• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Seni & Budaya

Musik perlawanan Zoonde, rapper yang lantang menyuarakan realitas Tanah Papua

October 2, 2025
in Seni & Budaya, Domberai
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Gamaliel M Kaliele - Editor: Aryo Wisanggeni G
Zooner, Musik Rap, Rapper

Zoonder saat mengikuti Forest Defender Camp yang berlangsung di di wilayah adat Tehit-Knasaimos, Kampung Sira, Distrik Saifi, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya pada September 2025. - Dok. Greenpeace Indonesia

0
SHARES
85
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Sorong, Jubi – “Saya bukan hanya seorang rapper. Saya adalah suara bagi mereka yang selama ini dibungkam. Musik saya bukan sekadar hiburan, tapi sebuah perlawanan,” ujar Zoonde, rapper peranakan Papua asal Sorong yang kini karyanya dikenal luas di Tanah Papua dan Indonesia.

“Nama asli saya Yudho, umur saya 32 tahun, dan darah Serui mengalir di tubuh saya. Sejak tahun 2005, saya mulai jatuh bangun di jalur hip-hop. Itu bukan perjalanan mudah bagi saya, ditempa kerasnya jalanan, tidak jatuh dalam kriminalitas. Saya hanya memilih musik sebagai jalan saya untuk bicara,” kata Zoonde kepada Jubi pada Kamis (2/10/2025).

Menurutnya musik rap adalah ruang artikulasi, dan kata-kata adalah senjata perlawanan untuk membicarakan realitas Tanah Papua. “Saya tahu banyak orang tidak suka saya, tapi saya tidak peduli, karena musik rap saya adalah tentang kebenaran, bukan tentang selera pasar, katanya.

Sejak lama Zoonde menciptakan berbagai karya musik rap yang keras menyuarakan kritiknya terhadap beragam situasi di Tanah Papua. Pada 2019, ia merespons insiden ujaran rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Asrama Mahasiswa Papua Kamasan III Surabaya dengan karyanya berjudul “Poetry From Getto”.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

“Lagu itu saya tulis dengan hati penuh luka dan Saya bicara tentang penindasan, tentang diskriminasi, tentang negara yang tidak adil kepada orang Papua. Saya tahu banyak yang tersentuh, tapi juga banyak yang marah. Itu risiko saya sebagai musisi perlawanan,” kata Zoonde.

Zoonde bercerita bahwa ia dibesarkan di Blok 8, Sorong, sebuah lingkungan keras yang membentuknya. Dari sana rapper yang bermukim di Sorong itu belajar bahwa hidup orang Papua penuh tantangan. “Saya melihat saudara saya mati, dan saya melihat tanah kami dirampas. Saya melihat hutan kami dihancurkan atas nama Negara Indonesia. TNI/Polri ke sana bikin trauma masyarakat adat Papua. Semua itu membuat saya sadar, musik saya harus jadi medium perlawanan,” ujar Zoonde.

Bagi Zoonde, hip-hop ataupun menjadi rapper bukan sekadar gaya hidup. Baginya, hip-hop adalah alat perjuangan untuk menyalurkan keresahan, juga alat untuk menyebarkan pesan. Dengan musik karyanya, ia mengobarkan semangat kaum anak muda Papua terus menjaga tanah adat mereka.

BERITATERKAIT

Presiden Prabowo diminta membuka diri terkait kondisi HAM di Tanah Papua

Prabowo mesti tegakkan HAM di Tanah Papua sebelum membicarakan HAM negara lain

Masyarakat adat Malind gugat SK Bupati Merauke di PTUN Jayapura

Masyarakat menolak MBG juga merupakan HAM

Pada September 2025, Zoonde diundang Greenpeace Indonesia menghadiri Forest Defender Camp 2o25 yang berlangsung di wilayah adat Tehit-Knasaimos, Kampung Sira, Distrik Saifi, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya. Festival yang digelar di tengah hutan bakau Kampung Sira itu dihadiri perwakilan masyarakat adat dari Cekungan Kongo, Amazon, Borneo, dan berbagai wilayah adat Tanah Papua.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Di sana Saya diminta membagikan cerita saya di depan ribuan peserta. Kami berkumpul untuk bicara soal hutan, soal adat, dan soal perlawanan terhadap investasi rakus yang merampas tanah kami,” katanya

Menurut Zoonde, momen itu bukan sekadar panggung musik. Dalam Forest Defender Camp, Zoonde bukan hadir sebagai artis yang tampil keren di panggung. “Saya hadir sebagai pejuang HAM. Saya isi ruang diskusi, saya bicara, saya teriak, saya ajak semua orang untuk tidak diam terhadap krisis iklim dan penindasan,” ujarnya.

Zoonde memilih untuk tidak berkompromi dengan pencuri. Baginya, Tanah Papua bukan milik negara atau investor, melainkan milik masyarakat adat Tanah Papua dan para leluhur mereka.

Ia mengakui banyak karyanya lahir dari kenyataan getir. Banyak pula lirik lagunya yang penuh sarkasme, karena ia melihat langsung penderitaan Orang Asli Papua yang terancam punah di tanah adat mereka yang dirampas. Ia bersuara keras melihat hutan sagu diganti kebun sawit, tambang merusak gunung, dan masyarakat adat yang mati. “Musik saya bicara tentang fakta itu,” ujarnya

Zoonde selalu percaya bahwa musik bisa menggalang solidaritas. Musik adalah medium yang menyatukan. “Dengan rap, saya mengajak orang orang sadar, bukan hanya orang Papua, tapi semua orang yang punya nurani, karena penindasan di Papua adalah masalah kemanusiaan, bukan hanya masalah lokal,” katanya.

Baginya, ia berdemonstrasi lewat musik rap karyanya. “Saya tidak perlu pegang spanduk, saya pegang mikrofon. Dengan mikrofon saya bisa lebih lantang bicara. Saya tahu banyak orang tidak suka, tapi saya tidak hidup untuk menyenangkan semua orang. Saya hidup untuk melawan ketidakadilan,” katanya dengan nada tegas.

Zoonde menekankan bahwa dia tidak sendiri. Ia menegaskan banyak banyak rapper Papua lain yang juga ikut bergerak, melawan ketidakadilan melalui karya-karya mereka. “Ada banyak rapper di Sorong dan di Tanah Papua yang juga berteriak lewat musik. Kami mungkin berbeda gaya, tapi satu tujuan melawan penindasan. Itulah kekuatan kolektif kami,” ujarnya.

Pilihan Zoonde untuk bersuara melalui musik dipengaruhi oleh Mambesak Group, kelompok musik legendaris di Tanah Papua yang dikenal karena karya musik mereka membangkitkan jati diri Orang Asli Papua. “Mereka bilang, ‘menyanyi untuk hidup, kini dan nanti.’ Itu jadi pegangan saya sebagai anak rap. Saya bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk generasi Papua di masa depan.”

Zoonde memberi pesan khusus bagi anak muda Papua. Ia ingin musik karyanya sampai ke hati anak muda Papua, baik itu mahasiswa, aktivis, kaum perempuan, pedagang, tukang ojek, guru, paramedis, pejabat, pegiat seni, siapa saja. “Jangan pernah diam. Kita harus bicara, kita harus lawan dengan cara kita masing-masing,” ujarnya penuh keyakinan.

Aktivis perempuan Papua dari Sorong Raya, Qvarica Reba melihat Zoonde bukan sekadar musisi. Bagi Reba, Zoonde adalah adalah pejuang, karena liriknya membongkar realitas Tanah Papua, topik yang biasanya dihindari banyak orang yang takut bicara. “Itu penting, terutama bagi generasi muda Papua yang sering dilemahkan oleh sistem, ujar Qvarica Reba pada Kamis.

Reba mengatakan banyak musisi dan rapper Papua lain yang juga berjuang untuk menyuarakan realitas Tanah Papua dengan gayanya masing-masing. “Rapper Papua sedang berjuang dengan gaya dan caranya, melalui lagu-lagunya. Seperti Ukam Maran, Epo D’Fenomeno, dan masih banyak anak muda Papua lainya yang konsisten menyuarakan kebenaran di tanah ini. Salam juang, kalian tetap semangat, Tuhan [dan] alam Papua ini senantiasa memberkati karya-karya kalian,” ujar Reba.

Menurut Qvarica Reba, karya Zoonde juga memberi energi bagi gerakan perempuan Papua. Melalui musiknya, Zoonde sebagai rapper mengangkat keresahan pegiat gerakan perempuan Papua.

Reba menyinggung pentingnya solidaritas antara orang Papua dan orang non-Papua. Saya bicara juga pada teman-teman non Papua yang lahir dan besar di tanah ini, Jangan kalian diam kalau tanah ini dirampas, karena Ini tanah kita semua. Kalian juga punya kewajiban menjaga Bumi Kasuari dan Cendrawasih ini,” ujarnya.

Sebagai rapper, Zoonde ingin terus bersuara tentang realitas kehidupan di Tanah Papua, dan realitas yang dihadapi masyarakat adatnya. Ia mengenang mendiang Max Binur, budayawan yang gigih menyuarakan realitas kehidupan masyarakat adat Tanah Papua melalui jalan kebudayaan dan baru saja berpulang. “Beliau sudah pergi lebih dulu, tapi semangatnya hidup dalam diri saya. Saya berdiri di panggung Forest Defender Camp II juga karena semangat beliau,| kenangnya dengan penuh hormat.

Zoonder meminta setiap orang yang terketuk dengan persoalan kemanusiaan di Tanah Papua untuk berjuang, termasuk mereka yang bukan rapper. “Teruslah berjuang dengan cara masing-masing. Kita jangan pernah menyerah, Papua butuh kita semua. Musik saya hanya salah satu jalan. tapi setiap orang punya peran. Mari kita bersatu menjaga dan merawat Mama Negeri Papua ini,” katanya. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: Forest Defender CampGreenpeaceHak Asasi ManusiaHAMHip HopMasyarakat AdatMusik RapRapperZoonder
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
BBM

Pertamina pastikan harga BBM tak berubah, Perindagkop Manokwari: Kami akan sidak

April 1, 2026

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026

Kasus pembunuhan ART di manokwari dilimpahkan ke Jaksa

April 1, 2026

Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

April 1, 2026

Kuasa Hukum terdakwa korupsi KUR Bank Papua pertanyakan bukti kerugian negara

March 30, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
BBM

Pertamina pastikan harga BBM tak berubah, Perindagkop Manokwari: Kami akan sidak

April 1, 2026
Papua Tengah

LPPD merupakan instrumen transparansi Pemprov Papua Tengah

April 1, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
Kaledonia Baru

Ribuan warga Nouméa demo tolak pembatasan hak pilih di Kaledonia Baru

April 1, 2026
IMPW

IMPW Jayapura tolak pembangunan Mapolda dan perkantoran di tanah Wouma–Wio

April 1, 2026
Fiji

Harga BBM di Fiji naik 1 April 2026

April 1, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
ekskavator

Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

April 1, 2026
Kadis pendidikan

Pemprov Papua Tengah buka rekrutmen tenaga guru kontak daerah 3T

March 31, 2026
Ditembak

Tiga warga di Dogiyai dilaporkan tewas ditembak

April 1, 2026
Gubernur Provinsi Papua Mathias Fakhiri saat melihat rumpon di Kantor Dinas Perikanan Dok VII Kota Jayapura- Jubi/dok

Benarkah survei geologi ESDM, bikin harga ikan naik di Kota Jayapura?

March 31, 2026
Sumule

Pemprov Papua Tengah Belum putuskan pengurangan P3K

March 30, 2026
Merauke

Gugatan masyarakat adat terhadap SK bupati Merauke mulai disidangkan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

0
BBM

Pertamina pastikan harga BBM tak berubah, Perindagkop Manokwari: Kami akan sidak

0
Papua Tengah

LPPD merupakan instrumen transparansi Pemprov Papua Tengah

0
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

0
Kaledonia Baru

Ribuan warga Nouméa demo tolak pembatasan hak pilih di Kaledonia Baru

0
IMPW

IMPW Jayapura tolak pembangunan Mapolda dan perkantoran di tanah Wouma–Wio

0
Fiji

Harga BBM di Fiji naik 1 April 2026

0

Trending

  • gubernur

    Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan ekskavator tiba di Sorong Selatan, warga diimbau waspada

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Papua Tengah buka rekrutmen tenaga guru kontak daerah 3T

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tiga warga di Dogiyai dilaporkan tewas ditembak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Benarkah survei geologi ESDM, bikin harga ikan naik di Kota Jayapura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara