• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Domberai

Mama Pedagang Papua menggugat janji Gubernur PBD

July 23, 2025
in Domberai
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Gamaliel M. Kaliele - Editor: Angela Flassy
P2MKS

Mama Pedagang Papua saat melakukan aksi di halaman Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Kota Sorong, Selasa (22/7/2025) - Jubi/dokP2MKS

0
SHARES
33
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi Papua – Suara lantang penuh amarah menggema di halaman Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Kota Sorong, Selasa (22/7/2025) siang. Puluhan pedagang asli Papua, yang sebagian besar adalah mama-mama penjual noken, sayur, dan hasil bumi, menyuarakan kekecewaan terhadap pemerintah provinsi yang mereka nilai abai terhadap perekonomian rakyat kecil.

Koordinator Perempuan Papua Membangun Kedaulatan Sosial (P2MKS), Levina Duwit, menyebutkan mama-mama Papua selama ini hanya dijadikan objek politik dan janji-janji kampanye, tanpa kepastian kebijakan nyata.

“Mama-mama Papua bukan peminta-minta. Mereka adalah tulang punggung ekonomi keluarga dan masyarakat adat. Tapi di mana tempat yang layak untuk mereka jualan? Sudah tahun 2025, kami masih jual di trotoar, di kolong, bahkan di bawah panas dan hujan. Di mana keadilan untuk perempuan Papua?” kata Levina dalam orasi di Sorong, Senin (22/7/2025).

Ia menambahkan bahwa selama ini pemerintah provinsi lebih memilih membangun proyek-proyek besar yang tidak menyentuh langsung kebutuhan rakyat kecil, khususnya mama-mama Papua.

Gubernur bisa bangun tugu, bisa bangun gedung-gedung megah, tapi kenapa tidak bisa bangun satu pasar saja untuk mama-mama Papua? Apakah kami ini tidak penting di mata pemerintah?” ujarnya.

Menurut Levina, keberadaan pasar permanen yang bersih, ramah dan khusus bagi mama-mama Papua adalah bentuk konkret dari perlindungan ekonomi berbasis gender dan budaya. Karena selama ini banyak mama Papua yang dipinggirkan dari pasar resmi dan tidak memiliki akses ruang untuk menjual hasil kebun mereka secara aman.

Pasar bukan hanya tempat jual beli, tapi tempat kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi kami berlangsung. Di situlah mama-mama bertemu, saling dukung, dan bertahan hidup. Maka kami minta: jangan tunda-tunda lagi! Bangun pasar khusus untuk mama Papua sekarang juga!” katanya.

BERITATERKAIT

Festival Film Papua: Merekam penghormatan suku Moi terhadap tanah

KNPB Maybrat kecam penangkapan warga di Teminabuan

Menjemput Fajar Paskah di Pasar Mama-Mama Papua

Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

Ia pun menekankan bahwa keberpihakan nyata terhadap perempuan adat Papua tidak cukup dengan kata-kata manis di media sosial, tapi harus dibuktikan melalui kebijakan anggaran dan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan komunitas perempuan di akar rumput. Mereka sudah cukup lama bersabar.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Kami tidak mau hanya dengar janji. Kami menuntut realisasi. Kami minta gubernur segera bertemu langsung dengan komunitas pedagang mama Papua dan tetapkan lokasi serta anggaran pembangunan pasar,” desak Levina Duwit.

P2MKS dan komunitas pedagang perempuan Papua menyatakan siap mengawal tuntutan ini dengan aksi massa lebih besar jika pemerintah provinsi PBD tidak segera memberikan respon.

Mereka juga berencana menyurati DPR Provinsi Papua Barat Daya dan meminta dukungan fraksi-fraksi untuk memprioritaskan anggaran pasar mama-mama Papua dalam APBD Perubahan 2025.

“Ini bukan soal proyek. Ini soal martabat mama-mama Papua. Kami ingin berdagang dengan tenang, tanpa diusir, tanpa digusur. Dan itu hanya bisa terjadi kalau pemerintah bangun pasar yang berpihak pada kami,”kata  Levina.

Aksi yang dimulai sejak pukul 12.00 WP ini berlangsung hingga sore hari. Dikelilingi kawalan ketat dari aparat Kepolisian Polresta Sorong Kota, para pedagang tetap berdiri di garis depan, menunggu kejelasan yang tak kunjung datang.

“Kami ini punya usaha, bapak gubernur mana janjimu. Usaha kami ini yang perlu, harus bapak dorang bangun pasar untuk mama-mama Papua dan perhatian khusus!” seru salah satu pedagang dengan nada suara bergetar.

Seruan itu langsung disambut yel-yel penuh semangat dari peserta aksi lainnya. Terik matahari tak menyurutkan semangat mereka untuk berdiri tegak dan menuntut hak yang sudah terlalu lama digantung janji.

Harapan sempat menyala ketika beberapa perwakilan massa dipanggil masuk untuk beraudiensi dengan Penjabat Sekda Provinsi Papua Barat Daya, Yakob Kareth. Namun, pertemuan itu tidak membuahkan hasil apa-apa.

“Hanya janji lagi, dan kami sudah terlalu kenyang dengan janji,” ungkap Levina Duwith kepada wartawan usai keluar dari ruang audiensi.

Ketiadaan Gubernur Elisa Kambu dalam momentum penting ini juga menjadi sorotan tajam dari massa aksi. Ketidakhadiran tersebut dipandang para pedagang sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap persoalan riil rakyat Papua.

“Gubernur provinsi Papua Barat daya rakyat yang tiap hari berpanas-panasan jualan untuk bisa hidup. Di mana rasa keadilan itu?” kata Sekretaris P2MP.KS, Yeremias Imbir.

P2MKS
Mama Pedagang Papua saat melakukan aksi di halaman Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Kota Sorong, Selasa (22/7/2025) – Jubi/dokP2MKS

Koordinator Aksi, Yohanis Mambrasar menegaskan akan terus menyuarakan hak-hak ekonomi mama-mama pedagang Papua dan mendesak pemerintah untuk segera bertindak konkret, misalnya Kementerian Sosial RI untuk menyediakan dana simpan pinjam berbentuk koperasi khusus bagi mama-mama pedagang Papua, serta kepada Kementerian Perhubungan RI untuk menyediakan transportasi penunjang, terutama bagi pedagang yang berdomisili di pinggiran Kota Sorong.

“Kami minta Gubernur Papua Barat Daya segera menindaklanjuti aspirasi kami. Jangan tunda-tunda lagi. Kami juga minta Kementerian Perdagangan RI segera berkoordinasi dengan gubernur agar disediakan tempat jualan yang layak dan bantuan modal usaha,” kata Yohanis.

Ia menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, tetapi sebuah panggilan moral, pengingat keras bahwa di balik jargon Otonomi Khusus Papua, masih ada suara rakyat kecil yang diabaikan. Wajah-wajah perempuan Papua yang setiap hari berjuang demi menyambung hidup di emperan jalan, kini bangkit dan menagih keadilan.(*)

Tags: Gubernur Papua Barat DayaMama-mama PapuaPasar Mama-mama PapuaProvinsi Papua Barat Daya
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Festival Film Papua

Festival Film Papua: Merekam penghormatan suku Moi terhadap tanah

August 10, 2026
penangkapan

KNPB Maybrat kecam penangkapan warga di Teminabuan

April 17, 2026

Menjemput Fajar Paskah di Pasar Mama-Mama Papua

April 7, 2026

Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

April 1, 2026

Masyarakat Adat Suku Afsya tanam patok di Hutan Bariat, tolak PT ASI

February 28, 2026

Aspirasi mama-mama jadi dasar MRP dorong regulasi perlindungan perempuan OAP

February 28, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Different approaches to Papua’s problems are blocking dialogue
29 September 2026
Different approaches to Papua’s problems are blocking dialogue

Jayapura, Jubi – Papuan political figure Laurenzus Kadepa says differences in perspectives have made it difficult to find the best [...]

The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in Indonesia launches legal aid institute
29 September 2026
The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in  Indonesia launches legal aid institute

Jayapura, Jubi – The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in Indonesia (GIDI) has launched the GIDI [...]

Maybrat resident allegedly tortured at Marine post
28 September 2026
Maybrat resident allegedly tortured at Marine post

Sorong, Jubi – A resident of Wakom Village, East Aifat District, Maybrat Regency, Southwest Papua, identified as Wilem, also known [...]

YKKMP: Indonesia must address human rights concerns in Papua with evidence
28 September 2026
YKKMP: Indonesia must address human rights concerns in Papua with evidence

Jayapura, Jubi – The Papua Foundation for Justice and Human Integrity (YKKMP) says the Indonesian government should respond to allegations [...]

Farewell to two Papuan journalists, Joost Mirino and Hendrikus Ondi
26 September 2026
Farewell to two Papuan journalists, Joost Mirino and Hendrikus Ondi

Jayapura, Jubi – Papua has lost two journalists who studied at Satya Wacana Christian University in Salatiga, Central Java. Joost [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Komisi Yudisial atau KY Papua

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

September 29, 2026
PNG

Strategi kakao di PNG: Menargetkan menciptakan lapangan kerja

September 29, 2026
PINA

Presiden PINA: Memperkuat ruang redaksi di wilayah Pasifik

September 29, 2026
PNG

Tiga bayi kembar prematur di pedalaman PNG meninggal sebelum bantuan tiba

September 29, 2026
praperadilan

Hakim kabulkan praperadilan: Penetapan tersangka Yonex Carter tidak sah

September 29, 2026
Sulitnya menyelesaikan masalah Papua

Perbedaan cara pandang penyebab sulitnya menyelesaikan masalah Papua

September 28, 2026
LBH GIDI

Departemen Hukum dan HAM GIDI luncurkan LBH GIDI

September 28, 2026
Kantor ICC

AS mengucapkan selamat kepada Naoero atas keputusan penarikan diri dari ICC

September 28, 2026
Pasifik

Para pemimpin Pasifik mendesak Jakarta mengizinkan kunjungan PBB ke Papua Barat

September 28, 2026
Pre-COP

Jelang Pre-COP: Masyarakat sipil Pasifik meluncurkan ‘seruan funafuti keadilan iklim’

September 28, 2026
LBH GIDI

Departemen Hukum dan HAM GIDI luncurkan LBH GIDI

September 28, 2026
Presiden Media PNG

Neville Choi, Presiden Media PNG, terpilih jadi Presiden PINA di Fiji

September 27, 2026
Pers bebas membutuhkan uang

Wakil Perdana Menteri Fiji: Pers bebas membutuhkan uang

September 27, 2026
Warga Maybrat disiksa Marinir

Seorang warga Maybrat diduga disiksa di pos Marinir

September 28, 2026
Komisi Yudisial atau KY Papua

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

0
PNG

Strategi kakao di PNG: Menargetkan menciptakan lapangan kerja

0
PINA

Presiden PINA: Memperkuat ruang redaksi di wilayah Pasifik

0
PNG

Tiga bayi kembar prematur di pedalaman PNG meninggal sebelum bantuan tiba

0
praperadilan

Hakim kabulkan praperadilan: Penetapan tersangka Yonex Carter tidak sah

0
Sulitnya menyelesaikan masalah Papua

Perbedaan cara pandang penyebab sulitnya menyelesaikan masalah Papua

0
LBH GIDI

Departemen Hukum dan HAM GIDI luncurkan LBH GIDI

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara