• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Tanah Papua

Pulau Roon saksi sejarah pekabaran Injil di Tanah Papua

June 22, 2022
in Tanah Papua
Reading Time: 3 mins read
0
Penulis: - Editor:
Injil

Makam guru Injil asal Maluku, Dominggus Rissapary, di Kampung Syabes, Pulau Roon. Rissapary berkarya di Syabes pada 1907. - Jubi/ANTARA/HO-Zack Tonu B.

0
SHARES
83
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Manokwari, Jubi – Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat pada masa lalu merupakan salah satu wilayah pusat penyebaran agama Kristen, terkhusus Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua.

Banyak tempat di Wondama menyimpan peninggalan yang menjadi bukti sejarah pewartaan atau pekabaran Injil di Tanah Papua, ratusan tahun lalu.

Sebut saja Bukit Aitumeiri di Miei, Wasior yang terkenal dengan situs batu peradaban karena menjadi tempat pertama kalinya orang asli Papua mengenal pendidikan formal.

Juga Yende di Pulau Roon dengan warisan berupa gereja dan Alkitab tua.

Di Pulau Roon sendiri, tidak hanya Yende yang sarat dengan kisah pekabaran Injil tempo dulu.

Syabes, kampung kecil yang berjarak kurang lebih tiga kilometer dari Yende ternyata juga menyimpan banyak jejak kekristenan di masa lalu yang belum banyak diketahui secara luas.

Awal mula orang Syabes mengenal agama Kristen dimulai dengan kehadiran Pendeta Rudolf Beyer, misionaris asal Eropa, pada 6 Mei 1866.

BERITATERKAIT

Perayaan Satu Abad Peradaban Papua Wilayah Tabi dipusatkan di Nimboran 

Pinehas Torey, Anggota Nieuw Guinea Raad dari Teluk Wondama

Polres Teluk Wondama siapkan pengamanan jelang peringatan satu abad tanah peradaban

Sebanyak 4.900 pelajar di Kabupaten Teluk Wondama menjadi sasaran MBG

Beyer di utus dari Mansinam, Manokwari untuk mewartakan Injil bagi orang Roon yang ketika itu masih hidup dalam tradisi kafir alias belum mengenal Tuhan.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Setahun kemudian, tepatnya pada Februari 1867, Beyer memutuskan menetap di Syabes.

Dia memboyong serta sang istri, Anna Cambier. Misi utama Beyer yakni mewartakan Injil bagi orang Syabes, ternyata tidak mudah. Dia mendapat tantangan dan penolakan hebat dari warga setempat yang masih primitif.

Beragam siasat dilakukan untuk bisa mengusir Beyer dari Pulau Roon yang pada masa itu dikenal dengan julukan “Pulau Tahta Iblis”. Sampai akhirnya sang istri, Anna Cambier, menjadi korban. Anna Cambier meninggal dunia pada 3 Juni 1868.

Konon, Anna Cambier diracun oleh Rokowery, seorang panglima perang di Syabes yang sangat menentang pewartaan Injil.

Anna Cambier dimakamkan di Syabes. Makamnya ada di atas Bukit Bindani.

“Tapi mungkin banyak orang yang belum tahu. Orang lebih tahu itu Yende,” kata Bernadus Nehemia Rumadas, anggota Majelis Jemaat GKI Rudolf Beyer Kampung Syabes, usai perayaan 156 tahun Pekabaran Injil di Syabes, belum lama ini.

Nehemia menceritakan, Bukit Bindani yang terletak persis di bagian atas Kampung Syabes dahulunya merupakan tempat tinggal Rudolf Beyer bersama sang istri.

Di lokasi itu masih tampak gundukan tanah dan batu-batuan yang diyakini merupakan bekas rumah Beyer. Di tempat itu juga ada bangunan pendukung lainnya.

Selain rumah Beyer dan pusara Anna Combier, di Bukit Bindani terdapat pula makam seorang guru Injil asal Maluku yang bernama Dominggus Rissapary.

Rissapary diutus ke Syabes 41 tahun setelah kepergian Rudolf Beyer. Beyer meninggalkan Syabes dengan kekecewaan mendalam sepeninggal sang istri.

“Guru Rissapary inilah yang mengajarkan orang Syabes kesenian suling tambur sehingga sekarang orang Wondama bisa tahu main suling tambur,” jelas Nehemia.

Tidak Terurus

Meski menjadi bagian dari sejarah pekabaran Injil di Tanah Papua di masa lalu, pusara Anna Combier dan juga Dominggus Rissapary tampak tidak terurus.

Makam Anna Combier sendiri memang sudah dipugar menjadi kuburan semen namun terkesan asal jadi saja. Atapnya juga hanya ala kadarnya saja. Pun tidak ada batu nisan maupun papan nama sebagai petunjuk bahwa itu adalah makam istri dari seorang penginjil masa lalu.

“Ini yang buat dulu dari Dinas Pariwisata,” kata Nehemia.

Sementara, makam guru Injil Rissapary baru dilakukan pemugaran beberapa waktu lalu menjelang perayaan 156 tahun Pekabaran Injil di Syabes. Dalam jangka waktu sekian tahun, makam tokoh penting sejarah pekabaran Injil di Tanah Papua itu nyaris tidak tersentuh perbaikan apapun.

“Jemaat di sini yang gotong royong membuat kubur Guru Rissapary. Karena kalau tidak dibuat begini (disemen, red.) bisa-bisa hilang,” ucap Nehemia.

Warga berharap Pemkab Teluk Wondama memberi perhatian khusus terhadap makam Anna Combier dan Guru Rissapary, juga bekas rumah Rudolf Beyer maupun barang-barang peninggalan para misionaris zaman dahulu yang ada di Kampung Syabes.

“Atas nama Majelis Jemaat Rudolf Beyer Syabes, saya minta ke Pemkab Wondama, situs-situs ini agar dipugar kembali untuk menjadi aset sejarah gereja di Kabupaten Teluk Wondama. Ini semua adalah situs sejarah tapi terpendam sampai hari ini, tidak ada yang tahu karena tidak terurus,” kata dia.

Alkitab Tua

Jejak kekristenan di Syabes tidak hanya berupa makam istri Rudolf Beyer dan guru Injil Dominggus Rissapary. Syabes juga menyimpan Alkitab tua yang diperkirakan telah berumur lebih dari 200 tahun.

Alkitab berbahasa asing itu –diduga bahasa Belanda atau Jerman– ditemukan di rumah bekas kediaman Pendeta Rudolf Beyer. Saat ini Alkitab tua itu telah diserahkan menjadi inventaris jemaat GKI Rudolf Beyer.

“Alkitab ini lebih tua dari Alkitab yang ada di Yende karena masih ditulis dalam bahasa Eropa. Kalau di Yende sudah menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa lain,“ jelas Eduard Yohan Manaw, Kepala Jemaat GKI Rudolf Beyer Syabes.

Dia menjelaskan Alkibat tua itu pertama kali ditemukan salah seorang warga ketika membersihkan bekas rumah Beyer. Selanjutnya, Alkitab itu diserahkan kepada ketua jemaat gereja setempat secara turun-temurun hingga generasi sekarang ini.

“Tahun 2006 saya pindah di sini baru diserahkan ke saya sebagai ketua jemaat. Saya bawa dan serahkan sebagai inventaris jemaat,” ujar dia.

Alkitab tua itu disimpan sebagai harta waris peninggalan para zendeling.

Saat ini, Alkitab tua itu disimpan di ruang khusus di gedung Gereja Jemaat Rudolf Beyer Kampung Syabes.

Buku suci itu pun hanya bisa dikeluarkan pada momentum penting, mengingat kondisinya yang sudah sangat tua. (*)

 

Tags: InjilKristenPekabaran InjilTeluk Wondama
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah V Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dian Patria perwakilan saat menjadi pembicara pada diskusi hari pangan internasional di Sorong, Sabtu (18/10/2025). – Jubi/Gamaliel

Membongkar praktik buruk investasi di Tanah Papua

October 18, 2025
pastor

Pastor Yance Yogi mengutuk pelaku penembak warga sipil di Intan Jaya

October 18, 2025

LP3BH Manokwari protes: Relawan dianiaya aparat di Moskona Utara

October 18, 2025

Pinehas Torey, Anggota Nieuw Guinea Raad dari Teluk Wondama

October 18, 2025

Polda Papua Barat kirim 169 personel BKO amankan perayaan 1 abad peradaban di Wondama

October 17, 2025

Pelajar dan Mahasiswa Mimika-Puncak desak penyelesaian konflik antar warga di Kwamki Narama

October 17, 2025

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

May 23, 2026
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

May 23, 2026
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

May 23, 2026
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
Pesta Babi

Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Masyarakat Adat

Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

May 22, 2026
Pesta Babi

Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

May 22, 2026
Anak yang ditembak

Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

May 20, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
ikan asar

Dapur ikan asar yang dikelola tiga generasi

May 21, 2026
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

0
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

0
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

0
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

0
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

0
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

0
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

0

English Stories

The atmosphere during the joint screening and discussion of the documentary film 'Pig Feast': Colonialism in Our Times, at the Christ the Light of the World Catholic Church Hall, Waena, Heram District, Jayapura City, Papua, Friday (22/05/2026) - Jubi/Yuliana Lantipo
Pacnews

‘Pig Feast’: A Testimony of the Humanitarian Crisis in Papua

May 23, 2026
Deputy Chairperson I of LMA Nasawat, Marten Saflela, hands over the Indigenous community’s demands to Sarteis Yulian Sagrim, Head of the Watershed Management and Social Forestry Division at the Southwest Papua Environment, Forestry, and Land Agency, on Friday (22/5/2026). — Jubi/Gamaliel Kaliele
Pacnews

Indigenous Nasawat Community Rejects Village Forest Scheme

May 23, 2026
TPNPB
Pacnews

West Papua National Liberation Army (TPNPB) in Yahukimo Claims Eight Suspected Security Officers Killed in Operation

May 21, 2026
KNPB
Pacnews

Yahukimo Police Release Arrested KNPB (West Papuan National Committee) Activist

May 21, 2026
Child shot
Pacnews

Child Shot During Military Operation in Puncak Dies After Weeks of Treatment

May 20, 2026

Trending

  • Pesta Babi

    Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara