• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Ketua MRP- PPT minta KPU perhatikan kuota OAP dalam penetapan Caleg terpilih

February 22, 2024
in Tanah Papua, Polhukam
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Hengky Yeimo - Editor: Syam Terrajana
OAP

 Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah (MRP-PPT), Agustinus Anggaibak - Humas MRP

0
SHARES
367
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Nabire, Jubi – Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah (MRP-PPT), Agustinus Anggaibak meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU),  harus memperhatikan kuota untuk Orang Asli Papua (OAP) dalam penetapan calon legislatif terpilih pada Pemilu 2024.

“Kami meminta agar Kuota untuk orang Papua harus diperhatikan baik Pileg DPRD dan DPRP mulai tingkat Kabupaten dan Provinsi Papua Tengah. Begitu pun untuk DPR RI dan DPD RI,” katanya kepada jubi, Senin (19/2/2024).

Anggaibak mengatakan, MRPT hadir untuk memperjuangkan hak-hak dasar Orang Asli Papua baik di sisi, ekonomi, politik, adat, budaya dan pemerintahan.

“Saya sampaikan kepada KPU selaku penyelenggara baik di tingkat Kabupaten maupun Provinsi,  agar hati -hati dalam menetapkan anggota DPR Kabupaten, DPR Provinsi maupun DPR RI dan DPD RI,”katanya.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Anggaibak menegaskan,  KPUD harus memperhatikan hak -hak dasar Orang Asli Papua jangan sampaikan OAP dikucilkan dari Non- Papua. Itu tidak boleh terjadi.

“Saya sampaikan kepada semua Calon Legislatif (Caleg) Orang Asli Papua agar semua dapat mengawal proses ini dengan hati yang dingin dan tidak boleh melakukan hal yang dapat merugikan kita bersama. Baik masyarakat OAP maupun masyarakat Nusantara untuk menahan diri menanti proses yang sedang dikerjakan KPU,”katanya.

Anggaibak berpesan kepada penyelenggara pemilu agar dapat memperhatikan hak-hak dasar OAP dan hal itu harus diatur secara baik. Sebagaimana telah diatur dalam UU Otsus. Orang Asli Papua harus menjadi tuan di atas tanah leluhurnya sendiri.

BERITATERKAIT

IMAPA urges State Audit Board to audit MRP institutions across Papua

IMAPA desak BPK RI audit MRP se-Tanah Papua

Kinerja MRP dipertanyakan di tengah berbagai masalah di Tanah Papua

Bubarkan MRP: Mesti dilihat sebagai kritik dan evaluasi

“Orang Asli Papua yang dimaksud adalah kulit hitam, rambut keriting dan dibuktikan dengan marga atau fam orang asli Papua. Saya sampaikan kepada KPU Kabupaten, KPU Provinsi maupun KPU RI agar dalam penetapan anggota legislatif harus memperhatikan hak -hak dasar OAP. Harus lihat OAP apakah sudah memenuhi kuota 80 persen OAP atau tidak,”katanya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Anggaibak mengajak semua masyarakat Provinsi Papua Tengah agar tetap menahan diri dan tetap menjaga situasi yang kondusif sambil menunggu proses berjalan dari KPU.

“Kita tetap mendorong dengan hati yang dingin karena negara sudah memberikan Otsus di wilayah Papua ini. Inikan pesta demokrasi,  ada yang menang dan kalah tetapi yang harus diperhatikan adalah hak-hak dasar orang asli papua salah satunya hak politik. Masyarakat Papua dan masyarakat nusantara harus saling menghormati dan saling menjaga situasi yang kondusif,”katanya.

Anggaibak menyoroti proses pemilihan umum yang terjadi di Distrik Omukia kabupaten Puncak yang berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat bahwa proses pemilihan di Distrik Omukia hanya di coblos oleh Kepala Distrik dan kepala Kampung.

“Saya meminta agar penyelenggara yakni KPU dan Bawaslu harus memperhatikan hal ini. Pemilu itu harus terbuka dan tidak boleh ada pihak -pihak yang bermain. Dan apabila informasi yang disampaikan oleh masyarakat itu fakta maka kepala Distrik dan kepala kampung tersebut harus dicopot,”katanya.

Anggaibak meminta kepada Pj. Bupati Puncak,  harus mengecek laporan dari masyarakat di Distrik Omukia apabila itu benar terjadi, maka Pak Pj. Bupati harus mencopot kepala Distrik Amungkalfia dan kepala kampung yang sama-sama bermain bersama kepala Distrik.

“Saya tegaskan apabila ada kepala distrik yang berpolitik diwilayah Pemerintahan Provinsi Papua Tengah harus dicopot dari jabatannya,”katanya.

Anggaibak juga meminta agar masyarakat harus menahan diri dan tetap menghargai semua proses pesta demokrasi ini dengan hati yang dingin.

“Jadi saya harap jangan menciptakan konflik dan hal -hal yang tidak diinginkan tetapi harus menjaga kamtibmas yang kondusif untuk seluruh wilayah Papua Tengah.Terutama di dua kabupaten yakni Kabupaten Mimika dan Kabupaten Nabire. Karena di dua kabupaten ini ada campuran berbagai suku Nusantara yang ikut dalam kontestasi politik ini,”katanya.

Anggaibak mengatakan, Pemerintah pusat sudah memberikan Otonomi Khusus untuk orang Papua.

“Otsus itu diberikan agar orang Papua bisa bangkit, pemekaran Kabupaten dan provinsi di tanah Papua ini,  bukan untuk mendatangkan segala macam suku dan tidak memperhatikan hak dasar orang asli Papua,”katanya. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Continue Reading
Tags: calegKuota OAPMRP
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

LP3BH

LP3BH duga terjadi kejahatan terhadap kemanusiaan di Dogiyai

April 2, 2026
warga sipil

Intimidasi warga, LP3BH desak Panglima TNI proses prajurit

March 24, 2026
TPNPB

TPNPB bertanggung jawab terhadap tewasnya dua prajurit TNI di Maybrat

March 24, 2026

Kontak tembak, LP3BH Manokwari minta Polisi lindungi warga sipil Maybrat

March 22, 2026

JDP pertanyakan penangkapan 12 orang di Tambrauw

March 20, 2026

Satu anggota TPNPB tewas saat kontak senjata di Nabire

March 20, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara