• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Pemekaran Papua tidak akan menghambat pembentukan KKR

July 12, 2022
in Uncategorized
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Papua menggelar Diskusi Publik Naskah Akademik Pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Tanah Papua di Kota Jayapura, Selasa (12/7/2022). - Jubi/Alexander Loen

Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Papua menggelar Diskusi Publik Naskah Akademik Pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Tanah Papua di Kota Jayapura, Selasa (12/7/2022). - Jubi/Alexander Loen

0
SHARES
15
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Ketua Tim Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Universitas Cenderawasih, Prof Dr Melkias Hetharia menyatakan pemekaran Papua maupun pembentukan tiga provinsi baru di Papua tidak akan menghambat pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi atau KKR. Hal itu disampaikan Hetharia dalam Diskusi Naskah Akademik Pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi di Tanah Papua di Kota Jayapura, Selasa (12/7/2022).

Hetharia menyatakan pembentkan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi adalah mandat Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua (UU Otsus Papua Lama). Ketentuan tentang pembentukan KKR juga tidak mengalami perubahan dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua (UU Otsus Papua Baru).

Pasal 46 ayat (3) UU Otsus Lama menyatakan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi di Papua dapat dibentuk dengan Keputusan Presiden, setelah ada usulan dari Gubernur Papua. Hetharia menyatakan ketentuan itu telah berlaku sejak di 2001, ketika Tanah Papua hanya memiliki satu provinsi. Menurutnya, KKR tetap dapat dibentuk atas dasar usulan Gubernur Papua,.

“Jadi pembentukan Daerah Otonom Baru tidak berpengaruh [terhadap pembentukan KKR]. Kami lihat beberapa negara yang juga membentuk KKR, dengan mengelar diskusi  kelompok terpumpun, proses yang memakan waktu 3 – 5 tahun. [Di] Papua, [proses pembentukan KKR] sudah berjalan 3 tahun. Meskipun Jakarta mau [KKR Papua] segera [dibentuk], kami harus mengikuti prosedur yang tertuang dalam [UU] Otsus,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Papua dan Universitas Cenderawasih sedang menyusun naskah akademik yang akan dijadikan dasar pembentukan peraturan tentang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi di Papua. Setelah proses itu selesai, Melkias Hetharia berharap Gubernur Papua dapat segera mengusulkan pembentukan KKR Papua. “Intinya, semua bergantung dari proses yang sementara berjalan itu,” kata Hetharia.

Sesuai ketentuan Pasal 46 ayat (2) UU Otsus Papua Lama, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi bertugas melakukan klarifikasi sejarah Papua untuk pemantapan persatuan dan kesatuan bangsa dalam NKRI. KKR juga bertugas merumuskan dan menetapkan langkah-langkah rekonsiliasi atas kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Menurut Hetharia, penyempurnaan rancangan pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Papua terus dilakukan melalui diskusi kelompok terpumpun yang melibatkan tokoh perempuan, tokoh adat, tokoh agama, TNI, Polri, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Penyusunan naskah akademik itu juga melibatkan akademisi dan lembaga swadaya masyarakat di Bumi Cenderawasih.

BERITATERKAIT

Indonesia didesak fasilitasi kunjungi Komisaris Tinggi PBB ke Papua Barat

Komnas HAM sampaikan pemantauan enam kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua

Kekerasan tentara non-organik terhadap Orang Asli Papua terus berulang

Pembentukan tiga Batalyon di Papua dinilai berpotensi menciptakan pelanggaran HAM

Melkias Hetharia menyatakan konsep Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Papua telah disesuaikan dengan asas maupun prinsip resolusi konflik dalam hukum adat, hukum positif, maupun hukum internasional. “Itu kami lakukan karena kami ingin pembentukan KKR menciptakan kedamaian dan keharmonisan antar seluruh masyarakat serta masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.

Hetharia menjelaskan adat istiadat di Papua pada dasarnya mengenal konsep rekonsiliasi untuk menyelesaikan sebuah pelanggaran adat. Konsep itu dapat diadopsi sebagai konsep Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Papua.

“Biasanya, dalam adat istiadat, apabila terjadi pelanggaran adat, timbul ketidakseimbangan sosial, sehingga harus segera diselesaikan. Biasanya dalam adat harus ditentukan lebih dulu siapa yang bersalah. Apabila terungkap, maka yang dinyatakan bersalah dituntut untuk bertanggung jawab dengan jenis-jenis yang dikenal dalam adat. Apabila penyelesaian adat berjalan dengan baik, maka tercipta ketentraman dan kedamaian,” kata Hetharia.

Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Derek Hegemur mengatakan pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Papua memang membutuhkan waktu yang lama. Hal itu terjadi karena pembentukan KKR harus dibahas bersama-sama, agar kepentingan semua pihak terakomodir.

“Makanya hari ini Pemerintah Provinsi Papua mengundang seluruh pihak yang berkompeten untuk berdiskusi, agar KKR [yang dibentuk nantinya] bisa berfungsi dan menolong kita semua, [orang Papua. KKR juga] menjadi instrumen yang dapat dipakai untuk mencari fakta, mengungkap, dan [merumuskan langkah] rekonsiliasi,” kata Hegemur.

Hegemur meyakini jika proses pembentukan KKR Papua partisipatif, tingkat kepercayaan publik kepada KKR akan lebih tinggi. “Jadi memang butuh waktu yang panjang, karena butuh ada penyelesaian masalah Papua pada masa lalu. Itu penting supaya ketidakpercayaan, kekecewaan, dan ketakutan yang sudah membayangi sejak lama bisa perlahan pudar,” tutup Hegemur. (*)

Tags: Hak Asasi ManusiaKKRKomisi Kebenaran dan Rekonsiliasipelanggaran HAM
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Komisaris Tinggi PBB

Indonesia didesak fasilitasi kunjungi Komisaris Tinggi PBB ke Papua Barat

September 3, 2026
Komnas

Komnas HAM sampaikan pemantauan enam kasus pelanggaran HAM di Tanah Papua

April 25, 2026

Kekerasan tentara non-organik terhadap Orang Asli Papua terus berulang

April 21, 2026

Pembentukan tiga Batalyon di Papua dinilai berpotensi menciptakan pelanggaran HAM

January 9, 2026

WITNESS luncurkan panduan merekam protes di Papua

October 15, 2025

Musik perlawanan Zoonde, rapper yang lantang menyuarakan realitas Tanah Papua

October 2, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster
24 October 2026
Amnesty urges Indonesia to stop suppressing forest fire protest and declare national disaster

Jayapura, Jubi – Amnesty International has called on the government to stop suppressing protest over forest and land fires and [...]

Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands
24 October 2026
Residents condemn suspected forest arson in Papua Highlands

Jayapura, Jubi – Residents of Mulima village in Libarek district, Jayawijaya regency, Papua Highlands, have condemned suspected arson after a [...]

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Kantor Sinode GKI di Tanah Papua

70 Tahun GKI Di Tanah Papua: Pembawa keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan

October 25, 2026
Museum Fiji

Museum Fiji mendesak pemerintah menghentikan proyek penambangan pasir besi

October 25, 2026
Bougainville jelang keputusan parlemen PNG

Luka mendalam Bougainville jelang keputusan besar Parlemen PNG

October 25, 2026
Gempa di lepas lantai Vanuatu

Gempa 6,9 SR terjadi di lepas pantai Vanuatu, peringatan tsunami dibatalkan

October 25, 2026
Rencana Tambang dan hak masyarakat adat

Rencana tambang oleh ANTAM, hak masyarakat adat dan pertambangan rakyat di Papua Tengah

October 25, 2026
Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas

Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas memperkuat pemenuhan dokter spesialis

October 25, 2026
Evaluasi aparat keamanan di Nduga

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

October 25, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Penembakan tiga warga Nduga

Masyarakat Nduga desak negara bertanggung jawab atas penembakan tiga warga sipil

October 25, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Bintang Kejora di nisa Filep Karma

Motif Bintang Kejora di nisan Filep Karma ditimpa cat Merah Putih

October 24, 2026
Evaluasi aparat keamanan di Nduga

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

October 25, 2026
Kantor Sinode GKI di Tanah Papua

70 Tahun GKI Di Tanah Papua: Pembawa keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan

0
Museum Fiji

Museum Fiji mendesak pemerintah menghentikan proyek penambangan pasir besi

0
Bougainville jelang keputusan parlemen PNG

Luka mendalam Bougainville jelang keputusan besar Parlemen PNG

0
Gempa di lepas lantai Vanuatu

Gempa 6,9 SR terjadi di lepas pantai Vanuatu, peringatan tsunami dibatalkan

0
Rencana Tambang dan hak masyarakat adat

Rencana tambang oleh ANTAM, hak masyarakat adat dan pertambangan rakyat di Papua Tengah

0
Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas

Pemprov Papua Tengah berkolaborasi dengan Unhas memperkuat pemenuhan dokter spesialis

0
Evaluasi aparat keamanan di Nduga

Pemerintah didesak mengevaluasi keberadaan aparat keamanan non organik di Nduga

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara