Seoul, Jubi – Badan Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi atau CIO gagal menangkap Yoon Suk Yeol, Presiden Korea Selatan yang ditangguhkan masa jabatannya. Sepasukan militer menghalangi tim penyidik saat hendak menangkap Yoon di Kompleks Kepresidenan Korea Selatan.
CIO dalam pernyataan resmi mereka menyatakan tim penyidik tengah melaksanakan surat perintah penangkapan dari pengadilan terhadap Yoon. Sementara itu, pihak kepolisian Korea Selatan menyebut penyidik dihalang masuk oleh satuan militer yang diduga bagian dari Komando Pertahanan Ibu Kota Korea Selatan. Demikian pemberitaan Kantor Berita Yonhap.
Yoon didakwa atas pemberontakan dan penyalahgunaan kekuasaan karena mendeklarasikan darurat militer pada 3 Desember lalu. CIO memiliki tenggat hingga Senin pekan depan untuk melaksanakan surat perintah penangkapan terhadap Yoon.
Upaya CIO untuk menangkap Yoon juga terhalang aksi massa pendukungnya. Mereka berdemonstrasi di sekitar kompleks kepresidenan selama beberapa hari untuk menolak pemakzulan dan penahanan terhadap Yoon. Sejumlah pengunjuk rasa bahkan harus digotong pihak kepolisian saat membubarkan aksi tersebut.
Sejumlah pengamat menyatakan upaya penangkapan terhadap Yoon pada Sabtu maupun Minggu berpotensi menimbulkan bentrokan lebih besar. Adapun upaya pada Senin, terlalu dekat dengan tenggat surat perintah penangkapan.
CIO telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan satuan penyidik kementerian pertahanan untuk melakukan penyelidikan bersama terhadap Yoon. Mereka membentuk tim gabungan dengan beranggotakan 30 personel CIO, dan 120 personel kepolisian, yang 70, di antaranya bersiaga di luar kompleks kepresidenan.
CIO mengajukan surat perintah penangkapan kepada pengadilan setelah Yoon mengabaikan tiga kali panggilan pemeriksaan. CIO juga telah mendapat surat perintah penggeledahan terhadap Kompleks Kepresidenan Korea Selatan.
Tim Penasihat Hukum Yoon menyebut surat perintah tersebut tidak sah. Yun Gap-geun, anggota Tim Penasihat Hukum Yoon menyatakan akan mengambil tindakan hukum terhadap upaya CIO menangkap klien mereka.
CIO menangkap Yoon untuk memeriksanya di kantor pusat mereka di Gwacheon, di selatan Seoul. Pihak kepolisian pun mengancam menangkap personel Dinas Keamanan Kepresidenan ataupun pendukung Yoon yang terus menghalangi tugas CIO. Mereka juga akan mengajukan sejumlah tuntutan hukum atas penghalangan tersebut. (*)





















Discussion about this post