• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Dunia

Human Rights Watch: Indonesia bungkam aktivis lingkungan di Papua

July 30, 2026
in Dunia
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Arjuna Pademme
Indonesia bungkam aktivis lingkungan

Eksavator dan apparat militer di PSN, Papua Selatan- Jubi/RNZ Pasifik/Ambrosius Mulait, Yayasan Bentala Pusaka

0
SHARES
279
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Sebuah laporan baru dari Human Rights Watch (HRW) menyatakan bahwa pemerintah Indonesia membungkam para aktivis lingkungan di wilayah Tanah Papua, yang dikenal secara internasional sebagai Papua Barat.

Laporan yang berjudul “Tanah yang Direbut, Keadilan yang Dibungkam” ini meneliti bagaimana beberapa bagian Tana Papua, khususnya Papua Selatan, mengalami peningkatan kehadiran militer dalam rangka proyek-proyek pembangunan nasional berskala besar, sebagaimana dilansir Jubi dari laman RNZ Pasifik, Kamis (30/7/2026).

Proyek-proyek ini, menurut argumen mereka, menyebabkan deforestasi besar-besaran dan penggusuran di seluruh provinsi, yang secara langsung mengancam mata pencaharian penduduk setempat.

Sementara itu, jurnalis dan aktivis yang bersuara cenderung ditangkap dan diperlakukan dengan buruk.

Andrea Harsono dari HRW, seorang pengacara dan salah satu penulis laporan tersebut, mengatakan kepada RNZ Pacific bahwa semuanya berjalan seperti biasa.

“Lebih dari selusin undang-undang di Indonesia digunakan untuk membungkam protes atas kerusakan lingkungan,” katanya.

Katanya, pihak berwenang menggunakan ketentuan Undang-Undang Perkebunan, Undang-Undang Mineral dan Pertambangan, Undang-Undang Penciptaan Lapangan Kerja, atau Undang-Undang Pencegahan Perusakan Hutan untuk menuntut semua pemimpin adat dan aktivis lingkungan ini.

BERITATERKAIT

Otsus Papua: Regulasi Kuat, Kurikulum Kearifan Lokal Masih Mandek

Teror berulang bukti kegagalan negara melindungi pekerja HAM di Papua

LBH Papua Sorong pertanyakan laporan penganiayaan yang diduga dilakukan polisi

Perusahaan Australia perkuat kemitraan pertambangan di Indonesia

Harsono mencatat bahwa meskipun pengadilan yang lebih tinggi biasanya akan menolak kasus-kasus ini, para aktivis akan diperlakukan tidak adil selama penangkapan mereka dan terjerat dalam perjuangan membela kasus mereka selama berbulan-bulan.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Seseorang dapat menghabiskan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, menghadap berbagai lembaga penegak hukum untuk membantah tuduhan tak berdasar yang ditujukan kepadanya,” ucapnya.

Hal ini terjadi di tengah terus berlanjutnya kebakaran hutan yang melanda Papua Selatan, yang menurut para aktivis diperparah oleh kayu mati dan lahan kering akibat deforestasi di jutaan hektar lahan.

Provinsi Papua Selatan semakin menjadi target proyek-proyek pertanian besar Indonesia, terutama proyek Merauke Food and Energy Estate, yang direncanakan mencakup sekitar tiga juta hektar.

Proyek ini akan mengubah hutan, lahan basah, dan sabana menjadi sawah, serta perkebunan tebu dan kelapa sawit.

Harsono mengatakan bahwa sumber-sumbernya di lapangan di Papua Selatan melaporkan bahwa pembukaan lahan semakin dimiliterisasi.

“Setiap buldoser diiringi oleh tentara bersenjata semi-otomatis. Ini adalah satu-satunya provinsi dari enam provinsi (Papua) yang tidak memiliki gerakan bersenjata (pro-kemerdekaan Papua Barat) yang menentangnya,” katanya.

“Lebih mudah membersihkan rawa-rawa dan hutan di Papua Selatan dibandingkan dengan lima provinsi lainnya, di mana perlawanannya lebih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, peringatan kebakaran serius diberlakukan di seluruh provinsi. Menurut analisis spasial dari LSM Indonesia Wahana Linkungan Hidup Indonesia (WALHI), sebagian besar titik api terkonsentrasi di area yang ditetapkan untuk program Food Estate, dan proyek-proyek lain seperti perkebunan kelapa sawit.

Laporan tersebut juga menyatakan bahwa pemerintah Indonesia cenderung kurang melaporkan penebangan hutan, dan akibatnya, kerentanan Papua.

“Papua Barat memiliki lahan gambut yang tebal, artinya jika terjadi kebakaran di bawah permukaan, api akan terus menyala,” jelas Harsono.

“Ada banyak sekali penelitian yang menunjukkan kematian tidak wajar akibat masalah pernapasan di Sumatera dan Lakimantan, namun belum ada penelitian tentang hal itu di Papua Barat”.

Namun Harsono mengatakan ada bukti dampak dari kerusakan lingkungan skala besar tersebut berupa penurunan populasi hewan, hilangnya keanekaragaman hayati, dan selanjutnya, serta mata pencaharian masyarakat.

“Dulu mereka berburu rusa, berburu kuskus yang memakan pohon Saku dan pohon Saku sudah hilang, ubi jalar juga sudah hilang,” katanya

Laporan tersebut mengklaim bahwa para pengunjuk rasa proyek kawasan pangan tersebut secara aktif menjadi sasaran dan dibungkam.

Hal ini merujuk pada insiden pada bulan Januari di mana polisi menahan 11 warga Papua yang memprotes “risiko terhadap hak tanah adat dan mata pencaharian lebih dari 40.000 orang dari komunitas adat Malind, Maklew, Yei, dan Khimaima.”

Laporan itu juga menyebutkan seorang warga di Distrik Ngguti mengatakan bahwa militer memaksa keluarganya meninggalkan rumah mereka karena melakukan protes, sementara rasa takut dianggap menentang negara membuat mereka meninggalkan desa mereka sepenuhnya.

Baru-baru ini, RNZ Pacific melaporkan hilangnya Yasinta Moiwend, seorang warga Merauke yang berpartisipasi dalam film dokumenter Pesta Babi (atau Pesta Babi) yang mengkritik proyek Merauke Food and Energy Estate.

Ia juga telah mengajukan dua gugatan terhadap pemerintah terkait tindakannya dalam proyek tersebut.

Namun, tak lama setelah film tersebut dirilis, keluarga Moiwend mengatakan bahwa ia tiba-tiba dibawa ke Jakarta, di mana HRW melaporkan bahwa mereka terus meyakini ia telah diculik, dengan upaya untuk memaksanya bungkam.

Harsono mengatakan bahwa pihak berwenang berupaya membungkam para aktivis melalui intimidasi, bahkan sampai pada kekerasan fisik.

“Jika Anda bersuara lantang, jika Anda terkenal, anggota keluarga atau anak-anak Anda akan berada di bawah tekanan, atau mata pencaharian Anda, pekerjaan Anda akan terganggu, bahkan mungkin Anda kehilangan pekerjaan,” katanya.

Meskipun demikian, Harsono mengatakan bahwa ia belum melihat indikasi bahwa aktivisme di Papua akan mereda, terutama di kalangan penduduk muda, yang tidak memiliki ingatan tentang kehidupan tanpa pemerintahan Indonesia.

“Jika Anda melihat jumlah tentara yang ditempatkan di keenam provinsi di Papua Barat, Anda akan tahu bahwa secara statistik, rasio tentara terhadap penduduk semakin rendah”.

“Ini berarti bahwa langkah-langkah keamanan semakin diperketat… bahwa perlawanan terhadap pemerintahan semacam ini oleh Indonesia tidak berkurang; malah meningkat,” ucapnya. (*)

Tags: AktivisBungkamIndonesialingkunganPapua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Otsus Papua

Otsus Papua: Regulasi Kuat, Kurikulum Kearifan Lokal Masih Mandek

September 14, 2026
teror

Teror berulang bukti kegagalan negara melindungi pekerja HAM di Papua

September 14, 2026

LBH Papua Sorong pertanyakan laporan penganiayaan yang diduga dilakukan polisi

September 13, 2026

Perusahaan Australia perkuat kemitraan pertambangan di Indonesia

September 12, 2026

Indonesia jadi tujuan utama mahasiswa Australia program New Colombo Plan 2026

September 11, 2026

Komnas HAM Papua: Kekerasan tak menyelesaikan masalah Papua

September 11, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026
14 September 2026
109 people affected by violence and armed conflict in Papua in 2026

Jayapura, Jubi – Indonesia’s National Commission on Human Rights (Komnas HAM) says 109 people have been killed or injured in [...]

Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting
14 September 2026
Police name two wanted suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police have identified two suspected perpetrators in the shooting that killed three civil servants in Jayawijaya, with [...]

Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting
12 September 2026
Police identify suspects in deadly Jayawijaya shooting

Jayapura, Jubi – Police investigating the shooting that killed three civil servants from the Jayawijaya Agriculture Department say they have [...]

Papua human rights commission: Violence will not solve Papua’s problems
12 September 2026
Papua human rights commission: Violence will not solve Papua’s problems

Jayapura, Jubi – Violence will not solve the problems facing Papua, Indonesia’s National Commission on Human Rights (Komnas HAM) Papua [...]

Coalition calls for investigation into terror attacks targeting human rights workers, journalists and Papua Komnas HAM
11 September 2026
Coalition calls for investigation into terror attacks targeting human rights workers, journalists and Papua Komnas HAM

Jayapura, Jubi – A coalition of legal and human rights groups in Papua has called on Indonesian President Prabowo Subianto [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Pansus Papua

Pansus Papua gunakan kewenangan politik usut pelaku penembakan di Maybrat

September 15, 2026
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi palang sejumlah kantor sebagai bentuk protes

September 15, 2026
Gubernur Nawipa kunjungan kerja ke Intan Jaya

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunjungan kerja ke Intan Jaya

September 14, 2026
Gubernur Nawipa lantik Pimpinan Tinggi Pratama

Gubernur Nawipa: Pimpinan tinggi pratama menentukan keberhasilan pemerintahan daerah

September 14, 2026
IMB digantikan PBG

Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura: IMB telah digantikan PBG

September 14, 2026
HIV pada bayi di Fiji

Jumlah infeksi HIV pada bayi di Fiji sangat tinggi

September 14, 2026
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

September 14, 2026
Lanud Manuhua

Koalisi desak Lanud Manuhua hentikan pembangunan di Tanah Adat Sorido–KBS

September 14, 2026
Komisioner KPU Papua Barat diadukan ke DKPP

Berkas perzinahan komisioner KPU Papua Barat segera dilimpahkan ke Kejari

September 14, 2026
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

September 14, 2026
Karhutla

Karhutla terjadi di kawasan cagar alam Pegunungan Wondiboy Wondama

September 14, 2026
PNG

Pengembangan Chinatown investasi asing terbesar di PNG

September 14, 2026
Kebakaran

Terjadi 23 kebakaran di sekitar area perkebunan sawit di Nabire

September 14, 2026
Gubernur Nawipa

Gubernur Nawipa berdialog dengan pimpinan lembaga gereja se-Tanah Papua

September 14, 2026
Pansus Papua

Pansus Papua gunakan kewenangan politik usut pelaku penembakan di Maybrat

0
Pemuda adat Moi

Pemuda adat Moi palang sejumlah kantor sebagai bentuk protes

0
Gubernur Nawipa kunjungan kerja ke Intan Jaya

Gubernur Nawipa lanjutkan agenda kunjungan kerja ke Intan Jaya

0
Gubernur Nawipa lantik Pimpinan Tinggi Pratama

Gubernur Nawipa: Pimpinan tinggi pratama menentukan keberhasilan pemerintahan daerah

0
IMB digantikan PBG

Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura: IMB telah digantikan PBG

0
HIV pada bayi di Fiji

Jumlah infeksi HIV pada bayi di Fiji sangat tinggi

0
Pembakaran di tambang Panguna

Presiden Bougainville mengutuk pembakaran di tambang Panguna

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara