• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Para perempuan wakil rakyat Papua terpilih, apa yang akan diperjuangkan?

Regina M Muabuay: karena saya melihat banyak permasalahan perempuan yang tidak terselesaikan di Papua

May 27, 2024
in Tanah Papua, Pemilu
Reading Time: 5 mins read
0
Penulis: Theo Kelen - Editor: Syofiardi
papua

Para perempuan di Papua yang berhasil duduk di kursi wakil rakyat berbagai level hasil Pemilu 2024 berdasarkan pleno KPU, belum hasil penetapan. -Jubi/Infografis: Dickry Iriawan

0
SHARES
853
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Perempuan yang terpilih menjadi wakil rakyat sangat minim pada Pemilu 2024 di Provinsi Papua. Baik di DPR kabupaten, DPR kota, dan DPR Provinsi Papua (DPR Papua), maupun wakil Papua di DPR RI dan DPD (Dewan Perwakilan Daerah) RI di Jakarta.

Wakil rakyat yang terpilih masih didominasi laki-laki. Perempuan hanya sanggup memenuhi kuota 30 persen sebagai caleg (calon legislatif), tapi tak bisa menembus 30 persen, bahkan tak sampai 20 persen benar-benar duduk di legislatif.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menetapkan hasil pemilihan legislatif Pemilu 2024. Namun hasil perolehan kursi sementara untuk DPR RI, DPD, DPR Provinsi Papua, serta beberapa kabupaten dan kota sudah bisa diperkirakan berdasarkan hasil pleno KPU terkait rakapitulasi perolehan suara.

Untuk DPR RI di Jakarta, ada tiga kursi untuk Provinsi Papua. Ketiga yang terpilih adalah laki-laki, yaitu Benhur Tommy Mano (PDIP/61.434 suara), Yan Mandenas (Gerindra/80.884 suara), dan Tonny Tesar (Nasdem/66.722 suara). Tak ada caleg perempuan yang menjadi menang.

perempuan
Para perempuan yang berhasil duduk di kursi wakil rakyat di dan dari Provinsi Papua hasil Pemilu 2024 berdasarkan pleno KPU. -Jubi/Infografis: Dickry Iriawan

Sedangkan untuk DPD RI cukup menggembirakan. Dari empat kursi untuk Provinsi Papua, dua kursi berhasil diamankan perempuan, yaitu Regina Muabuay (memperoleh 70.564 suara) dan Lalita (52.087 suara). Dua lainnya adalah caleg laki-laki, Carel Petrus Suebu (115.036 suara) dan David Harold Warnomi (98.520 suara).

Di DPR Provinsi Papua, ada 8 caleg perempuan yang menang dari 45 kursi yang tersedia. Perempuan itu adalah Ety Buwani (Golkar/4.453 suara/Dapil Papua 4), Graha Christie Mambay (PDIP/4.093 suara/Papua 6), Yeni Naap (PDIP/3.357 suara/Papua 7), Herlin Beatrix M. Monim (Nasdem/5.876 suara/Papua 2), Cintiya Ruliani Talantan (Nasdem/14.247 suara/Papua 3), Ance Wanggai (Nasdem/1.893 suara/Papua 7), Dina Laura Rumbiak (Demokrat/3.647 suara/Papua 7), dan Dessy Corazon Giay (PAN/5.832 suara/Papua 1).

Di DPR Kota Jayapura, berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, ada 5 perempuan yang memenangkan kursi dari 35 kursi yang tersedia. Kelimanya adalah Hj Marni Jaya (PDIP/1.675 suara/Dapil Jayapura 4), Asriyani (PKS/2.045 suara/Jayapura 1), Yuli Rahman, (Golkar/1.787 suara/Jayapura 2), Maria Rampang (Demokrat/2.843 suara/Jayapura 4), dan Sarce Sorreng (Hanura/1.878 suara/Jayapura 2),

BERITATERKAIT

Pengusaha Papua Usilina Epa, suka duka membangun usaha dari bawah

6 perempuan muda Papua berbagi kisah, bangga menjadi perempuan Papua

Tokoh perempuan Papua Barat dukung Yulince Hosio menjadi anggota Bawaslu

Untuk kabupaten, Jubi baru mendapatkan hasil rekapitulasi dua kabupaten, yaitu Biak dan Waropen. Di Biak, dari 25 kursi 5 adalah perempuan. Komposisinya 20 persen perempuan. Perempuan itu adalah Mety Karangan (Gerinda/818 suara/Biak Numfor 2), Joy Peggy Kafiar (PDIP/557 suara/Biak Numfor 4), Afrida Pandin Tumanan (Nasdem/699 suara/Biak Numfor 1), Mariana Magdalena Mirino (Nasdem/539 suara/Biak Numfor 3), dan Lina Tangdialla (PSI/767 suara/Biak Numfor 1).

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Sedangkan di DPR Kabupaten Waropen, dari 20 kursi hanya satu perempuan. Ia adalah Yeneke Suriana Ketsia Dippan (PDIP/279 suara/Waropen 1).

Apa yang akan diperjuangkan legislator perempuan Papua?

Anggota DPD RI terpilih dari Provinsi Papua, Regina M Muabuay SPd mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat yang telah memilihnya pada Pemilu 2024.

perempuan
Anggota DPD RI terpilih dari Provinsi Papua Regina Muabuay. – Jubi/Theo Kelen

“Terima kasih kepada semua orang yang sudah memberi suara. Saya tidak tahu mereka menilai dari sisi mana, tapi saya bersyukur. Untuk masuk di DPD bukan mau saya, tapi ada teman-teman yang menyarankan saya,” kata Muabuay kepada Jubi pada Rabu (22/5/2024).

Muabuay guru olahraga sejak 1986. Ia pernah mengajar di SD Inpres Yote Nafri (1986), SD Inpres APO Tugu (1988), SMP YPK Paulus Dok V (1989), SD Inpres Gurabesi (1990-1993), dan SMA Yayasan 45 Entrop Jayapura pada 2000 hingga pensiun. Ia memutuskan maju di DPD setelah pensiun sebagai PNS.

“Saya ini pensiunan pegawai negeri, guru olahraga 37 tahun. Saya pensiun baru maju. Jadi mungkin saya punya massa dari sekolah, teman-teman guru, siswa yang pilih saya,” ujar Pengurus KONI Papua periode 2022-2026 itu.

Muabuay mengaku memutuskan maju karena melihat banyak permasalahan perempuan yang tidak terselesaikan di Papua. Ia mencontohkan persoalan kekerasan terhadap perempuan yang sulit mendapatkan keadilan. Menurutnya dengan duduk di DPD RI ia bisa mendorong keadilan bagi perempuan.

“Saya melihat banyak pergumulan atau permasalahan perempuan yang tidak terjawab. Bolak-balik kesana kemari, misalnya urusan-urusan di kepolisian kasus kekerasan, kita juga yang disalahkan. Banyak sekali saya mendampingi, bahkan saya punya anak murid dilecehkan orang terdekat. Memang saya cukup keras dalam bicara, apalagi menyangkut perempuan. Waktu terpilih banyak ucapan masuk tolong perjuangkan kita punya masalah,” kata Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPD PDIP 2014-2019 itu.

Menurut Muabuay keuntungan besar bagi perempuan sepertinya bisa duduk di DPD untuk memperjuangkan hak-hak perempuan. Ia akan fokus mengurus masalah pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi kreatif bagi perempuan.

“Itu akan saya kerjakan. Perlu ada perempuan, kalau tidak ada siapa yang akan memperjuangkan perempuan. Saya melihat banyak sosialisasi kegiatan dan menerima banyak uang, tapi tidak mau berusaha. Terima-terima tapi tidak berusaha, akhirnya tidak dapat kepercayaan dari pihak bank dan lain-lain untuk modal,” ujarnya.

Muabuay mengatakan tantangan terbesar adalah jumlah perempuan yang sedikit di parlemen. Walaupun kurang, kata Muabuay, perempuan harus berani bersuara untuk persoalan perempuan.

“Jumlah kurang kitong pu suara tidak didengar. Jadi harus berani dan bersatu untuk melawan. Di DPD dari Papua cuma dua perempuan, tapi di DPD [seluruh Indonesia] ada 150 orang. Lumayanlah, ada perempuan-perempuan keras dari Bali, Jawa Barat. Dong yang vokal-vokal itu ada masuk, bisa kumpul kekuatan untuk bicara masalah perempuan,” katanya.

Anggota DPR Kabupaten Waropen terpilih, Yeneke Suriana Ketsia Dippan juga mengucap syukur atas kepercayan masyarakat terhadap dirinya.

perempuan
Anggota DPR Kabupaten Waropen terpilih Yeneke Suriana Ketsia Dippan. – Jubi/Theo Kelen

“Mengucap syukur kepada Tuhan, karena ini periode ketiga saya jadi anggota DPR kabupaten. Pertama anggota DPR kabupaten antar waktu (2012-2014) dan kedua, DPR kabupaten antar waktu (2020-2024), dan ketiga kali adalah murni terpilih. Hari ini saya ada di DPR kabupaten, bersyukur masyarakat masih percaya kepada saya sehingga mereka memilih saya sebagai anggota DPR Kabupaten Waropen,” kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Waropen 2020-2024 tersebut.

Yang terpenting, kata Yeneke, adalah memperjuangkan hak-hak perempuan dan juga terlibat dalam pengambilan keputusan strategi pembangunan secara khusus di Kabupaten Waropen. Menurutnya program-program dari pemerintah harus berperspektif gender. Artinya, di setiap pembangunan ada keberpihakan terhadap perempuan.

“Perkembangan anak juga akan prioritas saya, karena hari ini juga di Waropen bicara perempuan, bicara anak, sehingga itu harus berjalan sinergi. Perempuan tidak hanya disiapkan untuk dirinya, tetapi juga disiapkan untuk menyiapkan generasi masa depan. Sehingga itu hal yang mesti menjadi perhatian saya dalam tugas sebagai anggota DPR kabupaten,” ujarnya.

Keuntungan adanya perempuan di DPR kabupaten, kata Yeneke, pasti dalam pengambilan keputusan paling tidak mengamankan hal-hal yang menjadi penting bagi perempuan. Memastikan perempuan diberikan kesempatan di pemerintah dalam jabatan-jabatan tertentu atau strategi, juga memperjuangkan pendidikan, ekonomi, dan kesehatan yang memadai.

“Hari ini perempuan-perempuan hebat yang maju, memiliki kemampuan tapi untuk masuk ke ranah politik dan jadi anggota DPR itu bukan perjuangan yang mudah. Itu menjadi tantangan sendiri bagi saya untuk membuktikan secara pribadi dan membuktikan kepada masyarakat bahwa perempuan bisa dan perempuan juga penting terlibat dalam pengambilan kebijakan,” katanya.

Pengamat Politik: Terlalu sedikit wakil perempuan di parlemen

Pengamat Politik dari Universitas Cenderawasih Profesor Vince Tebay mengatakan perempuan-perempuan yang terpilih di DPR dan DPD harus memperjuangkan hak-hak perempuan, yaitu kesetaraan gender, hak anak, dan juga hak disabilitas. Menurutnya, tantangan terbesar adalah karena terlalu sedikit wakil perempuan di parlemen sehingga tidak bisa menyuarakan hak-hak dasar perempuan.

perempuan
Pengamat Politik dari Universitas Cenderawasih Profesor Vince Tebay. – Dok Humas Uncen

“Nah, sebaliknya bicara gender bukan cuma perempuan. Laki-laki juga harus memperjuangkan perempuan. Bagaimana mengizinkan peran perempuan di dunia politik, ekonomi, dan sosial budaya. Jadi kita berimbang to antara laki-laki dan perempuan,” ujar Tebay kepada Jubi, Kamis (16/5/2024).

Menurut Tebay sedikitnya wakil perempuan di parlemen karena proses kaderisasi yang tidak berjalan di partai. Perempuan, tambahnya, juga hanya sebagai pelengkap untuk memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan.  Undang-Undang Pemilu Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 245 menyebutkan syarat keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen.

“Bagaimana kalau perempuan itu ditaruh pada nomor yang paling bawah, hanya untuk pelengkap di partai. Tapi kalau tidak dibangun sistem yang tadi, misalnya sistem perekrutan dan pemberdayaan perempuan. Jangan musiman pada saat pemilu memerlukan perempuan, tapi harus dilakukan partai dalam membina atau penguatan kapasitas, sehingga tuntutan kuota 30 persen itu bisa diisi perempuan,” ujarnya.

Tebay mengatakan perempuan yang hendak maju juga harus memiliki kemampuan. Seringkali perempuan terhambat pada kemampuan finansial atau uang. Menurutnya partai politik bisa membangun sistem kaderisasi, secara khusus bagi perempuan.

Perempuan, katanya, juga tidak asal jadi anggota DPR. Ia menyarankan partai mencari solusi supaya di dalam partai mereka ada wakil dari perempuan. Ada dana juga yang di-saving sehingga pada saat bersaing di lapangan perempuan tentu memperoleh suara.

perempuan
Jumlah perempuan yang duduk di legislatif provinsi, kota, dan kabupaten periode 2019-2024 di Provinsi Papua. -Jubi/Infografis: Dickry Iriawan

“Karena sistem hari ini pemilu tidak dilihat dari ‘ko mau pintar-kah, hebat-kah, tapi dilihat dari isi dompet. Jadi karena itu memang partai menyiapkan sumber daya perempuan, tapi partai juga harus memikirkan bisa tidak wakil itu sungguh-sungguh,  tidak hanya sebatas menaruh nama mereka sekedar memenuhi atau menunjukan bahwa partai A atau B itu sudah menginput wakil perempuan yang duduk di partai mereka. Tapi tujuan dari perolehan kursi itu menjadi hambatan,” ujarnya. (*)

Tags: perempuan di bidang politikperempuan di legislatif Papuatokoh perempuan Papuawakil rakyat Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

pengusaha papua

Pengusaha Papua Usilina Epa, suka duka membangun usaha dari bawah

March 4, 2024
perempuan

6 perempuan muda Papua berbagi kisah, bangga menjadi perempuan Papua

March 2, 2024

Tokoh perempuan Papua Barat dukung Yulince Hosio menjadi anggota Bawaslu

August 4, 2022

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Different approaches to Papua’s problems are blocking dialogue
29 September 2026
Different approaches to Papua’s problems are blocking dialogue

Jayapura, Jubi – Papuan political figure Laurenzus Kadepa says differences in perspectives have made it difficult to find the best [...]

The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in Indonesia launches legal aid institute
29 September 2026
The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in  Indonesia launches legal aid institute

Jayapura, Jubi – The Legal and Human Rights Department of the Evangelical Church in Indonesia (GIDI) has launched the GIDI [...]

Maybrat resident allegedly tortured at Marine post
28 September 2026
Maybrat resident allegedly tortured at Marine post

Sorong, Jubi – A resident of Wakom Village, East Aifat District, Maybrat Regency, Southwest Papua, identified as Wilem, also known [...]

YKKMP: Indonesia must address human rights concerns in Papua with evidence
28 September 2026
YKKMP: Indonesia must address human rights concerns in Papua with evidence

Jayapura, Jubi – The Papua Foundation for Justice and Human Integrity (YKKMP) says the Indonesian government should respond to allegations [...]

Farewell to two Papuan journalists, Joost Mirino and Hendrikus Ondi
26 September 2026
Farewell to two Papuan journalists, Joost Mirino and Hendrikus Ondi

Jayapura, Jubi – Papua has lost two journalists who studied at Satya Wacana Christian University in Salatiga, Central Java. Joost [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Komisi Yudisial atau KY Papua

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

September 29, 2026
PNG

Strategi kakao di PNG: Menargetkan menciptakan lapangan kerja

September 29, 2026
PINA

Presiden PINA: Memperkuat ruang redaksi di wilayah Pasifik

September 29, 2026
PNG

Tiga bayi kembar prematur di pedalaman PNG meninggal sebelum bantuan tiba

September 29, 2026
praperadilan

Hakim kabulkan praperadilan: Penetapan tersangka Yonex Carter tidak sah

September 29, 2026
Sulitnya menyelesaikan masalah Papua

Perbedaan cara pandang penyebab sulitnya menyelesaikan masalah Papua

September 28, 2026
LBH GIDI

Departemen Hukum dan HAM GIDI luncurkan LBH GIDI

September 28, 2026
Kantor ICC

AS mengucapkan selamat kepada Naoero atas keputusan penarikan diri dari ICC

September 28, 2026
Pasifik

Para pemimpin Pasifik mendesak Jakarta mengizinkan kunjungan PBB ke Papua Barat

September 28, 2026
Pre-COP

Jelang Pre-COP: Masyarakat sipil Pasifik meluncurkan ‘seruan funafuti keadilan iklim’

September 28, 2026
LBH GIDI

Departemen Hukum dan HAM GIDI luncurkan LBH GIDI

September 28, 2026
Presiden Media PNG

Neville Choi, Presiden Media PNG, terpilih jadi Presiden PINA di Fiji

September 27, 2026
Pers bebas membutuhkan uang

Wakil Perdana Menteri Fiji: Pers bebas membutuhkan uang

September 27, 2026
Warga Maybrat disiksa Marinir

Seorang warga Maybrat diduga disiksa di pos Marinir

September 28, 2026
Komisi Yudisial atau KY Papua

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

0
PNG

Strategi kakao di PNG: Menargetkan menciptakan lapangan kerja

0
PINA

Presiden PINA: Memperkuat ruang redaksi di wilayah Pasifik

0
PNG

Tiga bayi kembar prematur di pedalaman PNG meninggal sebelum bantuan tiba

0
praperadilan

Hakim kabulkan praperadilan: Penetapan tersangka Yonex Carter tidak sah

0
Sulitnya menyelesaikan masalah Papua

Perbedaan cara pandang penyebab sulitnya menyelesaikan masalah Papua

0
LBH GIDI

Departemen Hukum dan HAM GIDI luncurkan LBH GIDI

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara