Manokwari, Jubi – Ombudsman Perwakilan Papua Barat menilai pengelola dapur umum Makanan Bergizi Gratis atau MBG terkesan tertutup setelah kasus keracunan belasan anak di Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
PengelolaKepala Perwakilan Ombudsman Papua Barat Amus Atkana kepada Jubi Rabu malam mengatakan, dalam kunjungan ke Dapur umum di kawasan Borasi, pengelola dapur MBG sempat menolak menemui dirinya.
“30 menit kami di Dapur, mereka beralasan bahwa sedang berada di Polresta. Namun akhirnya ditemui oleh salah satu pengolahan dan menjelaskan bahwa Jumat akan dilakukan klarifikasi,” kata Amus Atkana Mengenai pelajar yang keracunan, terdapat 12 Siswa SD Inpres Arowi dan 1 Siswa SMP.
“Terdapat 12 siswa SD dan satu siswa SMP, secara fisik siswa SMP karena fisiknya besar tidak apa-apakan tetapi siswa SD yang cukup prihatin,” ujarnya.
Ombudsman meminta agar pengelola dapur umum harus memiliki sertifikasi gizi agar tidak terjadi insiden seperti ini di kemudian hari. Selain itu dia meminta agar tata kelola dapur yang baik.
“Yang kami temukan di lapangan para siswa diberikan menu makanan Nasi, Ayam sayur dan pisang,” ucapnya. (*)























Discussion about this post