Merauke, Jubi – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo melantik Roni Omba dan Marlinus sebagai Bupati – Wakil Bupati Boven Digoel masa jabatan 2025-2030. Pelantikan berlangsung di Kabupaten Merauke, Kamis (16/10/2025).
Prosesi diawali dengan pengambilan sumpah janji pelantikan, pembacaan naskah pelantikan, dan penyematan tanda jabatan dan penyerahan SK Mendagri kepada Bupati Boven Digoel, Roni Omba, dan Wakilnya, Marlinus.
Hadir dalam acara ini Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, Wakil Gubernur Paskalis Imadawa, Sekda Ferdinandus Kainakaimu, Bupati dan Wakil Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze-Fauzun Nihayah, dan forkopimda Papua Selatan dan Boven Digoel.
Dalam sambutannya, Gubernur Apolo Safanpo menyebut pelantikan tersebut sebagai momen bersejarah bagi masyarakat Boven Digoel sekaligus bentuk kepercayaan dari Tuhan, alam, leluhur, dan seluruh rakyat di sana.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Ini adalah amanah dan kepercayaan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, dari alam semesta, dari leluhur, dan dari seluruh masyarakat Boven Digoel. Oleh karena itu, kami ucapkan selamat melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang Tuhan percayakan kepada Bupati dan Wakil Bupati,” kata Apolo.
Apolo menyampaikan apresiasi kepada bupati dan wakil bupati periode 2020-2025 atas pengabdian mereka dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda, aparat keamanan, dan masyarakat yang telah menjaga situasi aman dan kondusif selama pelaksanaan Pilkada serentak hingga pemungutan suara ulang di Boven Digoel.
“Semoga kondusifitas dan keamanan yang sudah kita jaga bersama tetap terpelihara di masa yang akan datang,” ujarnya
Dalam arahannya kepada pasangan kepala daerah yang baru dilantik, Apolo Safanpo berpesan agar keduanya menjalankan empat prinsip utama dalam kepemimpinan. Pertama, selalu berdoa dan meminta petunjuk Tuhan dalam menjalankan amanah.
Selanjutnya berrpegang teguh pada peraturan perundang-undangan agar tidak terjerumus pada perbuatan melawan hukum. Menjaga koordinasi dan hierarki pemerintahan dengan pimpinan yang lebih tinggi, Forkopimda, serta perangkat daerah.
“Ke empat meminta pertimbangan teknis dari staf dan perangkat daerah sebelum mengambil kebijakan, agar keputusan yang diambil tepat dan bijaksana,” kata dia.
Apolo menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan, terutama ketika menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan benturan regulasi.
“Kadang kita harus bijak ketika dihadapkan pada benturan regulasi. Untuk itu, dibutuhkan kebijaksanaan hati seorang pemimpin,” tutupnya.
Sementara Bupati Boven Digoel, Roni Omba kepada wartawan mengatakan bahwa dalam kalender 100 hari kerja, mereka akan melakukan pembenahan birokrasi, konsolidasi dan memulai sejumlah program kerja jangka pendek. Mereka fokus meningkatkan pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.
“Politik sudah selesai, setelah ini [pelantikan] kami akan kembali ke Boven Digoel. Tentu kami akan mengajak semua masyarakat, tanpa memilah, karena politik sudah selesai. Kami merangkul semuanya, untuk kita sama-sama membangun Boven Digoel,” kata Roni. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post