Maybrat, Jubi – Masyarakat di Distrik Mare, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya menghadapi berbagai masalah kebutuhan dasar seperti air bersih, kekurangan tenaga guru dan tenaga kesehatan, buruknya akses jalan, keterbatasan jaringan telekomunikasi, hingga kebutuhan fasilitas kesehatan.
Distrik Mare terdiri dari sembilan kampung, yakni Kampung Mahos, Kampung Suswa, Kampung Kombif, Kampung Bakrabi, Kampung Waban, Kampung Sawo, Kampung Narasi, Kampung Seya, dan Kampung Rufases.
Masalah kebutuhan dasar ini disampaikan kapada anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat Daya, Selly Kareth saat ia menjaring aspirasi masyarakat di Distrik Mare, Senin (24/8/2026).
Pertemuan ini secara khusus membahas perencanaan, penganggaran, serta penggunaan Dana Otonomi Khusus (Otsus), agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di pedalaman.
Selly Kareth menegaskan masalah yang disampaikan masyarakat harus menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun program dan menentukan prioritas penggunaan anggaran Otsus.
Sebab menurutnya, itu merupakan kebutuhan mendasar yang semestinya menjadi prioritas pembangunan.
“Semua kebutuhan yang disampaikan masyarakat harus menjadi perhatian serius pemerintah. Kondisi masyarakat di wilayah Mare menunjukkan bahwa masih terdapat kebutuhan dasar yang belum sepenuhnya terjawab,” kata Selly Kareth.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maybrat pun, diingatkan segera menindaklanjuti kebutuhan masyarakat Distrik Mare, yang menjadi aspirasi mereka melalui kebijakan, perencanaan, penganggaran, dan program pembangunan yang nyata.
“Ini bukan permintaan yang berlebihan. Ini kebutuhan dasar masyarakat yang harus dijawab pemerintah,” ucapnya.
Katanya, kondisi akses jalan yang belum memadai membuat masyarakat kesulitan memperoleh pelayanan pendidikan, kesehatan, maupun memobilisasi hasil kebun mereka.
Karenanya, masyarakat meminta pemerintah tidak hanya membangun di kawasan perkotaan, juga memastikan pembangunan infrastruktur menjangkau kampung-kampung.
“Kalau akses jalan tidak dibangun dengan baik, masyarakat akan terus mengalami kesulitan. Anak-anak sulit mendapatkan pelayanan pendidikan, masyarakat yang sakit kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat ikut terhambat,” ujarnya.
Masyarakat Mare juga meminta pemerintah menambah tenaga guru di wilayah itu, agar anak-anak di kampung-kampung tidak kehilangan hak mendapatkan pendidikan layak.
“Kami akan membawa aspirasi masyarakat ini. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Pemerintah Kabupaten Maybrat harus melihat persoalan ini secara serius,” kata Selly Kareth.
Sementara itu tokoh adat Mare, Leonardus Baru meminta Pemprov Papua Barat Daya dan Pemerintah Kabupaten Maybrat turun langsung melihat kondisi masyarakat di sembilan kampung yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pelayanan dasar.
“Kami masyarakat adat sudah terlalu lama menyampaikan kebutuhan yang sama. Pemerintah datang, mendengar, mencatat, tetapi masyarakat kembali menunggu tanpa kepastian. Kami butuh tindakan nyata, anggaran yang jelas, dan pembangunan yang benar-benar sampai ke kampung,” kata Leonardus Baru.
Menurutnya, masyarakat Mare memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses transportasi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan pemerintah.
Katanya, apabila akses jalan tidake mendukung, bagaimana mungkin masyarakat mendapatkan pelayanan pemerintahan, bagaimana guru bisa datang ke sekolah, bagaimana tenaga kesehatan datang ke tempat tugas, bagaimana warga yang sakit akan dibawa berobat, dan bagaimana hasil kebun masyarakat dipasarkan.
“Jangan pemerintah hanya bicara pembangunan dari kota. Datang lihat sendiri bagaimana masyarakat hidup di Mare,” ujarnya.
Ia pun meminta Gubernur Papua Barat Daya dan Bupati Maybrat segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat Mare, dengan program konkret dan jadwal pelaksanaan yang dapat diketahui masyarakat.
“Kami tidak menolak pemerintah. Justru kami sedang mengingatkan pemerintah bahwa masyarakat adat masih ada dan membutuhkan perhatian negara,” ucapnya. (*)






















Discussion about this post