• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Greenpeace: pembangunan rendah karbon butuh komitmen pemerintah Provinsi Papua

August 18, 2023
in Tanah Papua, Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: - Editor:
Greenpeace

Hutan masyarakat adat Warbon, di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, yang akan dibuka untuk pembangunan bandar antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional. – Jubi/Dominggus Mampioper

0
SHARES
25
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Greenpeace Indonesia mendesak Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen dalam rencana pembangunan rendah karbon di Papua. Komitmen dari pemerintah sangat penting agar hutan alam Papua tetap terlestari dan terjaga dengan baik.

Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Nico Wamafma mengatakan rencana pembangunan rendah karbon hanya bisa terealisasi apabila pemerintah berkomitmen mengakui hak masyarakat adat atas tanah, hutan dan sumber daya alam.

Pemerintah juga harus mengubah pendekatan pembangunan yang eksploitatif. Menurut Greenpeace, hal itu dapat dilakukan dengan membatasi pemberian izin bagi industri ekstraktif berbasis lahan, seperti pertambangan, Hutan Tanaman Industri (HTI), Hak Pengusahaan Hutan (HPH), maupun perkebunan kelapa sawit.

Riset Greenpeace bersama Institute for Development of Economics and Finance atau IDEF menemukan izin perkebunan sawit di Tanah Papua mencapai 1,88 juta hektar. “Jika komitmen ini tidak dilaksanakan maka pembangunan rendah karbon hanya akan menjadi komitmen di atas kertas,” kata Wamafma melalui layanan pesan WhatsApp pada Jumat (18/8/2023).

Wamafma mengatakan perjalanan pembangunan Papua dalam 23 tahun terakhir seharusnya menjadi pembelajaran bahwa pendekatan pembangunan yang tidak partisipatif akan mengabaikan dan merampas hak masyarakat adat Papua. Pembangunan itu telah merusak dan menghancurkan hutan alam Papua.

Wamafma mengatakan riset Greenpeace Indonesia mencacat sepanjang 2000 hingga 2020 Tanah Papua telah kehilangan hutan alam seluas 641,4 ribu hektar. “Masyarakat adat Papua terus bersuara karena hak-hak adatnya terus dilanggar dan tergerus pembangunan,” ujarnya.

Menurut Juru Kampanye Hutan Greenpeace itu, penting juga mengintegrasi wilayah adat atau ruang hidup masyarakat adat Papua dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Papua. Per Agustus 2023, Badan Registrasi Wilayah Adat atau BRWA telah meregistrasikan 107 peta wilayah adat di Provinsi Papua dengan luas mencapai 3.547.259 hektar.

BERITATERKAIT

Tambang masih mengancam Raja Ampat

Masyarakat adat Papua minta pemerintah percepat penetapan hutan adat

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

Dari total 107 wilayah adat yang teregistrasi di BRWA itu, sebanyak sembilan wilayah adat sudah mendapatkan pengakuan wilayah adatnya dari  pemerintah daerah. Luasan sembilan wilayah adat yang diakui pemerintah daerah itu mencapai 26.972 hektar.

Wamafma mengatakan integrasi wilayah adat ke dalam dokumen RTRW akan membantu pemerintah merencanakan pembangunan di wilayah/ruang milik masyarakat adat, termasuk merencanakan langkah konkrit untuk perlindungan dan keberlanjutan wilayah/ruang hidup masyarakat adat. Ia menegaskan partisipasi aktif masyarakat adat menjadi  kunci perlindungan itu.

“Semua perencanaan pembangunan dan investasi di Tanah Papua tidak menabrak dan melanggar ruang-ruang milik masyarakat adat seolah-olah itu ruang yang kosong tidak bertuan,” katanya.

Ia menegaskan proses Padiatapa atau FPIC, yaitu proses persetujuan di awal tanpa paksaan, harus menjadi syarat persetujuan penetapan ruang tersebut. Wamafma mengatakan keterlibatan aktif masyarakat adat dengan sendirinya akan membuat mereka terlibat dalam pengelolaan maupun perlindungan tanah, hutan, air dan sumber daya alam di Tanah Papua.

“Hal itu menjamin masyarakat adat akan terlibat secara langsung dalam semua prosesnya sehingga pada akhirnya dapat diterima oleh masyarakat adat,” ujarnya.

Pada 21 Februari 2023, Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Elsye Penina Rumbekwan mengatakan RPRKD 2018 – 2030 dibuat karena PPRK yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Papua No 22 tahun 2018 tentang PPRK Provinsi Papua Tahun 2018 – 2030 harus diperbarui.

Pembaruan itu dilakukan untuk menyesuaikan target dan kebijakan yang sesuai dengan data terbaru emisi karbon yang dihasilkan berbagai sektor di Papua. “Makanya Pemprov Papua dan Econusa menggelar diseminasi dokumen RPRK yang telah memuat hasil keterbaruan, serta target penurunan emisi, dan intensitas emisi hingga 2060,” katanya.

Rumbekwan berharap sosialisasi Dokumen RPRKD Papua dapat membangun kemampuan dasar peserta dalam merencanakan dan memperkirakan konsekuensi upaya penurunan emisi karbon di berbagai sektor pembangunan. “Intinya dapat terbentuk satu pemahaman mengenai metode pengolahan data dan teknik estimasi emisi dari aktivitas emisi per sektor di Provinsi Papua,” ujarnya. (*)

Tags: DeforestasiGreenpeace IndonesiaHutan AlamMasyarakat Adatmasyarakat hukum adatPembangunan Rendah Karbon
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Raja Ampat, Tambang, Nikel

Tambang masih mengancam Raja Ampat

October 20, 2026
Pemetaan Hutan Ulayat, Hutan Adat

Masyarakat adat Papua minta pemerintah percepat penetapan hutan adat

October 12, 2026

Masyarakat adat Papua mandiri dari kelola hutan ulayat

October 9, 2026

Penghubung KY Papua dorong masyarakat adat terlibat mengawasi integritas hakim

September 29, 2026

Polisi didesak hentikan kriminalidasi terhadap masyarakat adat Malind

September 22, 2026

PTUN Jayapura tolak gugatan masyarakat adat Malind

September 21, 2026
Survey Pembaca
Reader's Survey

English Story

Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara
23 October 2026
Papua rights group reports alleged military abuses in Tolikara

Jayapura, Jubi – The Papua Justice and Human Integrity Foundation (YKKMP) has reported alleged military sweeps, intimidation, interrogations and physical [...]

Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land
23 October 2026
Ateta clan boycotts Genting Oil activities on customary land

Jayapura, Jubi – The Ateta clan, an Indigenous customary law community of the Sumuri people in Teluk Bintuni Regency, West [...]

Klagilit clan demands accountability from coal mining companies
22 October 2026
Klagilit clan demands accountability from coal mining companies

Sorong, Jubi – The Indigenous Moi community’s Klagilit clan has called on PT Megapura Prima Industri (MPI) and PT Gelora [...]

Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  
22 October 2026
Papua children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua wins Global Peace and Friendship award  

Jayapura, Jubi – Indonesian children’s film Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua has won the Global Peace and Friendship [...]

Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe
21 October 2026
Documentary Pesta Babi screened 17 times across Europe

Jayapura, Jubi – The documentary Pesta Babi (Pig Feast) – Colonialism in Our Time was screened 17 times across several [...]

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

October 24, 2026
Latihan militer Keris Woomera

Latihan Keris Woomera 26 antara militer Indonesia dan Australia ditutup

October 24, 2026
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

October 24, 2026
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

October 24, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

October 23, 2026
El Nino terkuat

El Nino terkuat yang pernah tercatat

October 23, 2026
Ikan mati di Kepulauan Solomon

Puluhan ikan mati di sepanjang garis pantai Munda Kepulauan Solomon

October 23, 2026
Pengembangan pertanian dan perikanan di Mamberamo Raya

Pemkab Mamberamo Raya jajaki kerja sama pengembangan pertanian dan perikanan

October 23, 2026
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

October 24, 2026
Pemkab siapkan lokasi bagi siswa SD Inpres Doyo

Pemkab siapkan lokasi belajar sementara bagi siswa SD Inpres Doyo Baru

October 22, 2026
Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja

Pemkab Jayapura lengkapi dokumen kerja sama dengan PT Palma Pertiwi Makmur

October 22, 2026
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

October 23, 2026
Kelompok gereja Pasifik

Kelompok gereja Pasifik menyerukan peninjauan peran Israel di PIF

0
Latihan militer Keris Woomera

Latihan Keris Woomera 26 antara militer Indonesia dan Australia ditutup

0
Calon Ketum PSSI Papua Barat

Komite Pemilihan tetapkan empat calon Ketum PSSI Papua Barat

0
Protes Karhutla dan bencana nasional

Hentikan pembungkaman protes Karhutla dan tetapkan status bencana nasional

0
Berkas perzinaan komisioner KPU

Berkas dugaan perzinaan komisioner KPU Papua Barat telah P21

0
Tambang emas Makimi

Berebut emas di Makimi, masyarakat adat dapat apa?

0
Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

Dinkes Papua Tengah upayakan peningkatan mutu pelayanan rumah sakit

0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : [email protected]

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara