• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Semarak perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia di Kota Jayapura

August 9, 2023
in Tanah Papua, Polhukam
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: - Editor:
Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 2023

Direktur LBH Papua Emanuel Gobay (topi koboi) bernegosiasi dengan pihak kepolisian di lingkaran Abepura, Kota Jayapura dalam peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia tahun 2023 yang digelar GempaR Papua. - Jubi/Theo Kelen

0
SHARES
44
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Sejumlah mahasiswa, pemuda, dan masyarakat memperingati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia di Kota Jayapura, Papua, pada Rabu (9/8/2023). Mereka melakukan ibadah, aksi mimbar bebas, penandatangan deklarasi, gelar wicara, dan makan bersama.

Perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia tahun 2023 mengambil tema “Pemuda Adat sebagai Agen Perubahan untuk Penentuan Nasib Sendiri”. Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat Papua atau GempaR Papua memperingatinya dengan menggelar aksi mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kota Jayapura.

Aksi mimbar bebas itu digelar mulai pukul 09.00 pukul 13.00 WP. Para massa aksi tampil dengan mengenakan pakaian adat masing-masing wilayah adatnya, dan mengenakan sejumlah simbol bendera Bintang Kejora di tubuh mereka.

Secara bergiliran mereka melakukan orasi dan meneriakkan pekik bahwa Tanah Papua bukan tanah kosong. Ada sejumlah poster dan spanduk yang dibentangkan massa aksi bertuliskan “Hidup Masyarakat Adat, Papua Bukan Tanah Kosong. Tanah Air Milik Kita. Tutup Mata Lawan Balik”.

Dalam orasinya, Ice Murib dari Gerakan Komite Aksi menyatakan penjajahan secara masih dilakukan negara melalui investasi di Tanah Papua. Menurut Murib, kehadiran investasi telah merampas tanah, hutan, dan merusak budaya masyarakat adat Papua.

“Hutan, gunung, air punya masyarakat adat. Hari ini Negara menghancurkan hutan, laut, dan tanah itu,” kata Murib dalam orasi.

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 2023
Sejumlah aktivis GempaR Papua menggelar mimbar bebas memperingati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 2023 di Kota Jayapura, Provinsi Papua pada Rabu (9/8/2023). – Jubi/Theo Kelen

Murib menyatakan Papua kaya akan sumber daya alam, tetapi kekayaan itu tidak menjamin kesejahteraan masyarakat adat Papua. Murib mengatakan masyarakat adat hidup tertindas dan hidup dalam penderitaan dan kemiskinan.

BERITATERKAIT

Investasi tanpa pelibatan masyarakat adat berpotensi memicu konflik sosial

Masyarakat adat Malaumkarta Raya buka egek

Sekolah dipalang pemilik ulayat, proses belajar di SDN Inpres Harapan terganggu

Eltinus Omaleng: Kami undang Freeport untuk bahas nasib masyarakat adat

“Tanah air kita sangat kaya raya, tanah air mampu memberi makan dunia. Tetapi hari ini masyarakat adat ditindas, tanah air sedang dirampok dan dikuras,” ujarnya.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Murib menyeru masyarakat adat Papua bersatu mempertahankan hutan dan tanah adatnya. Murib menyatakan persatuan masyarakat adat akan mampu melawan investasi.

“Jangan anti terhadap persatuan. Hari ini nasionalisme penting untuk melindungi tanah, hutan, gunung, air, kita diatas Tanah Papua. Hari ini kita semua diarahkan untuk tunduk kepada kekuasaan oligarki. Investasi. Orang Papua punya hutan, orang Papua terpinggirkan. Jadi, mayoritas di Tanah Papua. Apakah kita mau dijajah terus,” katanya.

Aksi mimbar bebas itu sempat ricuh dan hendak dibubarkan Kepolisian Sektor Abepura dan Kepolisian Resor Kota Jayapura Kota. Saling dorong antara massa dan polisi sempat terjadi.

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 2023
Sejumlah aktivis GempaR Papua menggelar mimbar bebas memperingati Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 2023 di Kota Jayapura, Provinsi Papua pada Rabu (9/8/2023). – Jubi/Theo Kelen

Polisi menilai sejumlah narasi yang disampaikan orator melenceng dari aksi dan terkesan memprovokasi. “Woi Philipus provokator. Jangan sembunyi. Tangkap dia,” teriak anggota polisi ke arah massa.

Aksi saling dorong itu berakhir setelah advokat Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Papua bernegosiasi dengan polisi. Aksi itu pun ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap dari GempaR Papua yang berjudul “Hutan Papua bukan Hutan Negara”.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan koordinator aksi Yokbet Felle, GempaR Papua menegaskan bahwa Tanah Papua bukan tanah kosong. Felle menyatakan slogan “Papua Bukan Tanah Kosong” dan “Tanah Air Milik Kita” merupakan upaya penyebaran kesadaran orang muda Papua selaku pemilik masa depan Tanah Papua. Felle menyatakan slogan landasan bijak Pemuda Adat Papua untuk melawan balik dan mempertahankan eksistensi hutan, alam, tanahnya sebagai hak waris yang diberikan Allah, alam dan leluhur, demi hidup bebas di atas tanahnya sendiri.

Felle menyatakan GempaR Papua mendukung masyarakat adat di Tanah Papua berjuang melawan investasi yang merampas hak ulayat masyarakat adat. “Dengan tegas kami nyatakan ‘Hutan Papua Bukan Hutan Negara!’. Arti tersebut dalam pandangan kami bahwa semua bentuk perampasan Tanah Adat Orang Papua adalah kepentingan ekonomi dan Investasi Indonesia untuk melunaskan utang Indonesia,” ujarnya.

Peringatan Dewan Adat Papua

Sejak pukul 15.00 WP, sejumlah warga berkumpul di halaman Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih. Masyarakat adat dari Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura, dan sekitarnya itu mengikuti peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia yang diselenggarakan Dewan Adat Papua versi Konferensi Masyarakat Adat Papua IV.

Peringatan itu diwarnai penandatangan deklarasi, gelar wicara, dan pemutaran film tentang kelompok musik Mambesak berjudul “Muman Minggil”.

Pendiri Majelis Muslim Papua Thaha Alhamid dalam gelar wicara peringatan itu menyatakan masyarakat adat mengalami banyak tantangan. Namun, Alhamid mengajak semua pihak punya satu keyakinan bahwa masyarakat adat di seluruh dunia dan secara khusus di Papua mempunyai kekuatan dan kekayaan.

“Tugas anak muda Papua belajar, supaya pulang bisa kelola kamu pu dusun. Engkau berkewajiban membuat terobosan membangun Papua. Generasi kami [tua] sudah melakukan itu,” kata Alhamid dalam gelar wicara pada Rabu malam.

Alhamid menyatakan sangat penting bagi generasi yang lebih muda untuk belajar dari generasi yang lebih tua, agar kesalahan yang telah dilakukan generasi yang lebih tua tidak terulang. Ia menyarankan orang muda terus belajar sebagai bekal membangun kampung. “Suka tidak suka kamu [orang muda] harus belajar dan belajar,” ujarnya.

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia 2023
Penampilan grup musik lokal dalam acara perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia di Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih, pada Rabu (9/8/2023). – Jubi/Theo Kelen

Ketua Dewan Adat Papua versi Konferensi Masyarakat Adat Papua IV Yan Pieter Yarangga menyatakan masyarakat adat Papua secara terus menerus telah memperjuangkan pengakuan atas identitas, cara hidup, dan hak atas tanah, wilayah. dan sumber daya alam tradisional mereka. Yarangga menyatakan pemuda adat memainkan peran penting dalam perlindungan tanah dan hutan di Papua.

“Marilah kita merefleksikan keadaan kita dan menunjukan peran kita, teristimewa pemuda adat yang inklusif, bagi masa depan masyarakat adat dunia dan secara khusus masyarakat adat Papua yang lebih baik,” kata Yarangga dalam keterangan tertulis pada Rabu (9/8/2023).

Yarangga menyatakan Perayaan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia tahun 2023 haruslah menjadi sarana untuk mempromosikan pentingnya peran masyarakat adat Papua dalam mendorong dan mengimplementasikan kampanye “Keluarga Besar Bertanggung jawab”. Yarangga menyatakan pengelolaan Sumber Daya Alam harus memberi manfaat langsung kepada masyarakat adat Papua.

“Marilah seluruh komponen masyarakat adat Papua bergandengan tangan untuk merebut masa depan kita yang lebih baik bagi generasi masa depan Papua. Kita telah menunjukan bahwa kita mampu dengan pengetahuan tradisional kita. Kita pasti mendapat tempat yang layak di negeri kita,” ujarnya.

Direktur LBH Papua Emanuel Gobay menyatakan eksistensi masyarakat adat telah dijamin dalam hukum internasional maupun nasional. Gobay menyatakan agar pemerintah Indonesia dan secara khusus di Papua harus memberikan perlindungan bagi masyarakat adat.

“Mereka [masyarakat adat] sedang berjuang meminta kepada pemerintah untuk melindungi dan memberikan jaminan untuk melindungi masyarakat adat Papua. Itu menunjukkan masyarakat adat sadar akan hak-hak mereka, dasar akan ancaman hidup mereka,” kata Gobay kepada wartawan di Kota Jayapura, Rabu. (*)

Tags: Hak UlayatHari Internasional Masyarakat Adat SeduniaHari Masyarakat Adat InternasionalHari Masyarakat Adat SeduniaMasyarakat Adatmasyarakat hukum adat
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Film Pesta Babi

Pelarangan nobar Pesta Babi: Pembungkaman suara kritis tentang Tanah Papua

May 23, 2026
Dialog Lintas Iman

Dialog Lintas Iman: Evaluasi kebijakan yang memperparah krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 22, 2026

Dua anggotanya tewas, TPNPB klaim serangan balasan tewaskan satu militer

May 19, 2026

Film dokumenter Pesta Babi: Papua bukan tanah kosong

May 16, 2026

Operasi militer di Puncak: 13 orang tewas, 11 terluka, 22.661 jiwa mengungsi

May 16, 2026

Mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

May 11, 2026
Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

May 23, 2026
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

May 23, 2026
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

May 23, 2026
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
Pesta Babi

Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Masyarakat Adat

Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

May 22, 2026
Pesta Babi

Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

May 22, 2026
Anak yang ditembak

Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

May 20, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
ikan asar

Dapur ikan asar yang dikelola tiga generasi

May 21, 2026
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

0
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

0
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

0
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

0
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

0
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

0
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

0

English Stories

The atmosphere during the joint screening and discussion of the documentary film 'Pig Feast': Colonialism in Our Times, at the Christ the Light of the World Catholic Church Hall, Waena, Heram District, Jayapura City, Papua, Friday (22/05/2026) - Jubi/Yuliana Lantipo
Pacnews

‘Pig Feast’: A Testimony of the Humanitarian Crisis in Papua

May 23, 2026
Deputy Chairperson I of LMA Nasawat, Marten Saflela, hands over the Indigenous community’s demands to Sarteis Yulian Sagrim, Head of the Watershed Management and Social Forestry Division at the Southwest Papua Environment, Forestry, and Land Agency, on Friday (22/5/2026). — Jubi/Gamaliel Kaliele
Pacnews

Indigenous Nasawat Community Rejects Village Forest Scheme

May 23, 2026
TPNPB
Pacnews

West Papua National Liberation Army (TPNPB) in Yahukimo Claims Eight Suspected Security Officers Killed in Operation

May 21, 2026
KNPB
Pacnews

Yahukimo Police Release Arrested KNPB (West Papuan National Committee) Activist

May 21, 2026
Child shot
Pacnews

Child Shot During Military Operation in Puncak Dies After Weeks of Treatment

May 20, 2026

Trending

  • Pesta Babi

    Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara