraria, perampasan wilayah adat, ekspansi industri ekstraktif, kerusakan lingkungan, kriminalisasi, dan kekerasan terhadap pembela hak-hak Masyarakat Adat.

Dalam menjalankan tugasnya, mereka telah menghadapi keterbatasan akses informasi, tekanan politik, intimidasi, dan ancaman keamanan.

Karenanya, pernyataan pejabat tertinggi negara yang mengasosiasikan profesi jurnalis dan kerja-kerja masyarakat sipil dengan pengkhianatan, dikhawatiekan berpotensi memperkuat stigma serta memberikan pembenaran kepada pihak-pihak tertentu untuk mendiskreditkan, mengintimidasi, atau menghambat kerja jurnalistik dan pembelaan hak asasi manusia di lapangan.

“AJMAN menyerukan kepada seluruh pejabat publik agar menghentikan penggunaan narasi pengkhianatan, anti-negara, atau agen asing untuk mendiskreditkan kritik terhadap kebijakan pemerintah,” ujar Apriadi Gunawan. (*)

Tags: IrengjurnalisLondoOrganisasipersPrabowo
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Janji Prabowo selesaikan masalah Papua

Koalisi tagih janji Prabowo selesaikan masalah politik Papua secara damai

October 20, 2026
Pers bebas membutuhkan uang

Wakil Perdana Menteri Fiji: Pers bebas membutuhkan uang

September 27, 2026

PM Fiji Mendesak Media untuk Memverifikasi Fakta

September 24, 2026

PINA: Jurnalis butuh perlindungan lebih besar meliput di KTT Media Pasifik

September 24, 2026

Pacific Media Mana Class: Jurnalis dibekali pelatihan liputan iklim di Tonga

September 11, 2026

Sulitnya jurnalis asing meliput Papua: Turis Rusia ditangkap

August 30, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Jayawijaya KNPI calls for independent investigation into fatal Nduga shooting
29 October 2026
Jayawijaya KNPI calls for independent investigation into fatal Nduga shooting

Jayapura, Jubi – The Indonesian National Youth Committee (KNPI) in Jayawijaya Regency, Papua Pegunungan Province, has called for an independent [...]

Bad weather disrupts flights at Sentani Airports, 225 services cancelled
29 October 2026
Bad weather disrupts flights at Sentani Airports, 225 services cancelled

Sentani, Jubi – A total of 225 flights at Sentani International Airport in Jayapura Regency, Papua Province, were cancelled between [...]

Student arrested after clash with Dutch national in Manokwari
28 October 2026
Student arrested after clash with Dutch national in Manokwari

Manokwari, Jubi – A joint team from the Manokwari Police Criminal Investigation Unit and Amban Police have arrested PH, a [...]

West Papua lawmaker urges governor to return special autonomy oil and gas revenue to Jakarta
28 October 2026
West Papua lawmaker urges governor to return special autonomy oil and gas revenue to Jakarta

Manokwari, Jubi – West Papua Provincial Legislative Council Golkar faction leader Amin Ngabalin has urged Governor Dominggus Mandacan to return [...]

Fire destroys sago groves, threatening Indigenous food security in Kimaam
27 October 2026
Fire destroys sago groves, threatening Indigenous food security in Kimaam

Jayapura, Jubi – A fire that swept through sago groves and peatland in Turiram village, Kimaam district, Merauke regency, South [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Hak ekonomi karya jurnalistik

Hak ekonomi karya jurnalistik dalam RUU hak cipta jamin kebebasan pers

October 29, 2026
Indosat

Terus Tumbuh Double-Digit, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Inti Telekomunikasi untuk Kembangkan AI

October 29, 2026
Komoditas perkebunan memperkuat ekonomi masyarakat

Pengembangan komoditas perkebunan untuk memperkuat ekonomi masyarakat Papua Tengah

October 29, 2026
Kolaborasi mengembangkan potensi kopi

Gubernur Nawipa: Perlu kolaborasi mengembangkan potensi kopi Papua Tengah

October 29, 2026
Krisis air di Fiji karena El Nino

Fiji hadapi krisis air berkelanjutan seiring berkembangnya El Niño

October 29, 2026
Peringatan masker di PNG

Peringatan untuk memakai masker di PNG

October 29, 2026
Kemitraan dengan Israel

Pacific Elders’ Voice serukan pembatalan kemitraan dengan Israel

October 29, 2026
Pekerja mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan

Pekerja bukan penerima upah bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan

October 28, 2026
Sekolah di PNG terdampak El Nino

El Nino memaksa sekolah-sekolah di Madang PNG ditutup lebih awal

October 28, 2026
Krisis air di Fiji karena El Nino

Fiji hadapi krisis air berkelanjutan seiring berkembangnya El Niño

October 29, 2026
Kerusakan laut di Kepulauan Solomon

Permukaan rendah timbulkan kerusakan laut di Kepulauan Solomon

October 28, 2026
Kepala Dinas tersangka lakalantas

Kepala Dinas Pemkab Jayapura menjadi tersangka kasus tabrak lari

October 29, 2026
Kemitraan dengan Israel

Pacific Elders’ Voice serukan pembatalan kemitraan dengan Israel

October 29, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Warga Nduga ditembak: KNPI Jayawijaya desak investigasi dan evaluasi keamanan

October 28, 2026
Hak ekonomi karya jurnalistik

Hak ekonomi karya jurnalistik dalam RUU hak cipta jamin kebebasan pers

0
Indosat

Terus Tumbuh Double-Digit, Indosat Andalkan Kekuatan Bisnis Inti Telekomunikasi untuk Kembangkan AI

0
Komoditas perkebunan memperkuat ekonomi masyarakat

Pengembangan komoditas perkebunan untuk memperkuat ekonomi masyarakat Papua Tengah

0
Kolaborasi mengembangkan potensi kopi

Gubernur Nawipa: Perlu kolaborasi mengembangkan potensi kopi Papua Tengah

0
Krisis air di Fiji karena El Nino

Fiji hadapi krisis air berkelanjutan seiring berkembangnya El Niño

0
Peringatan masker di PNG

Peringatan untuk memakai masker di PNG

0
Kemitraan dengan Israel

Pacific Elders’ Voice serukan pembatalan kemitraan dengan Israel

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara