Komnas Perempuan peringati hari kelahirannya terkait tragedi perkosaan massal 1998

Penulis: Pes Yanengga
Editor: Syofiardi

Jayapura, Jubi – Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan mengingatkan kembali bahwa peristiwa perkosaan massal terhadap perempuan pada tragedi Mei 1998 merupakan dokumen resmi negara yang terungkap oleh Tim Gabungan Pencari Fakta atau TGPF.

Hal itu disampaikan Komnas Perempuan saat memperingati Hari Ulang Tahun ke-27 yang mengusung tema “Tegukan Mandat Menolak Penyangkalan Kekerasan Seksual Mei 1998” di Kantor Komnas Perempuan, Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor yang berpidato pada acara yang disiarkan secara daring itu mengatakan, temuan resmi TGPF yang dibentuk pemerintah [pada Juli 1998] itu telah disampaikan langusng kepada Presiden BJ Habibie sehingga menjadi dasar pengakuan resmi negara mengenai fakta kekerasan seksual terhadap perempuan pada tragedi Mei 1998.

“Komnas Perempuan akan terus menyalakan peristiwa kekerasan seksual massal tersebut, menjaga sejarah bukan sekedar mengenang masa lalu, akan tetapi membangun kekuatan bagi masa depan bangsa,” ujarnya.

Pada acara itu, Komnas Perempuan merefleksikan sejarah perjalanan panjang lahirnya lembaga itu. Kelahiran Komnas Perempuan pada 15 Oktober 1998 terkait dengan sejarah kelam tragedi Mei 1998 tersebut.

Komnas Perempuan merupakan lembaga nasional hak asasi manusia atau LNHAM yang pembentukannya didasari Keputusan Presiden Nomor 181 Tahun 1998. Kemudian diperkuat dengan Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2005 dan terbaru Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2024.

“Peraturan itu wujud tanggung jawab negara atas desakan publik, terutama perempuan yang menuntut keadilan atas korban kekerasan seksual dalam peristiwa kerusuhan sosial politik, khususnya terhadap perempuan Tionghoa,” ujarnya.

BERITATERKAIT

Maria mengatakan sebagai ajang merefleksikan peristiwa perkosaan massal, Komnas Perempuan menggelar perayaan dengan pameran foto dan pemutaran video pendek mengenai rangkaian peristiwa kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

Festival Kopi Papua Tengah

English Story

Gobai warns military presence could perpetuate violence in Paniai

Jayapura, Jubi – Deputy Speaker IV of the Central Papua Legislative Council (DPR Papua Tengah, John NR Gobai, has alleged [...]

Kamuyend clan’s black cross burned amid customary land dispute in Merauke

Jayapura, Jubi – Unidentified individuals have damaged and burned a black cross erected by the Kamuyend clan as a traditional [...]

WVI launches public campaign to support more than 5,000 children in Papua

Jayapura, Jubi – World Vision Indonesia (Wahana Visi Indonesia – WVI) has relaunched its Baca Tanpa Batas (Read Without Limits) [...]

Nduga shooting victims’ families ask Papua Legal Aid Institute to oversee investigation

Jayapura, Jubi – The families of three residents shot in Nduga Regency, Highland Papua Province, on October 23, 2026, have [...]

Challenges and hopes for the new AJI Jayapura City chair for 2026-2029

Jayapura, Jubi – Theo Kelen and Maurits Yansip have been elected chair and secretary of the Alliance of Independent Journalists [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist