Pekanbaru, Jubi – Imigran Rohingya di pusat penampungan sementara Kota Pekanbaru sering kabur diduga adanya keterkaitan sindikat yang memfasilitasi. Para imigran mengaku harus menyiapkan 4 hingga 6 ribu Ringgit untuk dapat sampai ke Malaysia.
“Setelah mengorek informasi dari pengungsi lain di tempat penumpangan, diketahui untuk melarikan diri pengungsi perlu menyiapkan sejumlah uang,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian, dikutip Antara Sabtu, (4/6/2022).
Sedangkan dari hasil investigasi disimpulkan para pengungsi kabur melalui jalur tikus menuju Malaysia, dapat melalui Dumai maupun Bengkalis.
“Kami berharap sindikat ini dapat dibongkar dan jangan sampai salah satu masyarakat Pekanbaru yang menjadi pelakunya,” kata Adrian menambahkan.
Menurut Adrian, dari hasil keterangan pengungsi lain mereka sempat video call dengan rekan-rekannya yang sebelumnya telah kabur dan menyebutkan telah berada di Malaysia. Hal itu menjadi alasan Kesbangpolinmas mengantisipasi para pengungsi dari Rohingya yang bertugas mengawasi Kamtibmas di antara para pengungsi dan masyarakat sekitar.
Adrian menyebut situasi Kamtibmas di antara mereka sendiri berjalan dengan baik, tak ada perkelahian, pem-bully-an dan konflik sekitar. Sedangkan permasalahan kabur ini berada di luar konteks, apalagi tujuan utama mereka bukan ke Indonesia melainkan Malaysia, Australia, atau mereka berharap dapat menjadi warga negara Amerika.
“Kami berharap pengungsi yang lari kembali didapatkan dan diberi pembinaan. Selanjutnya kita serahkan kepada UNHCR terkait mekanisme sanksi apa yang diberikan,” kata Adrian menjelaskan.
Tercatat sebanyak 119 pengungsi Rohingya di Aceh dipindahkan ke Pekanbaru pada pertengahan Mei lalu. Dengan tambahan itu saat ini ada 978 pengungsi dari berbagai negara berada di Pekanbaru
Pengungsi tersebut berasal dari berbagai negara seperti Afganistan, Irak, Iran, Palestina, Somalia, dan Rohingya yang merupakan kelompok etnis di Myanmar. (*)





















Discussion about this post