• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Gerakan Malamoi diskusi tentang perempuan dan masa depan bumi

June 3, 2025
in Perempuan dan Anak, Domberai
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: Aida Ulim - Editor: Arjuna Pademme
Gerakan Malamoi diskusi tentang perempuan dan masa depan bumi

Seorang mama yang sedang meremas Ela sagu sebagai cara mempertahankan budaya. Dok/istimewa

0
SHARES
27
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Gerakan selamatkan Manusia, Tanah dan Hutan Malamoi menggelar diskusi tentang perempuan dan masa depan bumi dengan tema “Peran perempuan adat Papua dalam menjaga bumi dari ancaman krisis iklim.”

Diskusi itu dilakukan melalui siaran langsung di akun Instagram Gerakan Malamoi, Senin (02/06/2025).

Hanna Awom dari Gerakan Perjuangan Rakyat Papua mengatakan, perubahan iklim saat ini berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat adat di daratan maupun pesisir. Situasi itu membuat perempuan harus berpikir keras dan tidak bisa tinggal diam melihat kondisi ini.

Menurutnya, perempuan jangan diam saja dan larut dalam perubahan iklim. Akan tetapi harus melawan keadaan dengan memanfaatkan wilayah adat mereka untuk bertahan hidup, dengan cara mengelola dan mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan keluarga.

“Perempuan sebenarnya memainkan peran kunci dalam menjaga hutan. Namun secara adat, hak mereka atas sumber daya alam tidak diakui. Tetapi sebagai bentuk kesadaran, perempuan adat pentingnya menjaga kondisi lingkungan dengan berharap bisa memulihkan perubahan yang terus terjadi,” kata Hanna Awom.

Katanya, di sisi lain kebijakan pemerintah secara bersamaan melemahkan hak-hak masyarakat adat dan gagal melindungi hak-hak perempuan.

Selain itu, kegagalan pemerintah Indonesia dalam mengakui hak teritorial kolektif dan pengambilan keputusan masyarakat adat, juga menghambat kemampuan perempuan adat menikmati hak-hak yang dilindungi.

BERITATERKAIT

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

Perubahan Iklim Mengancam Stok Tuna Pasifik

Kepulauan Marshall akan pimpin Dewan Fasilitas Ketahanan Pasifik

Lokakarya media tentang perubahan iklim dimulai di Honiara

Akan tetapi bagi Hanna Awom, meski menghadapi tantangan kultural dan sosial yang besar dalam memperjuangkan haknya, perempuan adat terus menjadi garda terdepan perjuangan hak atas tanah, ruang hidup dan sumber penghidupan.

Ia mengatakan, perempuan perlu meningkatkan dukungan untuk adaptasi perubahan iklim serta berharap wilayah adatnya bisa dikelola dan dimanfaatkan masyarakat adat itu sendiri, agar hutan juga keanekaragaman hayati terjaga dan bumi tetap nyaman untuk makhluk hidup.

“Perempuan adat Papua termasuk dalam kelompok yang diakui keberadaanya, termasuk perbedaan identitasnya, masyarakat adat memiliki hak-hak yang melekat pada dirinya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Barisan Pemuda Adat Nusantara, Bernadina Yamte mengatakan perempuan adat berupaya merawat dan mengembangkan pengetahuan kolektif, warisan turun-temurun dalam mempertahankan pengetahuan tradisional, memanfaatkan alam secara bijaksana dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan.

“Perempuan adat Papua juga berkontribusi besar memberikan pemasukan ekonomi yang signifikan untuk menopang kebutuhan keluarga. Itu salah satu contoh pentingnya menjamin hak-hak perempuan adat menjalankan perannya secara utuh dalam pengelolaan lingkungan,” kata Yamte.

Menurutnya, apa yang dilakukan perempuan adat merupakan warisan pengetahuan sebagai upaya perlindungan dan pengelolaan yang berkelanjutan atas wilayah adat, serta dukungan terhadap subsistem yang berdampak langsung pada kedaulatan pangan dan ekonomi masyarakat adat.

Hingga kini masyarakat adat masih setia dalam upaya mempraktekkan pengetahuan tradisional, yang membuat mereka mampu bertahan karena kedekatan dengan alam.

“Peran ini sebagian besar dipegang perempuan adat, perempuan memiliki andil sebagai agen perubahan sekaligus penjaga kelestarian alam yang menjadi sumber penghidupan masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan yang sama disampaikan Dorkas Paa dari Gerakan Malamoi. Ia mengatakan, semua tanah di Papua dimiliki masyarakat adat. Setiap bagian tanah, air dan gunung diberi nama.

Masyarakat Papua sering mengartikan tanah sebagai dusun, dapur, tempat tumpah darah dan mama. Karena tanah dianggap sebagai sumber penghidupan dari Tuhan.

“Masyarakat adat Papua menjalani hidup dan melakukan banyak hal di hutan. Mama-mama menokok sagu, berburu binatang, melakukan ritual adat. Memungut tumbuhan untuk obat atau dijual di pasar dan berbagai kegiatan di hutan,” ucap Dorkas Paa.

Meskipun memiliki peran yang besar dalam merawat keberlangsungan tanah dan hutan, keterlibatan perempuan dalam menentukan keputusan atas tanahnya berbeda-beda pada setiap suku.

Ada yang bisa ikut bicara dalam pertemuan adat dan ada yang bisa menentukan keputusan atas tanahnya. Namun untuk beberapa suku, perempuan tidak mendapat hak bersuara atau memiliki tanahnya.

Dalam suku Moi sendiri, perempuan memiliki peran penting menjaga dan mempertahankan wilayah adatnya. Secara garis besar mereka menjaga nilai-nilai budaya, pelestarian lingkungan serta pengelola sumber daya alam yang berbasis kearifan lokal.

Namun di balik perjuangan itu, ada berbagai tantangan yang dihadapi perempuan adat Suku Moi dalam memperjuangan hak-hak wilayah adatnya dan melindungi wilayah adatnya.

Dorkas Paa mengatakan, salah satu tangan utama adalah masuknya perusahan-perusahan besar seperti industri perkebunan kelapa sawit yang seringkali beroperasi tanpa persetujuan penuh dari masyarakat adat, termasuk perempuan.

“Disisi lain mereka juga menghadapi tantangan budaya dan sosial dimana suara perempuan sering kali tidak dianggap penting dalam proses pengambilan keputusan adat yang masih didominasi laki-laki,” katanya. (*)

Tags: Gerakan Malamoikrisis iklimPerempuan AdatPerubahan Iklim
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

PNG

PM PNG serukan tindakan global segera atasi perubahan iklim

September 25, 2026
Ikan Tuna

Perubahan Iklim Mengancam Stok Tuna Pasifik

July 11, 2026

Kepulauan Marshall akan pimpin Dewan Fasilitas Ketahanan Pasifik

June 27, 2026

Lokakarya media tentang perubahan iklim dimulai di Honiara

May 12, 2026

Pakar PBB khawatir upaya menghambat resolusi iklim yang dipimpin Vanuatu

March 13, 2026

Vishal Prasad Bersama Keluarga Pasifik tentang Euforia Kemenangan di ICJ dan Aktivisme Iklim 2025

December 22, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault
9 October 2026
Cenderawasih University student reports police officers over alleged assault

Jayapura, Jubi – Wialo Silak, chair of Cenderawasih University’s Student Consultative Assembly (MPM Uncen) for the 2026–2027 term, has reported [...]

Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities
9 October 2026
Merauke regent calls for 2027 special autonomy funds to target three priorities

Merauke, Jubi – Merauke Regent Yoseph Bladib Gebze has called for Papua’s 2027 Special Autonomy (Otsus) funds to focus on [...]

Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke
8 October 2026
Authorities stop smuggling of 115 parrot eggs from Merauke

Merauke, Jubi – Authorities in Indonesia’s South Papua province have intercepted an attempt to smuggle 115 wild parrot eggs from [...]

Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration
8 October 2026
Asian churches for an end to violence in Papua through Chiang Main declaration

Jayapura, Jubi – A symposium of Asian churches has called for an end to violence in Papua through a declaration [...]

Students who raised Morning Star flag are USTJ students : BEM
7 October 2026
Students who raised Morning Star flag are USTJ students : BEM

Jayapura, Jubi – The Student Executive Council of the University of Science and Technology Jayapura (BEM USTJ) says the three [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
GAMKI program masyarakat

Pemprov Papua Tengah berharap GAMKI menghadirkan program bermanfaat bagi masyarakat

October 9, 2026
Bakal calon ketua PSSI

Empat orang mendaftar sebagai bakal calon Ketua Pengprov PSSI Papua Barat

October 9, 2026
Dusun Sagu, Hutan Ulayat

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

October 9, 2026
Titik api di Merauke

5.543 titik api terdeteksi di Kabupaten Merauke

October 9, 2026
Lapas Merauke

Kerusuhan di Lapas Merauke: Bangunan dibakar, sejumlah Napi kabur

October 9, 2026
Menteri Fiji

Menteri Lingkungan Hidup Fiji meneteskan air mata di Pra-COP31

October 9, 2026
Hujan es

Hujan es dan salju turun di seluruh Provinsi Enga PNG

October 9, 2026
Hujan es

Hujan es dan salju turun di seluruh Provinsi Enga PNG

October 9, 2026
Lapas Merauke

Kerusuhan di Lapas Merauke: Bangunan dibakar, sejumlah Napi kabur

October 9, 2026
Bendungan Sirinumu PNG

Tingkat air bendungan Sirinumu PNG mencapai level konservasi darurat

October 9, 2026
Dana Otsus Merauke

Bupati Merauke minta dana Otsus 2027 fokus tiga program prioritas

October 8, 2026
Calon Ketua PSSI Papua Barat

Markus Suila, bakal calon Ketua PSSI Papua Barat yang pertama mendaftar

October 8, 2026
Tentara Australia dan PNG

250 tentara Australia dan PNG berpartisipasi dalam latihan prajurit Wantok

October 9, 2026
RSUD Yowari

Keluarga pasien berharap Pemkab Jayapura evaluasi menyeluruh RSUD Yowari

March 17, 2026
GAMKI program masyarakat

Pemprov Papua Tengah berharap GAMKI menghadirkan program bermanfaat bagi masyarakat

0
Bakal calon ketua PSSI

Empat orang mendaftar sebagai bakal calon Ketua Pengprov PSSI Papua Barat

0
Dusun Sagu, Hutan Ulayat

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

0
Titik api di Merauke

5.543 titik api terdeteksi di Kabupaten Merauke

0
Lapas Merauke

Kerusuhan di Lapas Merauke: Bangunan dibakar, sejumlah Napi kabur

0
Menteri Fiji

Menteri Lingkungan Hidup Fiji meneteskan air mata di Pra-COP31

0
Hujan es

Hujan es dan salju turun di seluruh Provinsi Enga PNG

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara