• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Bomberai

Aparat intimidasi diskusi aktivis di Fakfak

June 14, 2025
in Bomberai, Lingkungan, Tanah Papua
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Gamaliel M. Kaliele - Editor: Angela Flassy
diskusi investasi

Diskusi Solidaritas Mbaham Matta Fakfak tentang Rencana Investasi Migas dan Tambang, Soroti Intimidasi Militer.- Jubi/IST

0
SHARES
87
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi-Acara diskusi mengenai rencana investasi pertambangan dan migas yang digelar kelompok Solidaritas Selamatkan Manusia dan Tanah Mbaham Matta Fakfak Papua (SSMTMMFP) yaris dibubarkan oleh aparat berpakaian preman di Fakfak, Kamis (12/6/2025).

“Kami sedang duduk bersama membicarakan masa depan tanah kami, tanah adat, lalu tiba-tiba datang dua orang berpakaian preman, mengaku tentara, dan menanyakan macam-macam soal diskusi kami,” ujar peserta diskusi yang terlibat langsung dalam negosiasi dengan apparat, Hiryet Hegemur.

“Aparat datang tiba-tiba, tanya-tanya apakah kami diskusi soal Papua Merdeka. Padahal kami sedang membicarakan soal tanah, investasi, dan hak masyarakat adat. Itu hak konstitusional kami,” lanjut Hiryet.

Sebelumnya, dua intel tersebut bahkan sempat meminta izin untuk masuk ke rumah tempat diskusi berlangsung dan mengambil dokumentasi kegiatan. Permintaan itu ditolak secara halus dengan melakukan negosiasi di teras. Setelah itu, mereka pergi, tetapi pemantauan terus berlangsung dari jarak jauh.

SSMTMMFP menilai tindakan aparat sebagai bentuk intimidasi, pembungkaman, dan pelanggaran prinsip-prinsip demokrasi. Mereka menyayangkan pendekatan keamanan yang terus menjadi wajah utama negara dalam merespons suara-suara kritis warga Papua.

“Negara ini katanya demokrasi, katanya ada hukum. Tapi aparat malah mengintervensi ruang diskusi kami. Ini bentuk pelanggaran terhadap hak berekspresi dan berkumpul,” ujar Sekretaris Jenderal Gerakan Perjuangan Rakyat Papua (GPRP) Elias Hindom. GPRP juga tergabung dalam SSMTMMFP.

Mereka mendesak negara menghentikan segala bentuk pendekatan militeristik terhadap masyarakat adat dan menghormati proses diskusi dan konsolidasi akar rumput sebagai bagian dari demokrasi.

BERITATERKAIT

Diskusi publik yang digelar Papua Muda Progresif sepakati tiga rekomendasi

Polres Jayapura bubarkan pembagian selebaran oleh aktivis KNPB

Human Rights Watch: Indonesia bungkam aktivis lingkungan di Papua

Aktivis HAM PNG diserang dengan tusukan

SSMTMMFP menegaskan sikap mereka untuk menolak segala bentuk investasi yang tidak berpihak pada keselamatan manusia dan tanah Mbaham Matta.

Kami tidak mau Fakfak menjadi korban seperti banyak wilayah lain di Papua. Kami ingin menentukan sendiri masa depan kami. Jangan paksa kami tunduk dengan dalih pembangunan, padahal isinya perampasan dan kerusakan,” tegas pernyataan kolektif mereka.

Diskusi yang dimulai pukul 17.00 WP itu mengangkat tema seputar investasi skala besar yang tengah dirancang negara melalui Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia. Dalam berbagai pernyataannya, Bahlil menegaskan wilayah Fakfak memiliki potensi besar di sektor gas bumi, bijih besi, dan batubara.

Bagi masyarakat adat Mbaham Matta, rencana negara ini justru dianggap sebagai ancaman yang serius terhadap keberlangsungan hidup mereka. Investasi di tanah Papua selama ini dinilai banyak menimbulkan konflik, perampasan ruang hidup, hingga kekerasan.

“Ini bukan sekadar soal garis batas distrik, ini soal bagaimana tanah dan hutan kami dipetakan secara sepihak lalu dijual kepada perusahaan-perusahaan besar tanpa melibatkan pemilik sah wilayah ini yaitu kami, orang Mbaham Matta,” Hindom.

Menurut Elias, pemetaan wilayah oleh Kementerian ESDM tidak hanya cacat prosedur karena mengabaikan partisipasi masyarakat adat, tapi juga berpotensi menghilangkan hak hidup dan kedaulatan orang asli Fakfak atas tanah mereka sendiri. Ia menilai, pemerintah pusat memanfaatkan istilah ‘investasi’ untuk menutupi rencana eksploitasi besar-besaran terhadap sumber daya alam di Fakfak.

“Kami sangat paham pola-pola tipu daya yang dibungkus dengan kata ‘investasi’. Itu hanya cara baru negara dan korporasi merampas tanah kami, mencabut kami dari akar sejarah dan kehidupan kami,” katanya.

Elias juga menuding Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, melampaui batas kewenangan ketika membawa rencana investasi ke wilayah adat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan masyarakat setempat. Ia mempertanyakan mengapa seorang menteri asal Papua bisa menjadi alat negara untuk mengorbankan tanah Papua sendiri.

Solidaritas SSMTMMFP menyerukan agar pemerintah pusat segera menghentikan seluruh proses pemetaan wilayah di Fakfak yang dilakukan tanpa sepengetahuan masyarakat adat. Mereka juga menuntut agar semua proses perencanaan investasi di atas tanah Mbaham Matta dihentikan secara permanen.

“Kami tidak akan tinggal diam. Tanah ini tidak untuk dijual, tidak untuk diserahkan kepada pemodal, tidak untuk dihancurkan atas nama pertumbuhan ekonomi. Fakfak bukan proyek investasi, Fakfak adalah rumah kami,” tegas Hindom.

Masyarakat adat Fakfak mengaku telah belajar dari daerah-daerah lain di Papua terdapat proyek investasi, dan mengalami konflik berkepanjangan antara masyarakat adat dan negara Negara.

Saat ini SSMTMMFP terus membangun kesadaran kolektif di kampung-kampung untuk menolak segala bentuk ekspansi investasi yang merusak, namun mereka mendapatkan tekanan secara langsung.(*)

Tags: AktivisdiskusiFakfakIzin Tambang
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Diskusi publik

Diskusi publik yang digelar Papua Muda Progresif sepakati tiga rekomendasi

September 28, 2026
Polres Jayapura bubarkan aktivis KNPB

Polres Jayapura bubarkan pembagian selebaran oleh aktivis KNPB

August 13, 2026

Human Rights Watch: Indonesia bungkam aktivis lingkungan di Papua

July 30, 2026

Aktivis HAM PNG diserang dengan tusukan

July 2, 2026

FMPP peringati proklamasi kemerdekaan Papua dengan diskusi publik

July 1, 2026

Pejabat di Sorsel diminta hentikan teror terhadap aktivis lingkungan

June 11, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papuan Indigenous Communities Achieve Self-Reliance Through Customary Forest Management
10 October 2026
Papuan Indigenous Communities Achieve Self-Reliance Through Customary  Forest Management

Teminabuan, Jubi – Indigenous Papuans have their own ways of managing customary forests to ensure they remain protected. They harvest [...]

Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault
9 October 2026
Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault

Jayapura, Jubi – Wialo Silak, chair of Cenderawasih University’s Student Consultative Assembly (MPM Uncen) for the 2026–2027 term, has reported [...]

Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities
9 October 2026
Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities

Merauke, Jubi – Merauke Regent Yoseph Bladib Gebze has called for Papua’s 2027 Special Autonomy (Otsus) funds to focus on [...]

Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke
8 October 2026
Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke

Merauke, Jubi – Authorities in Indonesia’s South Papua province have intercepted an attempt to smuggle 115 wild parrot eggs from [...]

Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration
8 October 2026
Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration

Jayapura, Jubi – A symposium of Asian churches has called for an end to violence in Papua through a declaration [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
PSN penghancur hutan hujan tropis

Aliansi: Hentikan PSN penghancur hutan hujan tropis di Tanah Papua

October 11, 2026
Indonesia mesti menjawab pelanggaran HAM

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

October 11, 2026
Pemilu PNG

KPU PNG membutuhkan banyak waktu selenggarakan Pemilu 2027

October 11, 2026
Pesta Olahraga Melanesia

Akankah segera ada pesta olahraga Melanesia?

October 11, 2026
PM Solomon hari kemerdekaan Fiji

PM Solomon ucapkan selamat kemerdekaan Fiji ke-56

October 11, 2026
KRI tiba di Fiji

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 tiba di Fiji

October 11, 2026
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

October 10, 2026
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

October 10, 2026
Hibah renovasi gedung parlemen Vanuatu

Pemerintah Indonesia berikan hibah untuk renovasi gedung parlemen Vanuatu

October 10, 2026
MRP verifikasi dokumen IPDN

MRP Papua Tengah verifikasi faktual dokumen, memastikan hak OAP masuk IPDN

October 10, 2026
Bakal calon ketua PSSI

Empat orang mendaftar sebagai bakal calon Ketua Pengprov PSSI Papua Barat

October 9, 2026
Samudra Pasifik

Samudra Pasifik bukanlah penyebab krisis iklim

October 10, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
Pemeriksaan kesehatan

Dinkes Jayapura hadirkan dokter spesialis saat pemeriksaan kesehatan gratis

March 17, 2026
PSN penghancur hutan hujan tropis

Aliansi: Hentikan PSN penghancur hutan hujan tropis di Tanah Papua

0
Indonesia mesti menjawab pelanggaran HAM

Koalisi: Berikan akses kepada PIF memantau kondisi HAM di Tanah Papua

0
Pemilu PNG

KPU PNG membutuhkan banyak waktu selenggarakan Pemilu 2027

0
Pesta Olahraga Melanesia

Akankah segera ada pesta olahraga Melanesia?

0
PM Solomon hari kemerdekaan Fiji

PM Solomon ucapkan selamat kemerdekaan Fiji ke-56

0
KRI tiba di Fiji

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 tiba di Fiji

0
Gempa Bumi Panama

Gempa bumi di Panama memicu kekhawatiran akan tsunami Pasifik

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara